Jumat, 22 September 2017

Ada Pajak Rp 20 Juta, Ningrum Belum Bisa Bawa Pulang Hadiah Mobil  

Selasa, 12 September 2017 | 16:40 WIB
Seorang warga Kampung Duku RT 13/RW 05, No.19, Kebayoran Lama, Jakarta Selatan Dwi Astien Ningrum atau yang biasa dipanggil Ningrum, 37 tahun, berhasil menenangkan doorprize sebuah mobil pada acara Kebayoran Lama Fun Walk 2017, Minggu, 10 September 2017. TEMPO/YUSUF

Seorang warga Kampung Duku RT 13/RW 05, No.19, Kebayoran Lama, Jakarta Selatan Dwi Astien Ningrum atau yang biasa dipanggil Ningrum, 37 tahun, berhasil menenangkan doorprize sebuah mobil pada acara Kebayoran Lama Fun Walk 2017, Minggu, 10 September 2017. TEMPO/YUSUF.

TEMPO.CO, Jakarta - Pemenang hadiah mobil acara Kebayoran Lama Fun Walk, Dwi Astien Ningrum, belum bisa membawa pulang mobilnya. Dwi dan suaminya, Novie Caturiady, belum mendapatkan kejelasan tentang pajak yang harus dibayar.

"Mobilnya tergantung kita, sih. Kalau memang ada dananya untuk pajak, baru boleh dibawa. Jadi sementara mobil masih di dealer," ujar Dwi di Jakarta, Senin, 11 September 2017. 

Baca juga: Hindari Razia, Penerima Doorprize Memarkir Mobil di Rumah Tante

Menurut Dwi, sales masih belum menjelaskan secara rinci pajak kendaraan yang harus dibayarkan. Dia diminta menyiapkan dana sekitar Rp 20 juta untuk "menebus" hadiahnya tersebut.

"Seandainya dananya belum ada, bisa dibicarakan dengan sales-nya. Namun diusahakan supaya mobilnya bisa diambil, mudah-mudahan ada jalan keluarnya," ucap ibu rumah tangga itu.

Dwi mendapatkan hadiah mobil Daihatsu Ayla hitam dalam acara Kebayoran Lama Fun Walk 2017 yang digelar Kecamatan Kebayoran Lama. Lomba gerak jalan itu dalam rangka HUT RI ke-72 dan HUT DKI ke-490.

Dwi memiliki dua orang anak, Alif, yang masih duduk di taman kanak-kanak, dan Aida, siswi kelas 5 sekolah dasar. Dia mengaku memiliki firasat akan membawa pulang hadiah saat mengikuti acara gerak jalan tersebut.

"Sudah ada feeling gitu. Sebenarnya, saya dan suami mengincar motor. Paling enggak, handphone-lah," tuturnya.

Sebelum namanya dipanggil saat pembagian hadiah, sudah ada tiga nama yang didiskualifikasi karena tidak berada di tempat. Dwi merupakan orang keempat yang dipanggil. "Mungkin sudah pada pulang, lelah. Alhamdulillah, rejeki dari Tuhan," katanya.

Novie Caturiady, yang berprofesi sebagai supir pribadi di daerah Cilandak, awalnya tidak percaya saat mendapat kabar bahwa istrinya memenangi hadiah mobil. "Sampai tetangga ramai yang datang kasih selamat, baru suami saya percaya. Dia kira bercanda," ujarnya.

Ibu rumah tangga itu mengatakan mobil tersebut akan dipakai untuk keperluan pribadi. Namun, kata dia, tidak menutup kemungkinan nanti akan dipakai untuk usaha. "Kalau ada keluarga yang mau pakai untuk taksi online, silakan. Lumayan hasilnya," ucapnya.

Dwi menuturkan, mobil tersebut akan dititip parkir di rumah tantenya. "Kebetulan ada bulik (tante) saya yang tinggal dekat sini, daerah Kostrad, rumahnya ada garasi," tuturnya.

Selain karena rumah kontrakan yang ia tinggali tidak cukup untuk parkir mobil, penitipan itu ia lakukan sebagai respons atas Peraturan Gubernur DKI Jakarta yang mengharuskan pemilik mobil mempunyai garasi.

ADAM PRIREZA


Selengkapnya
Grafis

Libur Nasional 2018 dan Waktu Cuti yang Cocok Kita Ambil

Libur Nasional 2018 dan Waktu Cuti yang Cocok Kita Ambil

Tempat-tempat yang patut dikunjungi saat libur nasional tahun 2018, tamasya semakin asyik bila kita memperpanjang waktu istirahat dengan mengambil cuti.