Dulu Menolak, Kini Warga Kampung Pulo Berebut Kunci Rusun

Reporter

Editor

Suseno TNR

Senin, 8 Juni 2015 12:41 WIB

Warga korban penggusuran waduk ria rio memasukkan perabotan dan alat-alat rumah tangga miliknya ke rusunawa Jatinegara kaum, Jakarta, 17 November 2014. TEMPO/Dasril Roszandi

TEMPO.CO, Jakarta - Warga Kampung Pulo, Jatinegara, Jakarta Timur, mengikuti pengundian untuk mendapatkan kunci Rumah Susun Jatinegara Barat. Mereka terlihat antusias agar bisa segera pindah ke tempat tinggal baru. "Saya semangat tak sabar mau pindah," kata Heru, warga Kampung Pulo RW 02, Ahad, 7 Juni 2015.

Heru mendapat satu unit di tower A lantai 7 nomor 2. Nantinya, unit yang terdiri dari dua kamar tidur, satu kamar mandi, dapur, dan ruang tengah ini akan ditempati keluarganya. Dia berharap bisa memboyong keluarganya pindah sebelum Hari Raya Idul Fitri.

Kepala UPT Rumah Susun Wilayah 3, Sayid Ali, mengatakan sejauh ini sudah lebih dari setengah jumlahnya yang ikut undian dari total 475 bidang yang terkena gusuran. Ada 518 unit rusun di dua tower dan 16 lantai yang dipersiapkan untuk warga Kampung Pulo.

"Awalnya masyarakat sempat resisten, tapi sekarang mereka semangat karena mau punya rumah baru," kata Sayid.

Sayid juga akan mengecek kondisi rusun secara berkala untuk mencegah ada oknum yang menyewakan unit ke pihak lain. Selain itu, calon penghuni juga telah menandatangani surat pernyataan soal sewa unit. "Jika mereka kedapatan melanggar perjanjian, mereka langsung diusir," kata Sayid.

Warga Kampung Pulo akan menempati unit mulai dari lantai 3 hingga lantai 16. Sedangkan, lantai 1-2 diperuntukkan bagi fasilitas umum seperti mushola, ruang kesehatan, dan kegiatan sosial lainnya. Dua tower ini pun akan dibentuk 8 RT dan 1 RW. "Nanti dibicarakan setelah semua warga Kampung Pulo menempati unit rusun," kata Sayid.

Sayid juga mengatakan, warga Kampung Pulo dibebaskan uang sewa rusun selama tiga bulan pertama. Selanjutnya, mereka diwajibkan membayar iuran pengelolaan lingkungan (IPL) sebesar Rp 300 ribu atau dicicil selama Rp 10 ribu per hari. Pembayaran dilakukan secara autodebet melalui Bank DKI. Sedangkan, penggunaan air dan listrik dibebankan secara personal melalui token pulsa.

YOLANDA RYAN ARMINDYA

Berita terkait

Kementerian PUPR: Progres Rusun ASN di IKN Rata-rata Capai 40 Persen

5 hari lalu

Kementerian PUPR: Progres Rusun ASN di IKN Rata-rata Capai 40 Persen

Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) mengungkapkan progres pembangunan rumah susun (Rusun) ASN di di IKN rata-rata capai 40 persen.

Baca Selengkapnya

Ketua DPRD DKI Jakarta Dorong Pembangunan Rusun Mix Use Development

5 hari lalu

Ketua DPRD DKI Jakarta Dorong Pembangunan Rusun Mix Use Development

Ketua DPRD DKI Prasetyo Edi Marsudi mengatakan pembangunan rumah susun dapat mengatasi daerah kumuh di Jakarta.

Baca Selengkapnya

Polisi Tetapkan Ketua Kampung Bayam Furqon Sebagai Tersangka

22 hari lalu

Polisi Tetapkan Ketua Kampung Bayam Furqon Sebagai Tersangka

Jakpro melaporkan Ketua Kelompok Tani Kampung Bayam Furqon dengan tuduhan pencurian, perusakan, dan penempatan rumah susun tanpa izin.

