Kamis, 17 Agustus 2017

Sibuk Selama Ramadan, Sandiaga Uno Ditegur Mertua  

Senin, 19 Juni 2017 | 19:54 WIB
Wakil Gubernur DKI Jakarta terpilih Sandiaga Uno saat menjawab pertanyaan wartawan di Graha Sucofindo, Pancoran, Jakarta Selatan, 4 Mei 2017. TEMPO/Irsyan

Wakil Gubernur DKI Jakarta terpilih Sandiaga Uno saat menjawab pertanyaan wartawan di Graha Sucofindo, Pancoran, Jakarta Selatan, 4 Mei 2017. TEMPO/Irsyan.

TEMPO.CO, JakartaSandiaga Uno mengatakan, setelah terpilih menjadi Wakil Gubernur DKI Jakarta, dirinya bertambah sibuk pada bulan Ramadan ini. “Yang dilakukan tetap, cuma tambah sibuk,” kata pemilik nama lengkap Sandiaga Salahuddin Uno ini saat mengunjungi gudang daging di Bekasi, Senin, 19 Juni 2017.

Menurut Sandiaga, karena kesibukan itulah dia belum sempat berbuka puasa bersama di rumah orang tua dan mertua. Gara-gara itulah dia ditegur oleh sang mertua. “Jadi, saya janji sama Mpok Nur (Nur Asia), dua hari terakhir saya dedikasikan buat di rumah ayah saya sama rumah mertua,” ujarnya.

Hari ini, Senin, Sandiaga mengunjungi gudang penyimpanan daging yang berada di Bekasi. Kunjungan ini dilakukan guna memastikan stok daging untuk Jakarta menjelang Idul Fitri telah aman.

Sandiaga menargetkan stok pangan untuk masyarakat Jakarta nantinya bukan barang impor lagi. Namun langkah itu akan disesuaikan dengan kebutuhan warga Jakarta. “Jadi ke depan, pelan-pelan dibangun kebijakan yang lebih berpihak,” ujarnya.

Untuk mengendalikan harga pangan di Jakarta, Sandiaga berencana memotong rantai distribusi. Salah satunya dengan membangun kemitraan. “Enggak bisa dikerjakan sendiri, harus dikerjakan secara kemitraan,” ucapnya.

Guna membangun kemitraan itu, Sandiaga berencana berkunjung ke Bandung untuk membahas rencana kemitraan stok pangan. “Supaya nanti kita ada sinergi dari Jawa Barat, Banten, ataupun daerah-daerah pemasok lain,” katanya.

CHITRA PARAMAESTI | SSN





Grafis

Cara Salat di Negara Luar Angkasa Asgardia

Cara Salat di Negara Luar Angkasa Asgardia

Warga muslim di Asgardia tetap dapat melaksanakan ibadah salat di luar angkasa, bagaimana tata cara yang dianjurkan?