Sidang Pembunuhan Eno, Jaksa Bacakan Tuntutan terhadap RA  

Reporter

Editor

Grace gandhi

Jumat, 10 Juni 2016 06:53 WIB

Ilustrasi. legaljuice.com

TEMPO.CO, Jakarta - Tim Jaksa Penuntut Umum Kejaksaan Negeri Tangerang, terdiri Jaksa M.Ikbal Hadjarati, Agus Kurniawan, Taufik Hidayat, dan Putri Wulan Wigati, hari ini Jumat, 10 Juni 2016 akan membacakan surat tuntutan terhadap RA. RA adalah terdakwa pembunuh Eno Farihah.

Jaksa Ikbal mengatakan timnya telah bekerja keras menyusun tuntutan berdasarkan surat dakwaan dan fakta di persidangan yang diperkuat alat bukti.

"Kami tuntut maksimal" kata Ikbal, pagi ini.

Alat bukti ini dijadikan 'senjata' bagi jaksa untuk menjerat RA dengan hukuman penjara itu adalah adanya peran RA dalam kasus pembunuhan disertai tindak pidana kekerasan fisik dan seksual.

Adapun alat bukti dimaksud adalah berupa surat visum yang menyatakan ada air liur RA yang menempel pada dada sebelah kiri korban. Dan alat bukti kedua berupa keterangan ahli yang menyebutkan darah Eno menempel pada tangan kanan RA.

RA menggigit dada kiri korban dan air liurnya menempel dan bekas gigitan itu meninggalkan struktur gigi yang identik gigi RA.

Adapun darah Eno menempel pada tangan RA. Darah yang menempel itu kemudian oleh RA diusapkan pada tembok kamar kos dan sidik jarinya menempel di sana identik dengan tangan RA.

Isi dakwaan itu dipertanyakan oleh penasihat hukum RA. Apalagi ahli forensik tidak dihadirkan sebagai saksi di persidangan.

"Benar tidak itu air liur RA, kami meragukan itu," kata Alfan Sari kepada Tempo.

Namun Kejaksaan tetap pada pokok dakwaan dan fakta persidangan bahwa RA ada dalam lokasi pada malam pembunuhan itu.

Kepala Seksi Pidana Umum Kejaksaan Negeri Tangerang Andri Wiranofa angkat bicara."Kami punya alat bukti lain yang memperkuat, adanya kesaksian Imam yang melihat RA sedang di atas paha korban," ujar Andri.

RA menjalani sidang secara maraton sejak Selasa, 7 Juni 2016. Sidang yang dipimpin Hakim R.A. Suharni digelar tertutup untuk umum karena RA masih di bawah umur.

Eno diperkosa dan dibunuh di mes karyawati pabrik plastik PT Polyta Global Mandiri di Jalan Raya Prancis Pergudangan 8, Desa Jatimulya, Kecamatan Kosambi, Kabupaten Tangerang, pada Kamis malam, 12 Mei 2016. Korban ditemukan tewas mengenaskan pada Jumat pagi, 13 Mei 2016. Polisi kemudian menetapkan RA dan dua orang Rahmat Arifin bin Hartono dan Imam Harpriadi bin Muki alias Gemuk sebagai pelaku pembunuhan berencana.

AYU CIPTA






Berita terkait

Suami Mutilasi Istri di Ciamis, Polisi Siapkan Tim Khusus Periksa Kejiwaan Tarsum

24 menit lalu

Suami Mutilasi Istri di Ciamis, Polisi Siapkan Tim Khusus Periksa Kejiwaan Tarsum

Tarsum mengakui telah membunuh dan memutilasi istrinya sendiri

Baca Selengkapnya

Terkuak, Alasan Ayah di Bekasi Hantam Anak Kandung dengan Linggis Hingga Tewas

1 jam lalu

Terkuak, Alasan Ayah di Bekasi Hantam Anak Kandung dengan Linggis Hingga Tewas

Seorang ayah di Bekasi berinsial N, 61 tahun, menghantam anak kandungnya sendiri berinisial C, 35 tahun menggunakan linggis hingga tewas.

Baca Selengkapnya

Polisi Duga Suami Mutilasi Istri di Ciamis Karena Depresi Masalah Ekonomi

5 jam lalu

Polisi Duga Suami Mutilasi Istri di Ciamis Karena Depresi Masalah Ekonomi

Polres Ciamis Jawa Barat, belum dapat memastikan motif pembunuhan dan mutilasi oleh suami ke istri di Dusun Sindangjaya.

Baca Selengkapnya

Ayah di Bekasi Hantam Anak dengan Linggis Hingga Tewas Gara-gara Cekcok Urusan Menantu

6 jam lalu

Ayah di Bekasi Hantam Anak dengan Linggis Hingga Tewas Gara-gara Cekcok Urusan Menantu

Keributan antara bapak dan anak di Bekasi ini dipicu urusan menantu, atau istri dari korban. Si anak minta ayannya mencari keberadaan sang istri.

Baca Selengkapnya

Kanada Tuntut Tiga Tersangka Pembunuhan Pemimpin Sikh, Diduga Terkait India

10 jam lalu

Kanada Tuntut Tiga Tersangka Pembunuhan Pemimpin Sikh, Diduga Terkait India

Polisi Kanada pada Jumat menangkap dan mendakwa tiga pria India atas pembunuhan pemimpin separatis Sikh Hardeep Singh Nijjar tahun lalu.

Baca Selengkapnya

Mayat Perempuan dalam Koper, Pelaku Pembunuhan dan Korban Telah Dua Kali Berhubungan Intim

1 hari lalu

Mayat Perempuan dalam Koper, Pelaku Pembunuhan dan Korban Telah Dua Kali Berhubungan Intim

Pelaku pembunuhan dan korban telah dua kali berhubungan intim. Permintaan korban untuk segera dinikahi membuat pelaku marah.

Baca Selengkapnya

Kasus Mayat dalam Koper, Pelaku dan Korban Sempat Bertemu di Kantor Sebelum ke Hotel

1 hari lalu

Kasus Mayat dalam Koper, Pelaku dan Korban Sempat Bertemu di Kantor Sebelum ke Hotel

Polisi menyatakan kronologi kasus mayat dalam koper bermula ketika pelaku bertemu korban di kantor.

Baca Selengkapnya

Suami Mutilasi Istri di Ciamis, Potongan Tubuh Dikumpulkan di Depan Rumah Warga

1 hari lalu

Suami Mutilasi Istri di Ciamis, Potongan Tubuh Dikumpulkan di Depan Rumah Warga

Seorang suami memutilasi istrinya. Pelaku diduga mengalami gangguan jiwa.

Baca Selengkapnya

Kasus Mayat dalam Koper, Pelaku Pakai Uang Kantor Sebesar Rp 7 Juta

1 hari lalu

Kasus Mayat dalam Koper, Pelaku Pakai Uang Kantor Sebesar Rp 7 Juta

Pelaku kasus mayat dalam koper gunakan uang kantornya sebesar Rp 7 juta untuk kabur.

Baca Selengkapnya

Kasus Mayat dalam Koper, Polisi Sebut Korban Sempat Minta Dinikahi Pelaku

1 hari lalu

Kasus Mayat dalam Koper, Polisi Sebut Korban Sempat Minta Dinikahi Pelaku

Polisi mengungkap motif pembunuhan kasus mayat dalam koper.

Baca Selengkapnya