Kekerasan Terhadap Wartawan Antara, 3 Anggota Brimob Diperiksa

Senin, 19 Juni 2017 | 17:36 WIB
Kekerasan Terhadap Wartawan Antara, 3 Anggota Brimob Diperiksa
Sejumlah wartawan melakukan aksi unjuk rasa kasus kekerasan terhadap jurnalis di Munomen Mandala, Makassar, Sulawesi Selatan, Rabu (17/10). TEMPO/Fahmi Ali

TEMPO.CO, Jakarta - Kapolda Metro Jaya Inspektur Jenderal Mochammad Iriawan mengatakan ada tiga anggota Brimob yang diperiksa terkait tindakan intimidasi dan kekerasan terhadap wartawan Lembaga Kantor Berita Nasional Antara, Ricky Prayoga. Pemeriksaan dilakukan oleh Divisi Profesi dan Pengamanan Mabes Polri.
 
"Saya dapat informasi dari Kapolres (Jakarta Pusat) ada tiga ya (diperiksa). Kalau dari Propam saya belum dapat info," kata Iriawan saat ditemui di Lapangan Monumen Nasional, Senin, 19 Juni 2017.

Iriawan menegaskan, tidak akan segan menjatuhkan sanksi apabila anak buahnya terbukti bersalah. "Kelalaian saja saya beri sanksi, apalagi itu sengaja," kata dia.

Iriawan mengatakan institusi kepolisian telah mengambil langkah-langkah untuk membuat anggotanya lebih ramah kepada masyarakat, termasuk wartawan. Upaya itu sudah lama diterapkan dan menunjukan hasil positif. Hanya saja ada segelintir anggota yang memang belum bisa mengikuti. "Ya ini di antara sekian ribu (anggota) ada saja tipikal orang yang berlainan, oknum namanya. Jangan dijustifikasi," kata dia.

Intimidasi dan kekerasan terhadap Ricky Prayoga terjadi Ahad lalu. Saat itu Ricky sedang bertugas meliput kejuaraan bulu tangkis Indonesia Open Series di Jakarta Convention Center. Dia hendak menuju anjungan tunai mandiri saat bertatapan mata dengan seorang anggota Brimob. Ricky bertanya kepada polisi itu apakah ada yang salah dengan penampilannya. Sebab polisi itu tak melepaskan pandangannya dari Ricky.

Anggota Brimob itu menjawab pertanyaan Ricky namun suaranya tidak jelas terdengar. Karenanya Ricky bertanya ulang untuk mengkonfirmasi. Bukan jawabab yang diterima, wartawan itu justru diseret dan dicekik oleh anggota Brimob itu.

EGI ADYATAMA | ANTARA

Disclaimer : Komentar adalah tanggapan pribadi, tidak mewakili kebijakan editorial redaksi tempo.co. Redaksi berhak mengubah kata-kata yang berbau pelecehan, intimidasi, bertendensi suku, agama, ras, dan antar golongan