Kawasan Reklamasi Teluk Jakarta Adalah Tempat Ikan Bertelur

Reporter

Editor

Juli Hantoro

Selasa, 23 Mei 2017 23:23 WIB

Nelayan dari Koalisi Selamatkan Teluk Jakarta mengacungkan ikan dalam demo di depan Istana Negara, Jakarta, 19 September 2016. Mereka keberatan dengan pernyataan Menko Maritim Luhut Binsar Panjaitan bahwa tidak ada alasan untuk tidak melanjutkan reklamasi teluk Jakarta. TEMPO/Subekti

TEMPO.CO, Jakarta - Ketua Komunitas Nelayan Tradisional (KNT), Iwan mengatakan bahwa kawasan yang akan digunakan reklamasi 17 pulau Teluk Jakarta adalah wilayah ikan bertelur. "Kalau musim panas, ikan minggir ke pesisir Teluk Jakarta untuk bertelur," kata Iwan saat ditemui di Muara Angke pada Selas, 23 Mei 2017.

Kata dia, ada banyak jenis ikan, khususnya ikan kecil bertelur di Teluk Jakarta saat musim panas. Ikan memilih Teluk Jakarta karena karakter pesisir Jakarta yang cekung berbentuk bulan sabit. Ini karena arus laut tidak deras dan gelombang ombak tidak besar.

Biasanya ikan menetap di Teluk Jakarta untuk bertelur. Kemudian induk ikan akan bergerak ke kawasan Kepulauan Seribu, sementara telur ikan akan menetas. Tidak heran di pesisir Teluk Jakarta ada ratusan budidaya ikan dan nelayan bagan. Nelayan bagan adalah nelayan yang menggunakan alat tangkap waring.


Baca: Pengembang Pulau C dan D Kantongi Izin Baru Reklamasi

Mereka akan menangkap ikan kecil seperti ikan sembilang, udang, ikan kembung, dan lain sebagainya. Di pesisir Teluk Jakarta juga ada berbagai jenis nelayan. Mereka dibedakan dari jenis alat tangkapnya. Mulai dari nelayan pancing, budidaya kerang hijau, nelayan rajungan, dan lainnya.

Riyatman, 40 tahun, nelayan bagan dari Kamal Muara, Jakarta Utara menambahkan saat ini dia tak diperbolehkan oleh pengembang reklamasi Pulau A dan B menangkap ikan di pesisir Teluk Jakarta bagian barat. Para nelayan diusir karena perairan itu akan direklamasi, dibangun gedung. Mereka juga digusur saat membuat budidaya kerang hijau.

"Budidaya kerang hijau kami digusur sepihak, dan kami diberi kompensasi Rp 4 juta," tutur dia. Karena itu, pilihan nelayan adalah memindahkan lokasi budidaya dan tempat tangkap ikan ke tengah laut. Bahkan mereka mencari ikan hingga Pulau Bidadari, Pulau Panggang, Pulau Pramuka, Kepulauan Seribu.


Baca: Ditantang Adu Data Reklamasi oleh Amin Rais, Luhut Menjawab..

Kepala Seksi Kawasan Strategis Nasional di Direktorat Perencanaan Ruang Laut Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP), Suraji menjelaskan bahwa pihaknya menolak reklamasi. Saat ini pihaknya juga menyusun draft Peraturan Presiden tentang Kawasan Strategis Nasional (KSN) Jabodetabek Puncak Cianjur (Punjur). "Perpres itu akan mengatur kawasan konservasi dari Muara Gembong sampai Pulau Bidadari dan Kepulauan Seribu," ucap dia.

KKP menganjurkan agar reklamasi 17 pulau dihentikan. Karena dianggap merusak lingkungan, mengganggu ekosistem laut, dan ekonomis sosial masyarakat pesisir Teluk Jakarta. Kajian ini juga diamini oleh Lembaga Ilmu Pengetahuan Indonesia (LIPI) yang melarang reklamasi 17 pulau Teluk Jakarta. Jika pihak Kementerian Koordinator Kemaritiman tetap ngotot melanjutkan maka harus ada konsekuensi yang harus dilakukan pengembang.

