Polisi: Axel Matthew Thomas Pesan Narkoba Jenis Happy Five

Senin, 17 Juli 2017 | 15:14 WIB
Polisi: Axel Matthew Thomas Pesan Narkoba Jenis Happy Five
Axel Matthew Thomas. instagram.com

TEMPO.CO, Jakarta - Kepala Bidang Humas Polda Metro Jaya Komisaris Besar Raden Prabowo Argo Yuwono mengatakan alasan penangkapan putra aktor Jeremy Thomas, Axel Matthew Thomas karena ia telah memesan narkotika jenis happy five. Axel Matthew bahkan telah mengirim uang sebanyak Rp 1,5 juta untuk pembelian happy five kepada penjual narkoba itu.

"Kami lakukan penyelidikan ternyata sudah ada lima orang pemesannya, dan sudah transfer semua duitnya termasuk anaknya Pak Jeremy Thomas," kata Argo saat ditemui di Polda Metro Jaya pada Senin, 17 Juli 2017.

Menurut Argo, Axel telah mentransfer uang tersebut kepada tersangka penjual narkoba itu saat berada Kuala Lumpur, Malaysia. Bukti transfer saat ini sudah dimiliki oleh pihak kepolisian.



Baca: Soal Penyekapan Anak Jeremy Thomas, Ini Kata Polres Bandara 

Temuan tersebut setelah polisi menyelidiki dua orang yang ketahuan membawa happy five dari Malaysia ke Indonesia melalui Terminal 3 Bandara Soekarno-Hatta pada Jumat 14 Juli 2017. Mereka memasukkan happy five ke dalam kemasan Panadol untuk mengelabui petugas.

Argo meluruskan kabar yang beredar bahwa telah terjadi kekerasan terhadap Axel Matthew Thomas saat penangkapan di Hotel Cryst Terogong pada 16 Juli 2017. Dalam kabar itu, Axel disebut telah dianiaya dan disekap oleh oknum polisi dari Polres Bandara Soekarno-Hatta.

Argo mengatakan saat ini tengah dilakukan penyelidikan terhadap dugaan kekerasan yang dilakukan polisi terhadap Axel. Menurut Argo, pada saat penangkapan terjadi kejar-kejaran antara polisi dan Axel.

"Iya memang dia lari makanya kami kejar. Namanya orang nangkep kan tidak mungkin diem saja," Kata Argo.

Namun Axel dilepas setelah Jeremy Thomas komplain dengan penangkapan tersebut. Argo mengatakan Axel Matthew Thomas akan kembali dipanggil untuk dilakukan pemeriksaan sekaligus tes urine.

BIANCA ADRIENNAWATI|JH

Disclaimer : Komentar adalah tanggapan pribadi, tidak mewakili kebijakan editorial redaksi tempo.co. Redaksi berhak mengubah kata-kata yang berbau pelecehan, intimidasi, bertendensi suku, agama, ras, dan antar golongan