Baca Selengkapnya

Terkini: Ekonom Kritisi Pemerintah yang Kambinghitamkan Harga Beras Akibat El Nino, Beras di Era Jokowi Termahal Sepanjang Sejarah

27 Februari 2024

Terkini: Ekonom Kritisi Pemerintah yang Kambinghitamkan Harga Beras Akibat El Nino, Beras di Era Jokowi Termahal Sepanjang Sejarah

IDEAS menilai terdapat tendensi dari banyak pejabat pemerintah untuk menganggap wajar tingginya harga beras saat ini dengan alasan faktor El Nino.

Baca Selengkapnya

Alasan Warga Eks Kampung Bayam Tolak Opsi Rusun Heru Budi, Bukan karena Tarif Sewa

28 Januari 2024

Alasan Warga Eks Kampung Bayam Tolak Opsi Rusun Heru Budi, Bukan karena Tarif Sewa

Warga eks Kampung Bayam kelompok Furkon menyatakan sudah buat kesepakatan tarif sewa di HPPO JIS Rp 600 ribu per bulan.

Baca Selengkapnya

Warga Kampung Bayam Sepakat Tolak Rencana Heru Budi Bangun Rusun Baru di Tanjung Priok

27 Januari 2024

Warga Kampung Bayam Sepakat Tolak Rencana Heru Budi Bangun Rusun Baru di Tanjung Priok

Warga eks Kampung Bayam yang tergabung dalam kelompok tani binaan maupun PWKB sepakat menolak solusi dari Heru Budi Hartono.

Baca Selengkapnya

Heru Budi Siapkan Rusun di Nagrak, Pasar Rumput, dan Tanah Pasir untuk Warga Eks Kampung Bayam

26 Januari 2024

Heru Budi Siapkan Rusun di Nagrak, Pasar Rumput, dan Tanah Pasir untuk Warga Eks Kampung Bayam

Solusi itu, kata Heru Budi, muncul setelah pihaknya mendengar aspirasi baik masyarakat maupun PT Jakarta Propertindo selaku pemilik bangunan.

Baca Selengkapnya

Akses Jalan Rusun Diberi Pita Garis Kuning, Warga Eks Kampung Bayam Tak Diberi Akses Lagi

24 Januari 2024

Akses Jalan Rusun Diberi Pita Garis Kuning, Warga Eks Kampung Bayam Tak Diberi Akses Lagi

Kelompok Petani Kampung Bayam Madani (KPKBM) yang merupakan Warga eks Kampung Bayam mengaku tak diberi akses keluar masuk ke Kampung Susun Bayam.

Baca Selengkapnya

Top 3 Metro: Jakpro Sebut Semua Warga Jakarta Bisa Tinggal di Rusun JIS, Iklan Anies di Videotron yang Hilang Kini Muncul di LED Truck

22 Januari 2024

Top 3 Metro: Jakpro Sebut Semua Warga Jakarta Bisa Tinggal di Rusun JIS, Iklan Anies di Videotron yang Hilang Kini Muncul di LED Truck

Dirut Jakpro sebut fungsi rusun, yang sempat disebut Kampung Susun Bayam itu, sebagai hunian untuk pekerja Jakarta International Stadium (JIS).

Baca Selengkapnya

Kisah Kampung Susun Akuarium, Mengapa Ahok Dulu Menggusur Kampung Akuarium?

12 Januari 2024

Kisah Kampung Susun Akuarium, Mengapa Ahok Dulu Menggusur Kampung Akuarium?

Saat Gubernur DKI Ahok, Kampung Akuarium mengalami penggusuran. Apa Alasannya? Sekarang telah berdiri Kampung Susun Akuarium.

Baca Selengkapnya