AVIT HIDAYAT

Berita terkait

Rini Soemarno Klaim Reklamasi Pelabuhan Benoa Tak Ada Masalah

10 September 2019

Rini Soemarno Klaim Reklamasi Pelabuhan Benoa Tak Ada Masalah

Menteri BUMN Rini Soemarno mengklaim proyek penataan kawasan atau reklamasi Pelabuhan Benoa sudah berjalan sesuai koridor.

Baca Selengkapnya

Alasan Anies Terbitkan IMB Ratusan Bangunan di Pulau Reklamasi

14 Juni 2019

Alasan Anies Terbitkan IMB Ratusan Bangunan di Pulau Reklamasi

Gubernur DKI Anies Baswedan menjelaskan alasannya menerbitkan Izin Mendirikan Bangunan ratusan bangunan di area Pantai Maju (Pulau D) proyek reklamasi

Baca Selengkapnya

Begini Aktivitas di Ruko Pulau Reklamasi Jakarta

13 Juni 2019

Begini Aktivitas di Ruko Pulau Reklamasi Jakarta

Ruko-ruko di Pulau D atau Pantai Maju di wilayah pulau reklamasi tampak sepi aktivitas.

Baca Selengkapnya

Proyek Jembatan Pulau Reklamasi, Apa Saja Rekomendasi Teknisnya?

27 Februari 2019

Proyek Jembatan Pulau Reklamasi, Apa Saja Rekomendasi Teknisnya?

Kadin Bina Marga dan Sumber Daya Air Kabupaten Tangerang Slamet Budi Mulyanto mengatakan telah mengoreksi konstruksi jembatan ke pulau reklamasi.

Baca Selengkapnya

Kajian Tanggul Laut Libatkan Ahli dari Belanda, Korea dan Jepang

11 Desember 2018

Kajian Tanggul Laut Libatkan Ahli dari Belanda, Korea dan Jepang

Staf Khusus Menteri PUPR, Firdaus Ali, mengklaim groundbreaking National Capital Integrated Coastal Development atau tanggul laut mulai tahun 2020.

Baca Selengkapnya

3 Pulau Reklamasi Dikuasai DKI, Anies Baswedan Siapkan Nama Baru

24 November 2018

3 Pulau Reklamasi Dikuasai DKI, Anies Baswedan Siapkan Nama Baru

Anies Baswedan akan mengumumkan nama baru dari tiga pulau hasil reklamasi di Teluk Jakarta.

Baca Selengkapnya

Anies Baswedan Tugaskan Jakpro Kelola Reklamasi, Dinilai Prematur

24 November 2018

Anies Baswedan Tugaskan Jakpro Kelola Reklamasi, Dinilai Prematur

Gubernur Anies Baswedan menugaskan Jakarta Propertindo mengelola tiga pulau meski belum ada Perda Reklamasi Teluk Jakarta.

Baca Selengkapnya

DPRD DKI Ingatkan Anies Dua Poin Raperda Reklamasi, Soal Apa?

3 Oktober 2018

DPRD DKI Ingatkan Anies Dua Poin Raperda Reklamasi, Soal Apa?

Ketua Fraksi PDIP DPRD DKI Gembong Warsono mengatakan ada 2 poin perlu diperhatikan Pemprov DKI Jakarta soal revisi raperda reklamasi.

Baca Selengkapnya

DPRD DKI Minta Revisi Raperda Reklamasi Rampung Tahun Ini

2 Oktober 2018

DPRD DKI Minta Revisi Raperda Reklamasi Rampung Tahun Ini

Ada dua raperda yaitu zonasi wilayah pesisir dan pulau kecil (RZWP3K, serta raperda kawasan pantura.

Baca Selengkapnya

Nasib 4 Pulau Reklamasi, Marco: Tunggu Kajian Dampak Lingkungan

29 September 2018

Nasib 4 Pulau Reklamasi, Marco: Tunggu Kajian Dampak Lingkungan

Ketua TGUPP jelaskan hasil kajian akan berikan kisi-kisi ilmiah tentang masa depan pulau-pulau reklamasi yang terlanjur ada.

Baca Selengkapnya