Jumat, 22 September 2017

Masjid Al Mubarokah Hampir Rampung, Djarot: Ini Janji ke Pak Ahok

Rabu, 13 September 2017 | 07:23 WIB
Gubernur DKI Jakarta Djarot Saiful Hidayat meresmikan model penampungan dan pemotongan hewan kurban di Masjid Jami' Baiturrahman Al-Haq, Pesanggrahan, Jakarta Selatan, 1 September 2017. TEMPO/Larissa

Gubernur DKI Jakarta Djarot Saiful Hidayat meresmikan model penampungan dan pemotongan hewan kurban di Masjid Jami' Baiturrahman Al-Haq, Pesanggrahan, Jakarta Selatan, 1 September 2017. TEMPO/Larissa.

TEMPO.CO, Jakarta - Gubernur DKI Jakarta Djarot Saiful Hidayat meninjau lokasi pembangunan Masjid Jami Al-Mubarokah Kalijodo, Jalan Jembatan II Barat, Angke, Tambora, Jakarta Barat. Masjid tersebut rencananya akan diresmikan pada 3 Oktober 2017 mendatang.

Dalam peninjauannya itu, Djarot terlihat antusias memperhatikan detail pembangunan. Pasalnya, dia merasa lega karena masjid yang tengah dibangun tersebut merupakan janjinya untuk mantan gubernur terdahulu, Basuki Tjahaja Purnama atau Ahok.
Baca : Djarot Minta Lokasi PKL di Kota Tua Ditanami Pohon Gemuk, Sebab..

"Jadi, janji saya dengan Pak Ahok sudah dipenuhi betul untuk membangun ini,” kata Djarot saat meninjau Masjid Jami Al-Mubarokah, Selasa, 12 September 2017.

Masjid tersebut merupakan utang Ahok kepada warga Kalijodo saat pembongkaran terjadi. Masjid tersebut turut menjadi salah satu bangunan yang rata dengan tanah. Saat itu, Ahok menjanjikan akan membuat masjid yang lebih besar dan layak.

Pembangunan masjid tersebut berdiri tepat di seberang Ruang Publik Terbuka Ramah Anak dan Ruang Terbuka Hijau Kalijodo. Di antara kedua bangunan itu dipotong oleh sebuah jalan raya. Pembangunan tersebut, kata Djarot, telah dibicarakan dengan Dewan Kemakmuran Masjid (DKM) Masjid Al-Mubarokah.
Simak : Kasus Bayi Debora, Djarot Jadikan BPJS Syarat Izin Operasional RS


“Saya sudah janjikan akan dipindahkan ke sana. Karena wakti itu, kami menjadi jaminan bahwa masjid akan kami bangun. Kalau di sini terus tidak bagus. Lebih baik di sana,” ujar Djarot.

Sebelum dibongakar, masjid tersebut luasnya hanya sekitar 150 meter persegi. Namun, setelah dipindahkan Pemprov DKI Jakarta membangun masjid seluas 600 meter persegi. Adapun luas lahannya diperkirakan mencapai 2 ribu meter persegi.

Untuk pembiayaan pembangunan masjid, Pemprov DKI Jakarta tidak menggunakan anggaran dari Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD), melainkan dari kewajiban pengembang.

Setelah bangunan masjid rampung, Djarot meminta agar ada jembatan penyeberangan orang (JPO) untuk menghubungkan masjid dengan RPTRA Kalijodo.

Jembatan tersebut, kata Djarot, dibuat karena masjid punya jemaah juga di kampung seberangnya. Selain itu, masyarakat mengeluhkan banyak terjadi kecelakaan di area tersebut.
Baca juga : Musim Hujan, Djarot Antisipasi Genangan pada Proyek Pembangunan 

Adapun pembangunan JPO tidak masuk anggaran daerah 2017. Namun, kata Djarot, pembiayaannya telah dialokasikan dalam anggaran daerah 2018 dalam paket pembangunan JPO. Djarot meminta dalam anggaran tersebut, salah satu JPO diletakkan di antara taman Kalijodo dan Masjid Al-Mubarokah.

“Saya minta, satu JPO ditempatkan di sini karena ini vital. Dari warga tadi minta ada JPO karena banyak kecelakaan orang saat menyeberang di sini,” demikian Djarot.

LARISSA HUDA


Selengkapnya
Grafis

Libur Nasional 2018 dan Waktu Cuti yang Cocok Kita Ambil

Libur Nasional 2018 dan Waktu Cuti yang Cocok Kita Ambil

Tempat-tempat yang patut dikunjungi saat libur nasional tahun 2018, tamasya semakin asyik bila kita memperpanjang waktu istirahat dengan mengambil cuti.