Jumat, 22 September 2017

Pelebaran Jalur Puncak, PHRI Bantu Siapkan Lahan Relokasi PKL  

Selasa, 12 September 2017 | 19:04 WIB
Kendaraan bermotor terjebak kemacetan panjang di Jalan Raya Puncak, Kabupaten Bogor, 6 Mei 2016. Polisi melakukan rekayasa lalu lintas dengan melakukan sistem buka tutup jalan untuk mengurai kemacetan. ANTARA/Yulius Satria Wijaya

Kendaraan bermotor terjebak kemacetan panjang di Jalan Raya Puncak, Kabupaten Bogor, 6 Mei 2016. Polisi melakukan rekayasa lalu lintas dengan melakukan sistem buka tutup jalan untuk mengurai kemacetan. ANTARA/Yulius Satria Wijaya.

TEMPO.CO, Bogor - Pemerintah Kabupaten Bogor, para pengusaha, pengelola wisata, serta Perhimpunan Hotel dan Restoran Indonesia (PHRI) di kawasan Puncak, Bogor, menyiapkan lahan relokasi untuk ribuan kios dan lapak pedagang kaki lima (PKL) yang terdampak proyek pelebaran jalur Puncak. Kios para PKL itu telah dibongkar petugas gabungan Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP).

Kepala Unit Satpol PP Kecamatan Megamendung Iwan Relawan mengatakan ada beberapa lahan di kawasan Puncak yang sudah disiapkan untuk merelokasi ribuan PKL yang kios dan lapaknya dibongkar Pemkab Bogor untuk pelebaran jalur Puncak.

Sejumlah lokasi yang sudah siap digunakan sebagai lahan untuk merelokasi di antaranya lahan perkebunan teh milik PT Sumber Sari Bumi Pakuan (SSBP) Ciliwung seluas 1 hektare. Lahan itu merupakan rest area wisatawan puncak.

Baca: Jalur Puncak Dilebarkan, Sebanyak 1.300 Bangunan Bakal Digusur

"Mereka sudah menyatakan bersedia menyediakan lahan itu kepada Pemkab Bogor. Rencananya, lahan 1 hektare itu dapat menampung 800 lapak PKL," kata Iwan.

Lokasi lain yang sudah disiapkan untuk tempat relokasi PKL Puncak adalah lahan milik Taman Wisata Matahari (TWM) yang bisa menampung 200 lapak. Selain itu, Hotel The Rizen Puncak menyiapkan lahan untuk 200 PKL.

"Sayangnya, sebagian besar yang mengajukan diri untuk menempati lahan ini adalah warga dan pedagang dari luar Puncak. Sedangkan warga dan pedagang asli Puncak masih minim," ujarnya.

Ketua DPC PHRI Kabupaten Bogor Budi Sulistiyo mengatakan lembaganya mengimbau hotel-hotel di kawasan Puncak ikut menampung dan menyiapkan lapak agar dapat digunakan berjualan oleh PKL. "Sebagai bentuk kepedulian peningkatan ekonomi masyarakat Puncak, terutama pedagang yang lapaknya dibongkar Pemerintah Kabupaten Bogor untuk pelebaran jalan Puncak," ucapnya.

Baca: Jalan Puncak Diperlebar, Pemkab Bogor Bongkar Ratusan Lapak PKL 

Dia mengatakan, banyak hotel di kawasan Puncak yang menyatakan siap menampung dua PKL yang lapaknya dibongkar. "Namun, berdasarkan kesepakatan, setiap hotel hanya dua PKL serta digunakan untuk pedagang buah, sayur, oleh-oleh, dan cenderamata, tidak digunakan untuk lapak tambal ban dan rokok," tuturnya.

M. SIDIK PERMANA


Selengkapnya
Grafis

Libur Nasional 2018 dan Waktu Cuti yang Cocok Kita Ambil

Libur Nasional 2018 dan Waktu Cuti yang Cocok Kita Ambil

Tempat-tempat yang patut dikunjungi saat libur nasional tahun 2018, tamasya semakin asyik bila kita memperpanjang waktu istirahat dengan mengambil cuti.