Dua Guru JIS Berkeras Tak Bersalah  

Reporter

Editor

Febriyan

Senin, 14 Juli 2014 15:45 WIB

Tersangka kekerasan seksual, Neil Bantleman bersama istri saat aksi solidaritas para pengajar dan staf di JIS, Jakarta, 14 Juli 2014. Tempo/Dian Triyuli Handoko

TEMPO.CO, Jakarta - Dua pengajar di Jakarta International School yang ditetapkan sebagai tersangka oleh Kepolisian Daerah Metro Jaya berkeras tak terlibat dalam aksi pelecehan seksual terhadap tiga murid taman kanak-kanak di tempatnya bekerja. Neil Bentlemen dan Ferdinand Tjiong mengatakan hingga saat ini polisi sebenarnya tak memiliki bukti soal keterlibatan mereka. (Baca: Hotman Paris Bilang Oh My God!)

"Saya sudah bekerja sama dengan polisi dengan menjawab pertanyaan penyidik. Tapi bukti tidak pernah ditunjukkan," ujar Ferdinand saat akan diperiksa di Polda Metro Jaya. "Tidak ada bukti. Saya harap hari ini kami dapat melihat bukti yang mereka tuduhkan atau yang menurut mereka dapat menjadi alat bukti," tutur Neil dalam kesempatan yang sama.

Kuasa hukum guru JIS, Hotman Paris Hutapea, yang turut mendampingi kedua guru mengatakan kliennya ditetapkan sebagai tersangka terkait dengan gugatan perdata yang diajukan oleh ibu korban. Sebab, polisi tidak pernah menunjukkan alat bukti selain laporan korban. Sedangkan untuk menetapkan tersangka berdasarkan KUHAP diperlukan dua alat bukti. "Ini seratus persen bukti yang ditunjukkan sepihak dari kesaksian korban," ujar Hotman.

Kasus pelecehan seksual di JIS terungkap setelah seorang wali murid TK melapor bahwa anaknya telah menjadi korban. Awalnya, polisi menetapkan enam penjaga kebersihan JIS sebagai tersangka. Namun belakangan, dua orang tua murid lainnya melaporkan pelecehan seksual juga terjadi pada anaknya. Dari pengakuan korban kedua dan ketiga inilah nama Neil dan Ferdinand awalnya muncul.

Polda Metro Jaya sebelumnya sudah melakukan sejumlah pemeriksaan terhadap dua pengajar ini. Selain itu, mereka juga sudah menggeledah sejumlah ruangan di kantor TK JIS di Pondok Indah, Jakarta Selatan.

APRILIANI GITA FITRIA




Berita Lainnya:
Juru Parkir Monas yang Dibakar Tentara Meninggal
Hari Ini Siswa SMA 3 Demo Sekolah
Perampok Bersenjata Api di Bekasi Ambil Emas 100 Gram
Jenazah Juru Parkir Monas Diterbangkan ke Aceh
Awas, Tiket Mudik Palsu
Pembuatan Waduk Marunda Terhenti
Guru JIS Siap Diperiksa Polda

Berita terkait

10 Perilaku Pasangan yang Merendahkan Anda dan Hubungan, Jangan Ditoleransi

36 hari lalu

10 Perilaku Pasangan yang Merendahkan Anda dan Hubungan, Jangan Ditoleransi

Anda sering terluka atau mempertanyakan harga diri. Berikut perilaku pasangan yang menjadi sinyal Anda harus bersikap tegas dalam hubungan.

Baca Selengkapnya

Tanggapan Pihak Johnny Depp atas Tuduhan Pelecehan Verbal dari Lawan Mainnya

38 hari lalu

Tanggapan Pihak Johnny Depp atas Tuduhan Pelecehan Verbal dari Lawan Mainnya

Tanggapan Johnny Depp setelah dituduh melakukan pelecehan verbal terhadap lawan mainnya di lokasi syuting film Blow yang dirilis 23 tahun lalu.

Baca Selengkapnya

Mantan Produser Nickelodeon Minta Maaf Atas Perilakunya yang Diungkap Serial Quiet On Set

40 hari lalu

Mantan Produser Nickelodeon Minta Maaf Atas Perilakunya yang Diungkap Serial Quiet On Set

Mantan Produser Nickelodeon, Dan Schneider terseret kasus pelecehan, seksisme, rasisme, dan perlakuan tidak pantas terhadap artis cilik.

Baca Selengkapnya

Fakultas Filsafat UGM Dalami Dugaan Kekerasan Seksual Mahasiswa dengan Korban 8 Orang

41 hari lalu

Fakultas Filsafat UGM Dalami Dugaan Kekerasan Seksual Mahasiswa dengan Korban 8 Orang

Fakultas Filsafat UGM menunggu laporan dari para korban untuk penanganan yang lebih tepat dan cepat.

Baca Selengkapnya

Kilas Balik Kasus Pungli di Rutan KPK, Terbongkarnya Diawali Kejadian Pelecehan Seksual

43 hari lalu

Kilas Balik Kasus Pungli di Rutan KPK, Terbongkarnya Diawali Kejadian Pelecehan Seksual

KPK telah menetapkan 15 tersangka kasus pungutan liar di rumah tahanan KPK. Berikut kilas baliknya, diawali kejadian pelecehan seksual.

Baca Selengkapnya

Dugaan Pelecehan oleh Rektor Universitas Pancasila, Polisi Periksa 15 Saksi

54 hari lalu

Dugaan Pelecehan oleh Rektor Universitas Pancasila, Polisi Periksa 15 Saksi

Rektor Universitas Pancasila nonaktif Edie Toet Hendratno dilaporkan dua orang atas dugaan pelecehan

Baca Selengkapnya

Dugaan Pelecehan Seksual Oleh Dokter di Palembang, Pelapor akan Serahkan Barang Bukti

59 hari lalu

Dugaan Pelecehan Seksual Oleh Dokter di Palembang, Pelapor akan Serahkan Barang Bukti

Perkara dugaan pelecehan seksual oleh dokter di salah satu rumah sakit di Jakabaring, Palembang, terus bergulir di Polda Sumatera Selatan

Baca Selengkapnya

Datangi Polda, Rektor Universitas Pancasila Edie Toet Bantah Lakukan Pelecehan Seksual

29 Februari 2024

Datangi Polda, Rektor Universitas Pancasila Edie Toet Bantah Lakukan Pelecehan Seksual

Rektor Universitas Pancasila nonaktif, Edie Toet Hendratno, 72 tahun, memenuhi panggilan polisi untuk diperiksa di kasus dugaan pelecehan seksual

Baca Selengkapnya

Rektor Universitas Pancasila Diperiksa Hari Ini, Korban Bantah Ada Motif Politik

29 Februari 2024

Rektor Universitas Pancasila Diperiksa Hari Ini, Korban Bantah Ada Motif Politik

Pengacara rektor Universitas Pancasila menuding ada motif politik karena isu pelecehan seksual ini mencuat jelang pemilihan rektor.

Baca Selengkapnya

Yayasan Minta Rektor Universitas Pancasila Kooperatif Jalani Proses di Polisi soal Dugaan Pelecehan

27 Februari 2024

Yayasan Minta Rektor Universitas Pancasila Kooperatif Jalani Proses di Polisi soal Dugaan Pelecehan

Yayasan Universitas Pancasila meminta rektor nonaktif ETH kooperatif menjalani proses di kepolisian dalam kasus dugaan pelecehan seksual

Baca Selengkapnya