Belum Diperiksa, Ayah Fitriani: Saya Masih Berduka

Reporter

Jumat, 6 Februari 2015 06:53 WIB

Kerabat menunjukkan foto Layla Fitriani Ahmad (15), di kediamannya di Jakarta, 3 Februari 2015. Saat kejadian, Layla yang diboncengi ayahnya dengan sepeda motor, tiba-tiba terserempet iring-iringan bus polisi yang mengawal sidang Praperadilan Komjen Budi Gunawan di Kebayoran Baru, Jakarta Selatan. TEMPO/M IQBAL ICHSAN

TEMPO.CO , Jakarta: Korban kecelakaan bus polisi, Ahmad Guntur, 53 tahun, belum bisa memberi keterangan kepada polisi soal insiden yang terjadi di terowongan Jalan Trunojoyo, Kebayoran Baru, Jakarta Selatan. Insiden itu menyebabkan putrinya, Laiyla Fitriani Ahmad, 15 tahun, tewas.

Guntur mengatakan sudah ada polisi yang datang ke rumahnya dan meminta untuk memberikan keterangan. "Saya tolak. Saya lelah dan masih berduka," kata dia ketika dihubungi Tempo, Kamis 5 Februari 2015."Nanti sajalah itu."

Guntur menjelaskan, selain masih berduka, kondisi fisiknya belum memungkinkan. Pergelangan tangan kanan dan kelingking tangan kiri patah.

Rabu malam 4 Februari 2015, kata dia, saat acara tahlilan Laiyla, polisi juga datang ke rumahnya. Polisi mengembalikan motor Honda Supra Fit dengan nomor polisi B-1679-SJZ. "Mereka ikut tahlilan juga," kata dia.

Sebelumnya, Kepala Satuan Lalu Lintas Polres Metro Jakarta Selatan, Ajun Komisaris Besar Sutimin, mengatakan pihaknya membutuhkan keterangan saksi lain. Sejauh ini, sembilan saksi yang sudah diperiksa berasal dari kepolisian. "Kami butuh saksi yang netral, kalau ada masyarakat yang tahu kejadian itu, bisa sukarela untuk memberikan keterangan," kata dia, Selasa, 3 Februari 2015.

Insiden itu terjadi ketika Guntur menjemput putrinya dari Sekolah Menengah Kejuruan Negeri 15, Kebayoran Baru, menuju rumahnya di Jalan Haji Salim 1 nomor 3A, Radio Dalam.

Sepeda motor itu melaju pelan memasuki terowongan dan berada di kiri jalan. Saat berada di tanjakan setelah terowongan, Guntur mendengar suara sirene dan melihat iring-iringan bus polisi lewat kaca spionnya. Bus pertama melaju dengan kencang. Bus kedua yang ketinggalan jauh, kata dia, melaju lebih kencang dibanding bus pertama.

"Saat di tanjakan, mobil kedua itu menabrak motor saya dan langsung kabur," ujarnya. Bus ketiga dari iring-iringan itu kemudian berhenti. Guntur dan putrinya ditolong oleh bus polisi ketiga tersebut.

HUSSEIN ABRI YUSUF

Berita terkait

Pengendara Motor di Depok Jadi Korban Tabrak Lari Kendaraan Dinas Polisi

5 hari lalu

Pengendara Motor di Depok Jadi Korban Tabrak Lari Kendaraan Dinas Polisi

Seorang pengendara motor di Depok jadi korban tabrak lari kendaraan dinas polisi. Korban alami luka serius dan harus dirawat di rumah sakit.

Baca Selengkapnya

VIral Tabrak Lari di Bekasi, Pengemudi Yaris Panik Diteriaki Warga Usai Serempetan hingga Tabrak Belasan Kendaraan

17 hari lalu

VIral Tabrak Lari di Bekasi, Pengemudi Yaris Panik Diteriaki Warga Usai Serempetan hingga Tabrak Belasan Kendaraan

Polres Metro Bekasi Kota menyatakan, total ada 2 mobil dan 11 sepeda motor yang menjadi korban tabrak lari akibat pengemudi panik diteriaki warga.

