Tugu yang Dibangun Anies Baswedan

Reporter:
Editor:

Endri Kurniawati

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Tampak belakang tugu sepeda. Foto : Dishub DKI

    Tampak belakang tugu sepeda. Foto : Dishub DKI

    Tugu Sepatu di kawasan Sudirman, Jakarta Pusat, sudah tidak ada setelah dicoret-coret. Pencabutan Tugu Sepatu ini dikonfirmasi oleh Wakil Gubernur DKI Jakarta Ahmad Riza Patria. “Kan ada yang coret-coret, ada yang tidak bijak dan tidak baik. Harus dirapikan dan dibersihkan dahulu. Nanti pada waktunya akan kami pasang lagi,” kata Ahmad Riza Patria.

    Di masa kepemimpinan Anies Baswedan, ada banyak tugu yang dibangun dan menimbulkan polemik. Berikut adalah tugu-tugu itu:

    1. Instalasi Bambu Getah-Getih

    Instalasi bambu karya seniman Joko Avianto dipasang untuk memeriahkan Asian Games 2018. Biaya untuk instalasi bambu ini mencapai Rp 550 juta dengan bantaun 10 BUMD milik Pemerintah DKI. Instalasi ini menuai banyak kritik publik sehingga Pemerintah DKI membongkarnya dengan alasan bambu yang dipasang sudah mulai rapuh karena faktor cuaca.

    1. Instalasi Batu Gabion

    Pada 2020, instalasi batu gabion dipasang di sekitar Bundaran HI. Instalasi batu gabion terdiri atas bebatuan di sisi utara Bundaran HI dan tanaman hias yang merambat di atas instalasi itu. Pembongkaran instalasi ini menuai sorotan publik karena dinilai membuang-buang anggaran. Namun, Pemerintah DKI menengaskan bahwa proses bongkar pasang instalasi tidak mengeluarkan biaya. Anggaran Rp 150 juta digunakan tidak hanya untuk instalasi Batu Gabion.

    1. Tugu Sepeda

    Tugu Sepeda di Jalan Jenderal Sudirman dibangun pada April 2021 dengan biaya hingga Rp 800 juta. Wakil Gubernur DKI Riza Patria meniatkan tugu ini untuk spot foto bagi kalangan milenial dan mendorong masyarakat mengupayakan pola hidup sehat. Namun, hingga saat ini, belum ada kabar kapan akan diresmikan.

    Baca: Sebut Tugu Sepatu di Jalan Sudirman untuk Hiasi Jakarta, Wagub DKI: Bisa Selfie

    EIBEN HEIZIER | EK


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Pro - Kontra Syarat Tes PCR Covid-19 untuk Penerbangan Jawa - Bali

    Syarat terbaru naik transportasi udara antara lain wajib menunjukkan hasil negatif tes PCR. Kebijakan ini dinilai menyulitkan tak hanya penumpang.