Lupa Kata Sandi? Klik di Sini

atau Masuk melalui

Belum Memiliki Akun Daftar di Sini


atau Daftar melalui

Sudah Memiliki Akun Masuk di Sini

Konfirmasi Email

Kami telah mengirimkan link aktivasi melalui email ke rudihamdani@gmail.com.

Klik link aktivasi dan dapatkan akses membaca 2 artikel gratis non Laput di koran dan Majalah Tempo

Jika Anda tidak menerima email,
Kirimkan Lagi Sekarang

Kronologi Penangkapan WNI di Osaka Akibat Bawa Narkoba 1,5 Kilogram

image-gnews
Ilustrasi penjahat narkoba. TEMPO/Iqbal Lubis
Ilustrasi penjahat narkoba. TEMPO/Iqbal Lubis
Iklan

TEMPO.CO, Jakarta -Kejaksaan Distrik Osaka, Jepang, menangkap seorang Warga Negara Indonesia (WNI) bernama Revi Cahya Sulihatun pada 10 Juni 2024. Penangkapan ini dilakukan di Bandara Internasional Kansai karena Revi kedapatan membawa 1,5 kilogram narkoba ke Negeri Sakura tersebut. Revi diketahui membawa narkoba itu dari Jakarta dan sempat transit di Bandara Udara Internasional Kuala Lumpur.

Terkait permasalahan itu, Badan Narkotika Nasional (BNN) menyatakan tengah melakukan pemantauan soal penangkapan sejumlah WNI di luar negeri dalam kasus peredaran narkoba tersebut.  “Di Osaka juga,” ujar Kepala BNN, Marthinus Hukom saat ditemui Tempo di kantornya, Selasa, 2 Juli.

Sebelumnya, Kementerian Luar Negeri menyatakan ada 165 orang WNI yang terancam mendapat hukuman mati di luar negeri. Sebagian besar dari mereka, menurut data Kemlu ditangkap di sejumlah negara karena menjadi kurir narkoba.

Adapun nama Revi Cahya Sulihatun sebelumnya ramai dibicarakan karena keluarga dan temannya mengira ia hilang saat tiba di Osaka. Kabar tersebut bahkan sempat ramai di media sosial karena banyak orang yang membantu mencari keberadaannya.

Lantas, bagaimana sebenarnya kronologi penangkapan WNI di Osaka akibat membawa narkoba 1,5 kilogram? Simak rangkuman informasi selengkapnya berikut ini.

Kronologi Penangkapan WNI di Osaka

Revi berangkat dari Jakarta pada 9 Juni 2024. Dia kemudian sempat transit di Bandara Internasional Kuala Lumpur Malaysia pada Senin, 10 Juni 2024 pukul 01.55. Dia lalu melanjutkan perjalanan ke Jepang dan sampai di Bandara Internasional Kansai Osaka pada pukul 09.35.

Setelah melalui pemeriksaan imigrasi, Revi diklaim tidak bisa dihubungi oleh pihak teman dan keluarganya. Kabar hilangnya Revi pun beredar di media sosial. Informasi ini diumumkan oleh akun Facebook bernama Lidya Permata Sari Lahagu di grup Backpacker International. 

Dua hari kemudian, yakni pada 12 Juni 2024, Konsulat Jenderal Republik Indonesia (KJRI) Osaka mengetahui posisi Revi. Hal ini KJRI karena mendapat surat dari dari Kejaksaan Distrik Osaka terkait penangkapan Revi di Bandara Internasional Kansai.

“(Pada) 12 Juni 2024, KJRI Osaka mendapat surat tertulis dari Kejaksaan Distrik Osaka,” ujar Direktur Perlindungan Warga Negara Indonesia Judha Nugraha, Kamis, 20 Juni kepada Tempo

Di surat tersebut tertulis bahwa otoritas Jepang telah menahan seorang Warga Negara Indonesia (WNI) atas nama Revi Cahya Windi Sulihatun. Penahanan itu dilakukan pada 10 Juni 2024 di Bandara Internasional Kansai Osaka. 

Iklan
Scroll Untuk Melanjutkan

KJRI Osaka akhirnya berkesempatan untuk bertemu Revi pada 19 Juni 2024 lalu. Pertemuan itu difasilitasi oleh otoritas setempat. Keluarga Revi juga telah mendapat informasi soal keberadaan dan kondisi Revi sejak 14 Juni.

Saat ini, otoritas setempat, tengah melakukan penyelidikan terhadap Revi dan diperkirakan memakan waktu satu bulan atau lebih. Dalam proses penyelidikan oleh Kejaksaan Distrik Osaka, Revi mendapat pendampingan kuasa hukum dari KJRI Osaka.

