Selasa, 22 Agustus 2017

Pembangunan LRT, Lalu Lintas di Cawang dan Cikoko Direkayasa

Jum'at, 19 Mei 2017 | 18:28 WIB
Pembangunan bentang tiang dalam tahap penyelesaian proyek Light Rail Transit (LRT) di sisi jalan tol Jagorawi, Kampung Makasar, Jakarta Timur, 21 Maret 2017. TEMPO/Imam Sukamto

Pembangunan bentang tiang dalam tahap penyelesaian proyek Light Rail Transit (LRT) di sisi jalan tol Jagorawi, Kampung Makasar, Jakarta Timur, 21 Maret 2017. TEMPO/Imam Sukamto.

TEMPO.CO, Jakarta - Pembangunan kereta api ringan atau LRT (light rail transit) Cawang-Dukuh Atas memasuki tahap pekerjaan bentang panjang atau longspan. Lalu lintas di sekitar proyek akan direkayasa selama pekerjaan berlangsung.

Kepala Bidang Manajemen dan Rekayasa Lalu Lintas Dinas Perhubungan DKI Jakarta, Priyanto, mengatakan pengerjaan longspan LRT akan dibangun secara bertahap. "Tahapannya terdiri dari longspan Cawang, Ciliwung, Cikoko, Kuningan, IPAL, dan Sudirman," kata dia seperti dilansir dalam keterangan tertulis, Jumat, 19 Mei 2017.

Lokasi awal pembangunan longspan terletak di Cawang dan Cikoko. Pengerjaan longspan Cawang akan dimulai pada 22 Mei 2017 hingga 30 April 2018. Pekerjaannya menggunakan tempat putar balik sisi barat dan timur di simpang Cawang Interchange.

Baca: Kemenhub: Tarif LRT Rp 12 Ribu  

Priyanto mengatakan pengguna jalan dari arah barat yang akan berputar kembali dialihkan untuk belok kiri dan berputar di Kalimalang. Pengemudi kemudian belok ke kanan di simpang Cawang Interchange, mengarah ke arah Pancoran mengikuti lampu lalu lintas. Setelahnya, pengemudi dapat berputar arah di Halim mengarah ke Pancoran.

Sementara pengendara dari arah timur yang ingin kembali ke timur dapat belok kiri untuk berputar di depan Kodam. Pengemudi kemudian berbelok ke kanan di simpang Cawang Interchange ke arah Halim mengikuti lalu lintas.

Pada saat yang sama, pembangunan LRT longspan Cikoko juga berlangsung. Namun pengerjaannya hanya akan berlangsung hingga 30 September 2017.

Baca: Pembangunan LRT, Jumlah Kendaraan Lewat Cawang Dibatasi  

Pembangunan longspan Cikoko menyebabkan Jalan MT Haryono yang terdiri dari tiga lajur reguler dan satu lajur busway menyempit. Lajur akan diubah menjadi dua lajur mix traffic. Sementara ruas Jalan Cikoko Timur yang semula dua lajur dan dua arah akan tersisa menjadi satu lajur.

Bagi pengguna jalan dari arah selatan yang akan menuju ke barat akan dialihkan melalui Jalan Tebet Timur Dalam 11 lalu berputas di Cawang Kompor mengarah ke Pancoran. "Pengguna jalan dari Cawang yang akan turun ke Cikoko masih dapat menggunakan ruas Jalan Cikoko Timur," kata Priyanto. Sementara untuk mengurangi kepadatan di kolong Cikoko, pengguna jalan dari arah Tebet yang mengarah ke Cawang diarahkan ke Jalan Tebet Timur Dalam 8.

Pengguna jalan diimbau menghindari ruas jalan tersebut. Pengguna jalan diminta mematuhi rambu lalu lintas, petunjuk petugas di lapangan serta mengutamakan keselamatan di jalan. Priyanto mengatakan lalu lintas akan kembali seperti semula setelah pekerjaan LRT usai.

VINDRY FLORENTIN


Grafis

Cara Salat di Negara Luar Angkasa Asgardia

Cara Salat di Negara Luar Angkasa Asgardia

Warga muslim di Asgardia tetap dapat melaksanakan ibadah salat di luar angkasa, bagaimana tata cara yang dianjurkan?