Jumat, 22 September 2017

DKI Ingin Pasokan Beras Langsung dari Banten  

Kamis, 24 Agustus 2017 | 08:14 WIB
Pasokan beras di Pasar Induk Beras Cipinang anjlok sejak awal pekan ini lantara pemberlakuan Peraturan Menteri Perdagangan 47/2017 yang membatasi harga beras premium maksimal Rp 9.000. Saat ini beras yang masuk per hari hanya sekitar 2.000 ton, jauh menurun dibanding sebelumnya mencapai 4.000 ton per hari, pada Rabu, 26 Juli 2017. Tempo/Avit Hidayat.

Pasokan beras di Pasar Induk Beras Cipinang anjlok sejak awal pekan ini lantara pemberlakuan Peraturan Menteri Perdagangan 47/2017 yang membatasi harga beras premium maksimal Rp 9.000. Saat ini beras yang masuk per hari hanya sekitar 2.000 ton, jauh menurun dibanding sebelumnya mencapai 4.000 ton per hari, pada Rabu, 26 Juli 2017. Tempo/Avit Hidayat..

TEMPO.COJakarta - Gubernur DKI Jakarta Djarot Saiful Hidayat berharap perjanjian kerja sama dengan Pemerintah Provinsi Banten dan Pemerintah Kabupaten Tangerang bisa memotong rantai distribusi pangan. Selama ini, kata Djarot, distribusi pangan ke DKI masih relatif panjang. "Saya baru dengar kalau Banten (juga) penghasil beras. Berasnya masuk ke Karawang baru balik ke Jakarta," kata Djarot di Balai Kota Jakarta, Rabu, 23 Agustus 2017.

Beras di DKI berasal dari Karawang. Namun, kata Djarot, daerah itu ternyata memperoleh pasokan beras dari Banten. Dengan kerja sama itu, biaya transportasi bisa dipotong sehingga harga beras menjadi lebih murah. "Kami bisa menekan biaya, daging dan ikan juga seperti itu.” Djarot ingin menjadi distributor beras produksi Banten.

Baca:
Pasokan Beras di Pasar Induk Cipinang Jakarta Merosot...
Kunjungi Pasar Beras Cipinang, Djarot: Stok Hampir 40 Ribu... 

Pemerintah Provinsi DKI Jakarta menandatangani perjanjian kerja sama dengan Pemprov Banten dan Pemkab Tangerang. Setidaknya ada 16 poin kerja sama yang mengatur pembangunan sarana dan prasarana bidang transportasi, sumber daya air, lingkungan hidup, energi, pariwisata serta ketahanan pangan di Jakarta dan Tangerang.

Sekretaris Daerah DKI Jakarta Saefullah mengatakan banyak makelar yang membeli beras yang belum dipanen. Gabah biasanya dikirim ke Karawang, lalu diolah menjadi beras. Setelah itu dijual kembali ke Tangerang untuk didistribusikan ke Jakarta. 

Baca juga:
Rumah Mewah Bos First Travel, Gordinnya Seharga Rp 700... 
Peralatan Pembuat Aqua Palsu: Tabung Berisi Pasir dan... 

"Kenapa enggak dikelola di sana (Banten)?” Hal yang sama, kata Saefullah, bisa dilakukan juga pada sayur-sayuran. “Seharusnya dikelola lebih baik lagi."

LARISSA HUDA  


Selengkapnya
Grafis

Libur Nasional 2018 dan Waktu Cuti yang Cocok Kita Ambil

Libur Nasional 2018 dan Waktu Cuti yang Cocok Kita Ambil

Tempat-tempat yang patut dikunjungi saat libur nasional tahun 2018, tamasya semakin asyik bila kita memperpanjang waktu istirahat dengan mengambil cuti.