Rabu, 16 Agustus 2017

Hujan dan Angin Kencang Merusak Ratusan Rumah di Bogor

Rabu, 09 Agustus 2017 | 21:05 WIB
Rumah-rumah yang tertimbun tanah longsor di Kampung Babakan Sirna, Cilebut Timur, Kabupaten Bogor, Jawa Barat, (22/11). Tanah Longsor menyebabkan 17 rumah rusak, 6 tiang listrik kereta  patah, dan rel kereta ambles. TEMPO/Eko Siswono Toyudho

Rumah-rumah yang tertimbun tanah longsor di Kampung Babakan Sirna, Cilebut Timur, Kabupaten Bogor, Jawa Barat, (22/11). Tanah Longsor menyebabkan 17 rumah rusak, 6 tiang listrik kereta patah, dan rel kereta ambles. TEMPO/Eko Siswono Toyudho.

TEMPO.CO, Bogor - Ratusan rumah di tiga kecamatan di Kabupaten Bogor rusak akibat diterjang angin puting beliung saat hujan dengan intensitas lebat yang disertai angin kencang melanda Kabupaten Bogor dan Kota Bogor pada Selasa petang hingga malam.

"Ada lima desa di tiga kecamatan yang diterjang angin kencang saat hujan lebat terjadi merata di wilayah Bogor," kata Sekretaris Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Bogor Budi Pranowo, Rabu, 9 Agustus 2017.

Baca: Bogor Diterjang Badai, 200 Rumah di Gunungputri Rusak

Menurut Budi, tiga kecamatan yang diterjang angin puting beliung adalah Kecamatan Tenjolaya yang meliputo tiga desa yaitu Desa Cinangneng, Cibitung Tengah dan Desa Situ Daun. "Di desa Cibitung Tengah, tujuh rumah dengan delapan kepala keluarga rusak parah, sehingga  25 orang sempat diungsikan ke rumah keluarga dan tetangga yang masih aman," kata Budi.

Bencana angin kencang pun memporak-porandakan sejumlah bangunan milik Pondok Pesantren Bhakti Nugraha milik KH Drs Syarifudin Zuhri, "Ada enam kobong (bangunan) yang rusak akibat diterjang angin dan sebagian besar rusak parah tertimpa pohon tumbang," ujar Budi.


Dari enam kobong tersebut, ujar Budi, diantaranya satu ruang perpustakaan yang berisi ratusan kitab dan buku basah terkena air hujan yang masuk akibat atap bangunan yang hancur tertimpa pohon tumbang, 

"Ada 12 orang santri pingsan dan 4 orang santri tertimpa material bangunan yang runtuh dan sempat mendapat perawatan medis," kata Budi.

Sedangkan di Kecamatan Leuwiliang angin puting beliung menimpa 48 bangunan rusak parah dan ringan. Satu rumah tertimpa pohon tumbang, atap rumah terbang terbawa angin,"Selain menghancurkan rumah angin kencang ada puluhan pohon dan tiang listrik tumbang," ucap Budi.

Di kecamatan Luwiliang, angin kencang merusak puluham kios, rumah dan pertokoan. Juga beberapa pohon tumbang dan beberapa papan reklame roboh, " Korban jiwa tidak ada, kerugian material diperkirakan 200 juta," kata Budi.

Ada 12 rumah dan 13 toko di Desa Leuwiliang yang rusak parah serta enam rumah di Desa Leuwimekar yang sebagian besar atapnya hilang terhempas angin." Di wilayah ini ada 14 papan reklame, serta lima tiang listrik PLN tumbang, akibatnya lebih dari tiga jam listrik padam"kata Budi.

Kepala Badan Penaggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kota Bogor, Ganjar Gunawan, mengatakan hujan deras dan angin kencang mengakibatkan puluhan rumah terlanda banjir dan terkena longsoran tanah di Kecamatan Bogor Selatan, Bogor Barat, dan Tanah Sareal.

Baca juga: BMKG: Waspada Hujan Disertai Angin dan Petir di Bogor

"Lebih dari 12 rumah di Perumahan Taman Yasmin III RT 05/ RW 04 Kel. Cibadak, Tanah Sareal, diterjang banjir," kata Ganjar.

M SIDIK PERMANA

 

 


Grafis

Cara Salat di Negara Luar Angkasa Asgardia

Cara Salat di Negara Luar Angkasa Asgardia

Warga muslim di Asgardia tetap dapat melaksanakan ibadah salat di luar angkasa, bagaimana tata cara yang dianjurkan?