Sebelum terjerat masalah di Osaka, Jepang Revi diketahui pernah bekerja di Malaysia. Hal ini juga dikonfirmasi oleh Judha Nugraha. “Revi pernah kerja di Malaysia,” ujar Judha saat ditemui Tempo di Kantor Kemenlu, Senin, 24 Juni 2024.

Dari informasi yang beredar, Revi diduga sebagai pekerja ilegal. Namun Judha belum bisa memastikan hal ini. Meski begitu, tujuan Revi ke Osaka memang untuk bekerja, informasi ini didapat Judha dari pihak keluarga.

Adapun dugaan bahwa Revi adalah pekerja yang bermasalah diungkapkan oleh akun instagram klarifikasi_saya dengan nama Erika, yang mengaku kenalan Revi. Akun tersebut sengaja ia buat baru-baru ini untuk klarifikasi. Karena ia sempat dihujat terlibat dalam kasus Revi yang semula diduga hilang.

Ia menulis, membantu Revi agar stamp banned yang dikeluarkan imigrasi Malaysia kepada Revi bisa dihapus. “Karena paspor Revi stamped banned dari Malaysia dua kali, karena dicurigai kerja ilegal di Malaysia,” tulis akun tersebut.

Seseorang yang mendapat stamp banned artinya ia masuk daftar blacklist untuk masuk ke wilayah negara itu. Judha tidak bisa mengkonfirmasi kebenaran fakta yang dikatakan akun tersebut, karena data blacklist suatu negara bersifat rahasia dan hanya dimiliki oleh negara yang bersangkutan.

Menurut Judha, secara umum termasuk di Malaysia, stamp banned tidak bubuhkan di paspor fisik seseorang. Melainkan, tercatat lewat sistem keimigrasian. Blacklist itu pun memiliki kurun waktu tertentu. Jadi, selama seseorang masih masuk dalam daftar yang aktif, secara hukum ia dilarang memasuki negara tersebut.

RADEN PUTRI | TIM TEMPO

Pilihan Editor: Migrant Care Sebut Revi Cahya Sulihatun Dijebak Sindikat Narkoba Jepang, Bertukar Tas dengan Temannya di Malaysia

Iklan



Rekomendasi Artikel

Konten sponsor pada widget ini merupakan konten yang dibuat dan ditampilkan pihak ketiga, bukan redaksi Tempo. Tidak ada aktivitas jurnalistik dalam pembuatan konten ini.

 

Video Pilihan


Afrika Selatan Disebut Negara Paling Ramah di Dunia, Bikin Wisatawan Merasa Nyaman

3 jam lalu

Ikan paus sangat mudah ditemui di sekitar perairan laut Cape Town, Afrika Selatan. Bahkan dijadikan atraksi wisata di Afrika Selatan, kejadian penyerangan ikan paus terhadap manusia sempat beberapa kali terjadi, ikan paus sempat tercatat beberapa kali menabrak kapal wisatawan. JENNIFER BRUCE/Getty Images
Afrika Selatan Disebut Negara Paling Ramah di Dunia, Bikin Wisatawan Merasa Nyaman

Dinobatkan sebagai negara paling ramah, masyarakat Afrika Selatan senang bersosialisasi dan bercanda, membantu wisatawan merasa nyaman.


Lokasi Asrama Polri di Semarang Tempat 5 Polisi Ditangkap Karena Sunat Barang Bukti Sabu

4 jam lalu

Suasana Asrama Polisi Sendangmulyo Blok C Nomor 19 Kecamatan Tembalang Kota Semarang lokasi lima anggota polisi diduga salah gunakan barang bukti sabu pada Ahad, 14 Juli 2024. Tempo/Jamal Abdul Nashr
Lokasi Asrama Polri di Semarang Tempat 5 Polisi Ditangkap Karena Sunat Barang Bukti Sabu

Lima polisi di Semarang diduga menyunat jumlah barang bukti sabu, dari sejumlah tangkapan, yang diserahkan ke pimpinan atau penyidik.


Menjelajahi Kekayaan Budaya dan Kuliner Malaysia Lewat Serial Perjalanan

1 hari lalu

Perjalanan Justin Bratton dan Selina Lo di Malaysia dalam travelogue Unfading Memories. dok. AXN
Menjelajahi Kekayaan Budaya dan Kuliner Malaysia Lewat Serial Perjalanan

Serial perjalanan Unfading Memoirs, menyajikan perjalanan menarik di Malaysia, dari Sarawak, Sabah, Kuala Lumpur hingga Penang


Razia Narkoba di Kampung Bahari: 31 Orang Ditangkap, Sabu hingga Senapan Angin Disita

