Motor Guru Dirampas Pencuri Bersenjata Api di Depok  

Senin, 17 Juli 2017 | 06:59 WIB
Motor Guru Dirampas Pencuri Bersenjata Api di Depok  
Ilustrasi begal motor. TEMPO/Gunawan Wicaksono

TEMPO.CO, Jakarta - Motor milik seorang guru perempuan dirampas perampok berpistol di Cimanggis, Depok, Ahad, 16 Juli 2017. Guru bernama Enok Fatonah itu tengah memarkir motor di depan penjual tanaman hias di Jalan Raya Gas Alam Kelurahan Harjamukti.

Menurut Kepala Kepolisian Sektor Cimanggis Komisaris Hari Agung, Enok sadar motor Honda Beat bernomor polisi B-3632-EJN miliknya dicuri karena ada warga sekitar yang teriak saat melihat pencurian tersebut.

Namun, karena pelaku menodongkan senjata, mereka takut mencegah pencurian itu. Pencuri langsung membawa kabur motor milik Enok. "Setelah kabur, warga kembali meneriaki pelaku, tapi tidak terkejar," ujarnya.

Baca: Seorang Begal Penembak Italia Chandra Ditangkap

Hari mengatakan korban langsung melaporkan kejadian pencurian tersebut ke Polsek Cimanggis. Polisi masih menyelidiki pencurian tersebut dan menggali keterangan dari dua saksi yang melihat kejadian itu.

Menurut Hari, pencurian motor yang dilakukan pelaku bersenjata api sudah dua kali terjadi. Sebelumnya, pencuri motor berpistol pernah beraksi di Jalan Anantakumpa Nomor 12 Kelurahan Harjamukti, Kecamatan Cimanggis, Jumat, 7 Juli 2017. Bahkan pencuri sempat menodongkan senjatanya ke korban karena aksinya kepergok.

Baca: Penembak Italia Didor Hingga Tewas, Ini Kata Keluarga

"Dalam dua pekan ini, sudah dua kejadian pencurian motor dengan senjata api pada siang hari. Namun pada pencurian pertama, kendaraan belum berhasil dicuri karena kepergok," katanya.

Hari menuturkan peristiwa pencurian bersenjata ini menjadi perhatian serius bagi polisi. "Menjadi atensi kami. Sebab, sudah dua kali pelaku pencurian motor yang diduga membawa pistol berulah," ucapnya.

IMAM HAMDI

Disclaimer : Komentar adalah tanggapan pribadi, tidak mewakili kebijakan editorial redaksi tempo.co. Redaksi berhak mengubah kata-kata yang berbau pelecehan, intimidasi, bertendensi suku, agama, ras, dan antar golongan