Premanisme di Tanjung Priok, Sopir Kontainer: Naik ke Mobil Bawa Celurit

Reporter

Antara

Editor

Juli Hantoro

Kamis, 10 Juni 2021 20:10 WIB

Ilustrasi kecelakaan truk kontainer. TEMPO/Fahmi Ali

TEMPO.CO, Jakarta - Sopir kontainer yang sehari-hari bekerja hilir mudik di Dermaga Jakarta International Container Terminal (JICT) dan Terminal Peti Kemas Koja, di Pelabuhan Tanjung Priok, Jakarta Utara mengeluhkan premanisme dan pungutan liar atau pungli di kawasan pelabuhan.

Mereka menceritakan keluhan itu di depan Presiden Joko Widodo atau Jokowi.

Agung Kurniawan, seorang sopir kontainer mengisahkan soal premanisme dan kriminalitas yang kerap ditemui para sopir di pelabuhan.

"Pada saat macet, kawan-kawan ini diambillah barangnya, kalau di Tanjung Priok ini disebutnya asmoron Pak, ketika macet ambil barang dari kendaraan secara diam-diam, ada juga kalau terorganisir preman-premannya di daerah rawan naik ke atas mobil," kata Agung pada Kamis, 10 Juni 2021.

Agung mengatakan, barang kendaraan yang diambil seperti ban, aki, terkadang juga barang milik pribadi para sopir seperti telepon seluler serta uang. Hal ini terjadi pada saat kondisi macet. Bahkan, kata dia, ada orang yang tiba-tiba menaiki mobil dan membawa celurit serta menodong sopir.

Advertising
Advertising

"Ditodong, diminta barang-barang kita, 'handphone', dompet, uang jalan habis yang sering teman-teman dari luar kota," ungkap Agung.

Menurut Agung, warga sekitar tak ada yang berani menolong meski saat itu kondisi ramai.

"Dulu itu enggak ada yang berani menolong, Pak. Padahal itu depan, belakang, samping, kanan itu kan kendaraan semua, dan itu orang semua, dan itu sangat memprihatinkan, karena dia takut, kalau posisinya nanti dia membantu, preman-preman itu akan menyerang balik ke dirinya. Maka dia lebih memilih tutup kaca dan itu memprihatinkan sekali begitu, Pak," cerita Agung.

Menurut Agung, saat ini penodongan masih terjadi, tapi tidak seperti dulu. "Sudah terminimalisir, sekarang sudah saling kenal, ayo kita tolong barengg-bareng," ungkap Agung.

Seorang sopir lainnya, Abdul Hakim Sitompul mengatakan, soal premanisme ini akarnya adalah kemacetan. "Kalau lancar (premanisme) ini meungkin tidak ada, Pak. Jadi ini kendala kita ini kemacetan aslinya, Pak," ujar dia.

Ia pun mengisahkan kemacetan yang baru-baru ini terjadi. "Sampai sehari itu ada yang kena todong saat mengantre di jalan raya mulai Pos 8 sampai ke sana dari Utara, Cakung macet lagi, di situ kejadian premanisme," ujar Hakim.

Ia pun mengatakan tak ada kenyamanan untuk para sopir yang bekerja di Tanjung Priok. "Kami sakit hati sebenarnya Pak," ujar dia.

Presiden Jokowi langsung menelepon Kapolri Jenderal Listyo Sigit Prabowo terhadap keluhan premanisme di Tanjung Priok tersebut. "Saya sudah perintah langsung ke Kapolri untuk dicek ke lapangan," ujar Jokowi.

Baca juga: Polres Metro Jakarta Utara Peringatkan Ormas Tak Paksa Minta THR

Berita terkait

Respons Jokowi hingga Luhut Soal Komposisi Kabinet Prabowo

12 menit lalu

Respons Jokowi hingga Luhut Soal Komposisi Kabinet Prabowo

Jokowi mengatakan dia dan pihak lain boleh ikut berpendapat jika dimintai saran soal susunan kabinet Prabowo-Gibran.