1 hari lalu

Polisi menggelar razia narkoba Kampung Muara Bahari pada Sabtu, 13 Juli 2024. Foto: ANTARA/HO-Dokumentasi Pribadi
Razia Narkoba di Kampung Bahari: 31 Orang Ditangkap, Sabu hingga Senapan Angin Disita

Polres Jakarta Utara menangkap 31 orang saat razia narkoba di tiga lokasi yang berada di Kampung Bahari


Terlibat Banyak Skandal, Jepang Copot Sejumlah Pejabat Pertahanan

1 hari lalu

Komandan Shingo Nashinoki, dan prajurit Brigade Penyebaran Cepat Amfibi (ARDB) Pasukan Bela Diri Darat Jepang, unit marinir pertama Jepang sejak Perang Dunia Kedua, ikut serta dalam latihan militer seperti yang diamati oleh Marinir A.S., di dekat pulau Irisuna yang tidak berpenghuni ke Okinawa, Jepang, 15 November 2023. REUTERS/Issei Kato
Terlibat Banyak Skandal, Jepang Copot Sejumlah Pejabat Pertahanan

Jepang pada Jumat memecat dan menskors sejumlah pejabat pasukan pertahanan karena berbagai masalah termasuk kesalahan penanganan informasi sensitif


Kakek 77 Tahun di Tangerang Jadi Kurir Narkoba, Mengaku Sudah 3 Kali Keluar-Masuk Penjara

2 hari lalu

Ilustrasi Sabu-sabu. Dok. TEMPO/Eko Siswono Toyudho
Kakek 77 Tahun di Tangerang Jadi Kurir Narkoba, Mengaku Sudah 3 Kali Keluar-Masuk Penjara

Kakek 77 tahun itu ditangkap anggota dari Direktorat Narkoba Polda Metro Jaya saat melakukan penggerebekan di sebuah kos-kosan.


11 Rekomendasi Oleh-oleh Snack dari Jepang, Cokelat hingga Rice Crackers

2 hari lalu

Taiyaki, kue kering Jepang berbentuk ikan yang diisi dengan cokelat, custard, atau pasta kacang merah (Pixabay)
11 Rekomendasi Oleh-oleh Snack dari Jepang, Cokelat hingga Rice Crackers

Bukan hanya elektronik dan kosmetik, makanan kecil atau snack Jepang kuga terkenal dengan rasanya yang enak dan unik.


Viral Kuliner Mochi di Jembatan Ciheuleut Bogor, Ini Kue Beras Asal jepang

2 hari lalu

Ilustrasi mochi. Wiki-travel.com
Viral Kuliner Mochi di Jembatan Ciheuleut Bogor, Ini Kue Beras Asal jepang

Viral Kuliner Mochi di Jawa Barat, tepatnya di Jembatan Ciheuleut di atas Jalan Tol Jagorawi. Apa itu Mochi?


Penyebab dan Bahaya Gelombang Panas Ekstrem Seperti di Jepang

3 hari lalu

Seorang wanita mendinginkan diri di bawah mesin pendingin kabut di tengah gelombang panas di Tokyo, Jepang, 9 Juli 2024. Beberapa hari terakhir ini pihak berwenang telah mengeluarkan peringatan serangan panas di sebagian besar wilayah negara itu, dengan mengimbau penduduk untuk menghindari berolahraga di luar ruangan dan menggunakan AC. REUTERS/Issei Kato
Penyebab dan Bahaya Gelombang Panas Ekstrem Seperti di Jepang

Jepang sedang mengalami gelombang panas ekstrem yang mencapai lebih dari 40 derajat Celcius. Apa penyebabnya dan seberapa bahayanya?


Belum Setahun Beroperasi, Satgas Narkoba Bareskrim Polri Sebut Telah Tangkap 38.194 Tersangka

4 hari lalu

Konferensi pers Penanggulangan Penyalahgunaan dan Peredaran Gelap Narkoba (P3GN) di Bareskrim Polri, Jakarta Selatan, Selasa, 9 Juli 2024. Satgas P3GN, mulai 21 September 2023 hingga 9 Juli 2024, telah berhasil menangkap 38.194 tersangka kasus narkoba serta menyita barang bukti sabu sebanyak 4,4 ton, 2,6 juta butir ekstasi, 2,1 ton ganja, 11,4 kg kokain, 1,28 ton tembakau gorila, 32,2 kg ketamine, 86 gram heroin dan 16,7 juta butir obat keras.  TEMPO/Martin Yogi Pardamean
Belum Setahun Beroperasi, Satgas Narkoba Bareskrim Polri Sebut Telah Tangkap 38.194 Tersangka

Satgas di bawah naungan Bareskrim Polri itu menyatakan telah menyita berbagai jenis narkoba yang dibungkus dengan kemasan teh Cina hingga kopi.