Bertemu Djarot, Ibu Ini Meratap Minta Mesin Jahit

Jum'at, 14 Juli 2017 | 20:19 WIB
Bertemu Djarot, Ibu Ini Meratap Minta Mesin Jahit
Gubernur DKI Jakarta Djarot Saiful Hidayat meninjau langsung proses kreatif di Jakarta Creative Hub, Kebon Melati, Tanah Abang, Jakarta Pusat, 14 Juli 2017. TEMPO/Larissa

TEMPO.CO, Jakarta - Gubernur DKI Jakarta Djarot Saiful Hidayat berkunjung ke Jakarta Creative Hub, Waduk Melati, Tanah Abang, Jakarta Pusat, Jumat, 14 Juli 2017. Kedatangannya itu untuk melihat langsung pelatihan keterampilan yang diberikan kepada ibu-ibu penghuni rumah susun sederhana sewa (rusunawa) Pesakih, Jakarta Barat, dan Marunda, Jakarta Utara.

Saat melihat Djarot, seorang ibu bernama Lino alias Opung, 48 tahun, datang menghampiri. "Pak, kenapa kami tidak diberi mesin jahit sendiri. Sementara, penghuni rusun lain dapat gerobak dan etalase buat jualan," ujar Lino kepada Djarot.



Menurut Lino, para tetangganya di Rusun Pesakih masing-masing mendapat fasilitas penunjang untuk berjualan sehingga bisa mencari uang sendiri. Sementara ibu-ibu yang ingin menjahit hanya akan diberikan satu mesin jahit untuk satu kelompok. Lino menilai satu mesin jahit itu tidak bakal cukup. "Kami kan juga untuk buka usaha, Pak," ujarnya.

Menanggapi permintaan Lino,  Djarot menegaskan tidak akan memberikan mesin jahit secara perorangan. "Tak boleh diberikan satu per satu orang. Karena pengalaman (kami), sebulan (mesin jahit) sudah hilang atau dijual," ujar Djarot.

Djarot mengatakan pemerintah sudah memberikan pelatihan agar para ibu di rusun bisa mendapat penghasilan sendiri. Hanya saja, mesin jahit yang digunakan di tempat kumpul kreatif itu tidak diperbolehkan untuk dibawa pulang. "Habis selesai kerja, (lalu) tutup. Artinya kita akan punya banyak pabrik di rusun-rusun kita, dan lebih murah," ujar Djarot.

LARISSA HUDA

Disclaimer : Komentar adalah tanggapan pribadi, tidak mewakili kebijakan editorial redaksi tempo.co. Redaksi berhak mengubah kata-kata yang berbau pelecehan, intimidasi, bertendensi suku, agama, ras, dan antar golongan