Bebas, Firza Husein Tenangkan Diri Bersama Anaknya

Reporter

Editor

Juli Hantoro

Kamis, 23 Februari 2017 19:04 WIB

Firza Husein (Facebook.com)

TEMPO.CO, Jakarta - Tersangka dugaan kasus makar Firza Husein baru saja dibebaskan polisi. Firza yang sebelumnya ditahan di Markas Komando Brimob Kelapa Dua ditangguhkan penahanannya pada Rabu 22 Februari 2017.

Pengacara Firza, Aziz Yanuar mengaku mengapresiasi keputusan penyidik. Aziz menuturkan, saat ini kliennya itu tengah menenangkan diri dan memulihkan kondisi psikologisnya. Selain itu, lanjut Aziz, Firza juga perlu menjalani pengobatan bagi kesehatannya. Adapun Firza dikabarkan mengalami penyempitan pembuluh darah dan gangguan jantung.

Ditanya mengenai keberadaan Firza saat ini, Aziz menuturkan, Firza kini berada di rumah salah satu kerabatnya. "Lagi di rumah saudaranya. Ngumpul sama anak perempuannya, buat menenangkan diri," kata Aziz saat dikonfirmasi, Kamis, 23 Februari 2017.

Menurit Aziz, saat ini kliennya perlu beristirahat total karena saat pulang dari tahanan, kondisi Firza terpantau bertekanan darah tinggi. "Kemarin sebelum keluar diperika dulu (kesehatan), terus keluar dibawa keluarga. Darahnya tinggi, 140/90, kepalanya pusing, mesti istirahat total," katanya.


Baca: Polisi Kabulkan Penangguhan Penahanan Firza Husein

Sebelumnya, Firza ditahan selama 23 hari di Mako Brimob Kelapa Dua, Depok setelah dijemput paksa di rumah saudaranya. Firza terseret kasus dugaan makar bersama sejumlah tokoh nasional lainnya.

Kabid Humas Polda Metro Jaya Komisaris Besar Raden Prabowo Argo Yuwono, mengatakan, penangguhan penahanan dilakukan karena penyidik menilai Firza bersifat kooperarif selama pemeriksaan. Di samping itu, pemwriksaan Firza terkait kasusnya juga sudah selesai.

"Penangguhan penahanan dikabulkan, jadi dikenakan wajib lapor," kata Argo, Kamis.

Namun, Argo menambahkan, meski Firza tidak ditahan, Firza masih akan dipanggil jika penyidik membutuhkan keterangannya. Terkait dengan hal ini, Aziz memastikan, kliennya akan hadir jika diperlukan penyidikan lebih lanjut. "Iya siap. Kooperatif," kata Aziz lagi.

INGE KLARA SAFITRI

Berita terkait

Andri Gustami Divonis Mati, Selain Kejahatan Narkoba 9 Jenis Pidana Ini Bisa Dikenai Hukuman Mati

51 hari lalu

Andri Gustami Divonis Mati, Selain Kejahatan Narkoba 9 Jenis Pidana Ini Bisa Dikenai Hukuman Mati

AKP Andri Gustami divonis hukuman mati karena turut lakukan peredaran narkoba. Selain kejahatan narkoba, 9 jenis pidana yang bisa diancam hukuman mati

Baca Selengkapnya

Zelensky Geram Korupsi Kembali Guncang Ukraina yang Dilanda Perang

26 Juli 2023

Zelensky Geram Korupsi Kembali Guncang Ukraina yang Dilanda Perang

Presiden Volodymyr Zelensky tidak akan mentolerir korupsi atau pengkhianatan dalam urusan negara.

Baca Selengkapnya

Amnesty Desak Pembebasan Jubir KNPB Victor Yeimo

8 Mei 2023

Amnesty Desak Pembebasan Jubir KNPB Victor Yeimo

Victor Yeimo dijatuhi hukuman 8 bulan kurungan penjara pada Jum'at 5 Mei 2023. Ia dihukum karena keterlibatannya dalam demo antirasisme di Papua

Baca Selengkapnya

RKUHP Disahkan di Tingkat I, Wamenkumham: Tidak Mungkin Puaskan Semua Pihak

24 November 2022

RKUHP Disahkan di Tingkat I, Wamenkumham: Tidak Mungkin Puaskan Semua Pihak

Komisi Hukum DPR bersama pemerintah melalui Kementerian Hukum dan HAM menyepakati RKUHP di pembahasan tingkat I.

Baca Selengkapnya

Mabes Polri: Pimpinan Khilafatul Muslimin Ditangkap di Lampung

7 Juni 2022

Mabes Polri: Pimpinan Khilafatul Muslimin Ditangkap di Lampung

Pimpinan Khilafatul Muslimin Abdul Qodir Baraja ditangkap di Lampung oleh tim Polda Metro Jaya.

Baca Selengkapnya

3 Pimpinan Khilafatul Muslimin Jadi Tersangka Dugaan Makar

7 Juni 2022

3 Pimpinan Khilafatul Muslimin Jadi Tersangka Dugaan Makar

Polda Jawa Tengah menjerat tiga pimpinan kelompok Khilafatul Muslimin yang bertanggung jawab atas pembagian pamflet pendirian khilafah.

Baca Selengkapnya

Sultan Hamid II Perancang Lambang Negara Indonesia, Siapa Dia?

3 Juni 2022

Sultan Hamid II Perancang Lambang Negara Indonesia, Siapa Dia?

Sultan Hamid II perancang lambang negara Indonesia. Pada akhir kisah hidupnya, ia pernah dituduh makar dan dianggap bersekongkol dengan Westerling.

Baca Selengkapnya

Kapolda Metro Pastikan Kasus Chat Mesum Rizieq Shihab Masih Berjalan

9 September 2021

Kapolda Metro Pastikan Kasus Chat Mesum Rizieq Shihab Masih Berjalan

Pada akhior 2020, hakim praperadilan di Pengadilan Negeri Jakarta Selatan memerintahkan agar kasus chat mesum Rizieq Shihab dibuka kembali.

Baca Selengkapnya

Dilaporkan karena Kasus Makar, LBH Bali Anggap Bentuk Kriminalisasi

5 Agustus 2021

Dilaporkan karena Kasus Makar, LBH Bali Anggap Bentuk Kriminalisasi

Dituding makar, Direktris Lembaga Bantuan Hukum Bali Ni Kadek Vany Primaliraning menganggap pelapornya tak paham tugas advokat.

Baca Selengkapnya

Direktur LBH Bali dan 4 Mahasiswa Papua Dituduh Makar, Amnesty: Tak Berdasar

4 Agustus 2021

Direktur LBH Bali dan 4 Mahasiswa Papua Dituduh Makar, Amnesty: Tak Berdasar

Amnesty International Indonesia mengkritik pelaporan terhadap Direktur LBH Bali, Ni Kadek Vany Primaliraning dan empat mahasiswa Papua ke polisi

Baca Selengkapnya