Baca Selengkapnya

Viral Pengemudi Ford Ecosport Pecah Ban Nyaris Dihakimi Warga Depok, Polisi Bantah Ada Tabrak Lari

49 hari lalu

Viral Pengemudi Ford Ecosport Pecah Ban Nyaris Dihakimi Warga Depok, Polisi Bantah Ada Tabrak Lari

Pengemudi mobil nyaris diamuk massa di Parung Bingung Depok, karena ada yang meneriakinya tabrak lari sehingga menyulut emosi warga lain.

Baca Selengkapnya

Keluarga Korban Tabrak Lari di Bekasi Kecewa Vonis Ringan Anggota TNI yang Hilangkan Nyawa Orang Tuanya

19 Desember 2023

Keluarga Korban Tabrak Lari di Bekasi Kecewa Vonis Ringan Anggota TNI yang Hilangkan Nyawa Orang Tuanya

Keluarga korban tabrak lari yang dilakukan anggota TNI itu berharap kasus ini dibawa ke tingkat banding.

Baca Selengkapnya

Majelis Hakim Ungkap Alasan Vonis TNI Penabrak Pasutri Lansia Lebih Ringan dari Tuntutan Oditur

18 Desember 2023

Majelis Hakim Ungkap Alasan Vonis TNI Penabrak Pasutri Lansia Lebih Ringan dari Tuntutan Oditur

Majelis hakim mengungkap alasan memberi hukuman lebih ringan kepada TNI pelaku tabrak lari pasutri lansia.

Baca Selengkapnya

3 Hal yang Memberatkan Anggota TNI Tabrak Lari Pasutri Lansia di Bekasi

18 Desember 2023

3 Hal yang Memberatkan Anggota TNI Tabrak Lari Pasutri Lansia di Bekasi

Selain dihukum 1 tahun 6 bukan penjara, anggota TNI itu juga dipecat dari militer.

Baca Selengkapnya

Anggota TNI Tabrak Pasutri Lansia di Bekasi Jalani Sidang Vonis Hari Ini

18 Desember 2023

Anggota TNI Tabrak Pasutri Lansia di Bekasi Jalani Sidang Vonis Hari Ini

Anggota TNI yang diduga menabrak pasutri lansia di Bekasi dijadwalkan menjalani sidang vonis hari ini.

Baca Selengkapnya

Jelang Vonis Hakim, Keluarga Korban Tabrak Lari oleh Anggota TNI Berharap Keadilan

17 Desember 2023

Jelang Vonis Hakim, Keluarga Korban Tabrak Lari oleh Anggota TNI Berharap Keadilan

Rendra Falentino anak sulung korban tabrak lari hingga tewas oleh anggota TNI berharap agar Majelis Hakim bisa menegakkan keadilan.

Baca Selengkapnya

Besok Sidang Vonis Anggota TNI Tabrak Lari Pasutri Lansia Hingga Tewas, Terdakwa Minta Tidak Dipecat dari TNI

17 Desember 2023

Besok Sidang Vonis Anggota TNI Tabrak Lari Pasutri Lansia Hingga Tewas, Terdakwa Minta Tidak Dipecat dari TNI

Terdakwa anggota TNI yang tabrak lari lansia hingga tewas minta tidak dipecat dari TNI.

Baca Selengkapnya

Dituntut 2 Tahun Penjara, Anggota TNI yang Tabrak Lari Lansia di Bekasi Ajukan Keringanan

5 Desember 2023

Dituntut 2 Tahun Penjara, Anggota TNI yang Tabrak Lari Lansia di Bekasi Ajukan Keringanan

Anggota TNI yang menabrak pasangan suami istri lansia di Bekasi mengajukan keringanan.

Baca Selengkapnya