Marak Politik Uang di Pilkada, Massa Datangi Panwaslu Bogor

Selasa, 3 Juli 2018 18:33 WIB

Petugas Satpol PP menurunkan dan mencopot spanduk peraga kampanye pilkada di Jalan Raya Puncak, Ciawi, Kabupaten Bogor, Jawa Barat, Ahad, 24 Juni 2018. Alat peraga kampanye akan ditertibkan saat memasuki masa tenang pilkada 2018 selama tiga hari pada 24-26 Juni. ANTARA

TEMPO.CO, Bogor – Ratusan orang yang mengatasnamakan Masyarakat Forum Pilkada Bersih menggeruduk Kantor Panitia Pengawasan Pemilu (Panwaslu) Kabupaten Bogor, Selasa 3 Juli 2018. Mereka menuntut transparansi penyelesaian dugaan pelanggaran pelaksanaan Pilkada 2018.

“Ini satu bentuk kekecewaan kami terhadap sikap Panwaslu Kabupaten Bogor yang dinilai tidak bersih dalam mengawasi pelaksanaan pilkada,” kata koordinator aksi, Imam Wijaya, kepada Tempo, Selasa 3 Juli 2018.

Baca:
Hitung Cepat, Pasangan Hadits Unggul di Kabupaten Bogor

Menurut Imam, banyak laporan masyarakat tidak ditindaklanjuti oleh Panwaslu. Laporan mulai dari praktik politik uang (money politic) hingga keterlibatan aparatur sipil negara yang memihak satu pasangan calon. “Tapi sampai saat ini tak ada yang diproses,” kata Imam.

Demonstrasi dimulai pada Pukul 14.00 WIB. Massa membentangkan spanduk sembari berorasi dan sempat melempari kantor Panwaslu dengan telur sebagai bentuk kekecewaan.

Baca juga:
Polisi Lacak Jaringan Tersangka Begal Sepeda Mahal

Koordinator Divisi Hukum dan Penindakan Pelanggaran Panwaslu Kabupaten Bogor, Irfan Firmansyah, mengakui ada pelaporan terkait dugaan pelanggaran pelaksanaan Pilkada. Tapi tidak ada yang naik ke proses penyidikan karena dianggap tak disertai bukti.

Termasuk di antara laporan itu adalah tentang enam kepala desa dan tim sukses yang bagi-bagi uang pasca pemilihan Rabu 27 Juni 2018 lalu. “Tapi saat kami meminta yang menerima uang dihadirkan tidak ada, sehingga pelaporannya lemah,” katanya.

Baca juga:
Main Pecat Guru Usai Pilkada, Begini Nasib Pengurus Yayasan di Bekasi

Irfan menjelaskan, jika alat bukti dan unsur tidak terpenuhi maka Panwaslu tidak bisa memaksakan untuk menaikan ke tahap penyidikan, “Karena bisa dibilang kriminalisasi kan,” kata Irfan.

Irfan mengatakan, dari 37 laporan di Panwaslu, baru 1 laporan yang ditindaklanjuti dan diteruskan ke instansi terkait guna penerapan sanksi selanjutnya. Kasus itu melibatkan seorang pegawai negeri sipil di Kecamatan Ciseeng.

“Diduga kampanye mendukung satu calon, sehingga kami tindaklanjuti dan serahkan ke instansi terkait,” kata Irfan.

Berita terkait

Seleksi CPNS Diminta Ditunda hingga Usai Pilkada, Rentan Menjadi Komoditas Politik

3 jam lalu

Seleksi CPNS Diminta Ditunda hingga Usai Pilkada, Rentan Menjadi Komoditas Politik

Ketua Ombudsman RI Mokhammad Najih menyarankan agar rekrutmen calon pegawai negeri sipil (CPNS) ditunda hingga Pilkada selesai.

Baca Selengkapnya

Tito Karnavian Pastikan Pilkada Serentak Digelar 27 November 2024

19 jam lalu

Tito Karnavian Pastikan Pilkada Serentak Digelar 27 November 2024

Mendagri Tito Karnavian mengatakan sebelumnya memang ada wacana yang muncul untuk mempercepat pelaksanaan Pilkada.

Baca Selengkapnya

Muhaimin Sebut 2 Kader Golkar Ini Daftar di PKB untuk Pilkada 2024

21 jam lalu

Muhaimin Sebut 2 Kader Golkar Ini Daftar di PKB untuk Pilkada 2024

Dua kader Golkar ini melamar jadi calon gubernur Banten dan Jakarta lewat PKB. Muhaimin Iskandar sebut belum jamin akan berkoalisi.

Baca Selengkapnya

12 Nama Daftar Pilkada Solo Lewat PDIP, dari Kader Partai hingga Pedagang Baut

1 hari lalu

12 Nama Daftar Pilkada Solo Lewat PDIP, dari Kader Partai hingga Pedagang Baut

PDIP telah membuka pendaftaran dan penyaringan bakal calon wali kota dan wakil wali kota Solo. Sebanyak 12 orang telah mendaftar.

Baca Selengkapnya

Kata Politikus PAN, Demokrat, dan PDIP soal Cawagub Pendamping Khofifah

1 hari lalu

Kata Politikus PAN, Demokrat, dan PDIP soal Cawagub Pendamping Khofifah

Politikus sejumlah partai politik angkat bicara soal cawagub pendamping Khofifah di Pilkada Jawa Timur. Siapa orangnya?

Baca Selengkapnya

Golkar Depok Umumkan Dokter Ririn Farabi A Rafiq Maju di Pilkada 2024

1 hari lalu

Golkar Depok Umumkan Dokter Ririn Farabi A Rafiq Maju di Pilkada 2024

Ririn dianggap tokoh milenial muda yang dapat mewakili gender yang menjadi jumlah pemilih dominan di Pilkada 2024.

Baca Selengkapnya

PDIP Surabaya Usulkan ke DPP Inkumben Eri Cahyadi-Armuji Maju Pilkada Kota Surabaya

2 hari lalu

PDIP Surabaya Usulkan ke DPP Inkumben Eri Cahyadi-Armuji Maju Pilkada Kota Surabaya

PDIP Surabaya mengusulkan wali kota - wakil wali kota inkumben Eri Cahyadi-Armuji maju ke Pilkada Kota Surabaya 2024.

Baca Selengkapnya

Jajaki Koalisi dengan Partai Lain, Demokrat Incar Kursi Calon Wakil di Pilkada Jakarta

2 hari lalu

Jajaki Koalisi dengan Partai Lain, Demokrat Incar Kursi Calon Wakil di Pilkada Jakarta

Partai Demokrat bakal mengusung sejumlah kader muda di Pilkada Jakarta. Mengincar kursi Wakil Gubernur

Baca Selengkapnya

Respons Ketua DPW PSI Jawa Tengah soal Mosi Tidak Percaya dari 25 DPD

2 hari lalu

Respons Ketua DPW PSI Jawa Tengah soal Mosi Tidak Percaya dari 25 DPD

Disebutkan 25 DPD PSI di Jawa Tengah melayangkan mosi tidak percaya kepada DPW PSI Jawa Tengah. Begini respons ketua DPW PSI.

Baca Selengkapnya

4 Wajah Lama Ini Kembali Muncul dalam Bursa Bakal Calon Gubernur Pilkada 2024

3 hari lalu

4 Wajah Lama Ini Kembali Muncul dalam Bursa Bakal Calon Gubernur Pilkada 2024

Sejumlah nama bakal calon gubernur di Pilkada 2024 sudah mulai bermunculan, termasuk 4 wajah lama ini. Siapa saja mereka?

Baca Selengkapnya