Pola Konsumtif Penyebab Masyarakat Mudah Ditipu

Reporter

Rabu, 27 Februari 2013 05:07 WIB

Ilustrasi Penipuan

TEMPO.CO, Jakarta--Psikolog Dadang Hawari menilai masyarakat Jakarta khususnya kelas menengah atas rawan menjadi korban penipuan dengan modus jual beli on-line atau pesan pendek. Alasannya, tingkat konsumerisme di masyarakat yang tinggi.

"Sehingga masyarakat mudah tergiur tawaran barang yang dijual murah," katanya ketika dihubungi pada Selasa, 26 Januari 2013. Kondisi psikologi serta sosial ini lah yang dimanfaatkan oleh para pelaku.

Menurut Dadang, pelaku jeli membaca tren yang sedang berkembang. Kemudian secara acak dia mulai menawarkan barang fiktif kepada korban. "Kirim 100 sms, lima sampai 10 orang pasti merespon," ujarnya.

Seharusnya, Dadang melanjutkan, masyarakat bisa bersikap kritis jika ada penawaran semacam ini. Keiginan untuk belanja jangan sampai mengikis daya kritis.

Dadang mengatakan seharusnya masyarakat bisa mengubah pola hidup mereka. "Belilah barang sesuai kebutuhan bukan keinginan," katanya. Karena celah seperti ini bisa dimanfaatkan pelaku.

Dari sisi pelaku, menurut Dadang, karena kondisi ekonomi yang memaksanya menipu. Desakan ekonomi di tengah masyarakat konsumtif memaksa beberapa orang malah menabrak aturan hukum. Mereka ingin cepat kaya.

Untuk mencapai tujuannya, mereka memanfaatkan segala cara. Termasuk menipu lewat on-line dan pesan pendek. "Apa lagi teknologi saat ini mudah diakses siapa pun," katanya. Sehingga kasus semacam ini marak. Baca berita dan waspada kriminalitas di sekitar kita.

SYAILENDRA

Baca juga:

Anggota Kepolisian Ini Jadi Tersangka Sodomi

Suami Pukuli Istri yang Sedang Hamil

Polisi Sodomi Bocah Diduga Kelainan Seksual

Jokowi Punya Pengganti Kepala Satpol PP

Berita terkait

Kemenhub Imbau Masyarakat Tinggalkan Travel Gelap, Ini 5 Dampak Buruk Menggunakannya

7 hari lalu

Kemenhub Imbau Masyarakat Tinggalkan Travel Gelap, Ini 5 Dampak Buruk Menggunakannya

Hindari risiko fatal dengan travel gelap. Ketahui dampak buruknya, termasuk kecelakaan, asuransi, dan tarif tak jelas.

Baca Selengkapnya

Kapolres Jakut Klaim Kawasan Wisata Ancol Aman, Belum Ada Laporan Tindak Kriminal

16 hari lalu

Kapolres Jakut Klaim Kawasan Wisata Ancol Aman, Belum Ada Laporan Tindak Kriminal

Kapolres Jakarta Utara Kombes Gidion Arif Setyawan mengklaim belum ada kerawanan dan berbagai tindak kriminal yang terjadi di kawasan wisata Ancol

Baca Selengkapnya

Anies Tanggapi Isu Jual-beli Bangku Sekolah: Bentuk Kriminalitas

23 Januari 2024

Anies Tanggapi Isu Jual-beli Bangku Sekolah: Bentuk Kriminalitas

Anies mengatakan itu merupakan penyimpanan, pelanggaran dan kriminalitas yang tidak boleh dibiarkan.

Baca Selengkapnya

Polisi Selidiki Kasus Bapak Aniaya Anak hingga Tewas di Semarang

2 Januari 2024

Polisi Selidiki Kasus Bapak Aniaya Anak hingga Tewas di Semarang

Diduga penganiayaan itu dilakukan karena pelaku ingin melindungi anak laki-lakinya yang lain yang juga adik korban, JW, 18 tahun.

Baca Selengkapnya

Prabowo Bilang Indonesia Negara Aman, Ini Daftar Negara dengan Kriminalitas Tertinggi

13 Desember 2023

Prabowo Bilang Indonesia Negara Aman, Ini Daftar Negara dengan Kriminalitas Tertinggi

Prabowo singgung Indonesia masih aman, damai, dan terkendali

Baca Selengkapnya

Kriminal Sepekan: Ade Armando Digugat PDIP, Firli Akui Bertemu SYL, Wanita Mental Ditabrak Fortuner

29 Oktober 2023

Kriminal Sepekan: Ade Armando Digugat PDIP, Firli Akui Bertemu SYL, Wanita Mental Ditabrak Fortuner

Sejumlah peristiwa kriminalitas terjadi sepekan terakhir di Jabodetabek. Ade Armando digugat PDIP, Firli Bahuri, Fortuner tabrak wanita di Kembangan

Baca Selengkapnya

Polres Jakarta Utara: Ancol dan Sunter Daerah Rawan Kejahatan Pekan Lalu

13 Agustus 2023

Polres Jakarta Utara: Ancol dan Sunter Daerah Rawan Kejahatan Pekan Lalu

Polres Jakarta Utara menandai Ancol hingga Sunter Agung dengan warna merah di peta kerawanan kejahatan

Baca Selengkapnya

Polisi Cari Penganiaya Guru SMA hingga Buta di Rejang Lebong

4 Agustus 2023

Polisi Cari Penganiaya Guru SMA hingga Buta di Rejang Lebong

Pelaku menganiaya dengan menggunakan ketapel kepada guru SMA itu.

Baca Selengkapnya

Polisi Tangkap 2 Pelaku Mutilasi yang Sebar Tubuh Korban di Lima Lokasi

16 Juli 2023

Polisi Tangkap 2 Pelaku Mutilasi yang Sebar Tubuh Korban di Lima Lokasi

Terkuaknya kasus mutilasi ini pasca temuan potongan-potongan tubuh manusia total di lima titik Sleman.

Baca Selengkapnya

DPRD DKI Duga Blok G Pasar Tanah Abang Jadi Sarang Preman karena Keluhan Pedagang Diabaikan

7 Juli 2023

DPRD DKI Duga Blok G Pasar Tanah Abang Jadi Sarang Preman karena Keluhan Pedagang Diabaikan

DPRD DKI Jakarta menduga Blok G Pasar Tanah Abang menjadi sarang preman dan tempat mengonsumsi narkoba karena keluhan pedagang diabaikan.

Baca Selengkapnya