Baca Selengkapnya

Sorotan Media Asing Soal Luhut Buka Kemungkinan Kewarganegaraan Ganda bagi Diaspora , Apa Alasan dan Syaratnya?

51 menit lalu

Sorotan Media Asing Soal Luhut Buka Kemungkinan Kewarganegaraan Ganda bagi Diaspora , Apa Alasan dan Syaratnya?

Menkomarinves Luhut Pandjaoitan buka kemungkinan kewarganegaraan ganda untuk diaspora. Apa saja alasan dan syaratnya?

Baca Selengkapnya

Ketahui 3 Aturan Baru Tentang Kepala Desa Dalam UU Desa

1 jam lalu

Ketahui 3 Aturan Baru Tentang Kepala Desa Dalam UU Desa

Pemerintah akhirnya mengesahkan UU Desa terbaru yang telah diteken Jokowi dan diwacanakan perubahannya sejak Mei 2022. Apa saja aturan barunya?

Baca Selengkapnya

Prabowo Ingin Buat Presidential Club, Tanggapan Jokowi hingga Pengamat Politik

1 jam lalu

Prabowo Ingin Buat Presidential Club, Tanggapan Jokowi hingga Pengamat Politik

Prabowo Subianto berkeinginan membuat klub kepresidenan atau presidential club

Baca Selengkapnya

Permintaan Tambah Masa Jabatan Kepala Desa Dikabulkan, Kok Bisa?

1 jam lalu

Permintaan Tambah Masa Jabatan Kepala Desa Dikabulkan, Kok Bisa?

Permintaan para kepala desa agar masa jabatannya ditambah akhirnya dikabulkan pemerintah. Samakah hasilnya dengan UU Desa?

Baca Selengkapnya

Perjalanan Ubah Regulasi Masa Jabatan Kepala Desa di UU Desa, Setelah Unjuk Rasa Menjelang Pemilu 2024

4 jam lalu

Perjalanan Ubah Regulasi Masa Jabatan Kepala Desa di UU Desa, Setelah Unjuk Rasa Menjelang Pemilu 2024

Masa jabatan kepala desa akhirnya diperpanjang dari 6 tahun menjadi 8 tahun. Beleid gres itu tertuang dalam UU Desa yang diteken Jokowi.

Baca Selengkapnya

Ragam Tanggapan atas Rencana Prabowo Bentuk Presidential Club

5 jam lalu

Ragam Tanggapan atas Rencana Prabowo Bentuk Presidential Club

Prabowo ingin menjaga silaturahmi kebangsaan dan menjadi teladan lewat presidential club.

Baca Selengkapnya

Jokowi Soal Susunan Kabinet Prabowo: Kalau Enggak Diminta Saran tapi Ikut Nimbrung, Enggak Boleh

12 jam lalu

Jokowi Soal Susunan Kabinet Prabowo: Kalau Enggak Diminta Saran tapi Ikut Nimbrung, Enggak Boleh

Menurut Jokowi, berbagai masukan tentang susunan kabinet mendatang itu boleh diberikan jika Prabowo meminta.

Baca Selengkapnya

Jokowi soal Rencana Pemberian Insentif Mobil Listrik: Masih Dibicarakan

14 jam lalu

Jokowi soal Rencana Pemberian Insentif Mobil Listrik: Masih Dibicarakan

Presiden Joko Widodo alias Jokowi buka suara soal kelanjutan rencana pemerintah memberi insentif untuk mobil hybrid.

Baca Selengkapnya

Nadiem Berterima Kasih ke Jokowi atas Dukungan terhadap Merdeka Belajar

14 jam lalu

Nadiem Berterima Kasih ke Jokowi atas Dukungan terhadap Merdeka Belajar

Nadiem mengatakan, semua keberhasilan gerakan Merdeka Belajar selama ini berkat dukungan dan arahan dari Presiden Jokowi.

Baca Selengkapnya