Viral Sepeda Motor Serobot Trotoar, Djarot: Itu Kurang Ajar  

Minggu, 16 Juli 2017 | 14:13 WIB
Viral Sepeda Motor Serobot Trotoar, Djarot: Itu Kurang Ajar  
Sejumlah pengendara sepeda motor menggunakan trotoar yang seharusnya digunakan oleh pejalan kaki saat di kawasan jalah MH. Thamrin, Jakarta, (30/09). Pemerintah DKI Jakarta akan meremajakan kawasan pedestrian seluas 8 Meter. Tempo/Amston Probel

TEMPO.CO, Jakarta - Gubernur DKI Jakarta Djarot Saiful Hidayat memberi tanggapan atas video pengendara sepeda motor yang berkeras naik ke trotoar meski dihadang komunitas pejalan kaki. Peristiwa itu terjadi di trotoar Jalan Kebon Sirih, Jakarta Pusat. Video ini menyebar dengan cepat di media sosial dan menjadi viral.

Djarot mengatakan trotoar memang bukan untuk pengguna sepeda motor. "Kalau itu kurang ajar. Itu dishub dengan kepolisian (harus) tangkap, enggak tertib toh," ujar Djarot saat ditemui di kawasan Taman Mini Indonesia Indah, Jakarta Timur, Ahad, 16 Juli 2017.

Baca: Djarot: Dua Nama Disiapkan untuk Simpang Semanggi

Menurut Djarot, trotoar disediakan untuk pejalan kaki. Karena itu, jika ada pengendara sepeda motor naik ke trotoar, sudah sepantasnya ditindak. "Tangkap, hukum, karena itu menyerobot hak pejalan kaki," kata Djarot.

Tak hanya bagi pengguna sepeda motor yang menyerobot trotoar, pelanggar lain di trotoar pun diingatkan Djarot agar segera sadar. Pedagang kaki lima salah satunya. Djarot menegaskan harus ditertibkan jika masih tetap menggunakan trotoar sebagai lapak dagangannya.

Baca: Halalbihalal dengan Dinas PTSP, Djarot Ingat Ahok

"Makanya saya perintahkan pada wali kota untuk mengevaluasi camat dan lurahnya. Kalau ada seperti itu langsung tertibkan. Kalau satu saja dibiarkan maka dia akan beranak pinak, dikirain boleh," kata mantan Wali Kota Blitar itu.

Di sisi lain, Djarot ikut mengapresiasi langkah komunitas pejalan kaki yang memperjuangkan hak-haknya. Djarot menilai, semakin banyak pejalan kaki akan membawa kebaikan bagi warga Jakarta. Apalagi saat ini sebagian warga Jakarta cenderung enggan berjalan kaki.

EGI ADYATAMA

Disclaimer : Komentar adalah tanggapan pribadi, tidak mewakili kebijakan editorial redaksi tempo.co. Redaksi berhak mengubah kata-kata yang berbau pelecehan, intimidasi, bertendensi suku, agama, ras, dan antar golongan