Banyak Spanduk Penolakan, Ahok: Warga Mana Itu?  

Reporter

Editor

Juli Hantoro

Selasa, 2 Agustus 2016 15:22 WIB

Banner penolakan terhadap Gubernur DKI Jakarta Basuki Tjahaja Purnama terlihat di jalan Raya Pos Pengumben, Jakarta Barat, 28 Juli 2016. Banner ini muncul tak lama setelah Basuki mengumumkan maju lewat jalur Parpol di Pilkada DKI 2017 mendatang. Tempo/Egi Adyatama

TEMPO.CO, Jakarta - Spanduk-spanduk penolakan terhadap gubernur inkumben Basuki Tjahaja Purnama alias Ahok kian marak menjelang pemilihan kepala daerah DKI 2017. Spanduk tampak terpampang di beberapa sudut Ibu Kota. Termasuk salah satunya yang sempat menghebohkan adalah spanduk yang terpasang di Festival Condet. Festival itu digelar di kawasan Condet, Jakarta Timur, akhir pekan lalu.

Ahok curiga spanduk-spanduk itu bukan berasal dari warga setempat. Ia yakin setelah mendatangi wilayah yang disebut-sebut menolak dia, tidak ada bentuk penolakan yang berarti.

"Enggak tahu ya, waktu kami cek ke sana enggak ada tuh yang menolak. Juga bukan orang sana yang masang," kata Ahok di Balai Kota, Selasa, 2 Agustus 2016.

Baca: Maju Lewat Parpol, Spanduk Tolak Ahok Bermunculan

Selain di Festival Condet, spanduk penolakan Ahok juga tersebar di beberapa titik lain, seperti di persimpangan Jalan Raya Pos Pengumben-Jalan Panjang, Permata Hijau, Jakarta Barat.

Ahok mengatakan ia kerap mendatangi warga Jakarta dan mendapat sambutan hangat. Saat berada di luar jam kerja, Ahok memang kerap memenuhi undangan resepsi pernikahan. Hal itu ia lakukan sekaligus mengecek langsung kondisi wilayah sekitar Jakarta.

"Saya hadir kawinan terus, kalau kamu lihat (ada) yang nolak saya, mau enggak mereka ngajak foto. Mau enggak kira-kira mengundang saya," kata Ahok.

Selain itu, Ahok mengatakan selama ini masih banyak warga Jakarta yang datang ke pendopo Balai Kota hanya untuk menemuinya. Menurut dia, kalau banyak penolakan terhadapnya, tidak mungkin warga berbondong-bondong ke Balai Kota meski hanya sekadar berfoto bersama.

"Kalau ditolak warga, warga datang enggak ke depan (pendopo)? Aku juga enggak ngerti warga yang dimaksud, (warga) yang mana," katanya.

LARISSA HUDA

Berita terkait

Ahok Masuk Bursa Cagub DKI dari PDIP Selain Risma, Andika Perkasa, dan Basuki Hadimuljono

1 hari lalu

Ahok Masuk Bursa Cagub DKI dari PDIP Selain Risma, Andika Perkasa, dan Basuki Hadimuljono

PDIP mulai menjaring empat nama yang akan menjadi calon Gubernur (Cagub) DKI Jakarta. Lantas, siapa saja bakal cagub DKI Jakarta yang diusung PDIP?

Baca Selengkapnya

Selain Galih Loss, Ini Daftar Kasus Dugaan Penistaan Agama di Indonesia

3 hari lalu

Selain Galih Loss, Ini Daftar Kasus Dugaan Penistaan Agama di Indonesia

Kasus yang menjerat Galih Loss menambah daftar panjang kasus penistaan agama di Indonesia.

Baca Selengkapnya

Gaya Ahok, Anies, dan Heru Budi Tangani Banjir di DKI Jakarta

32 hari lalu

Gaya Ahok, Anies, dan Heru Budi Tangani Banjir di DKI Jakarta

Banjir melanda sebagian wilayah di DKI Jakarta kerap terjadi berulang kali. Berikut gaya gubernur DKI menyikapi banjir di wilayahnya.

Baca Selengkapnya

Mereka yang Dijerat Kasus Penistaan Agama, Ahok hingga Panji Gumilang Pimpinan Ponpes Al Zaytun

32 hari lalu

Mereka yang Dijerat Kasus Penistaan Agama, Ahok hingga Panji Gumilang Pimpinan Ponpes Al Zaytun

Berikut sederet kasus penistaan agama yang dijatuhkan vonis untuk Ahok, Arya Wedakarna, dan terakhir Panji Gumilang Pimpinan Ponpes Al Zaytun.

Baca Selengkapnya

81 Tahun Ma'ruf Amin, Berikut Jalan Politiknya dan Pernah Punya Story dengan Ahok

46 hari lalu

81 Tahun Ma'ruf Amin, Berikut Jalan Politiknya dan Pernah Punya Story dengan Ahok

Ma'ruf Amin berusia 81 tahun pada 11 Maret ini. Berikut perjalanan politiknya hingga menjadi wapres, sempat pula berseteru dengan Ahok.

Baca Selengkapnya

Ramai Soal KJMU, Apa itu Kartu Jakarta Mahasiswa Unggul yang Diinisiasi Ahok dan Diteruskan Anies Baswedan?

50 hari lalu

Ramai Soal KJMU, Apa itu Kartu Jakarta Mahasiswa Unggul yang Diinisiasi Ahok dan Diteruskan Anies Baswedan?

Ramai di media sosial soal Kartu Jakarta Mahasiswa Unggul yang disebut diberhentikan sepihak oleh Pemprov DKI Jakarta. Apa beda KJMU dan KJP Plus?

Baca Selengkapnya

Jika Ahok Berminat Maju di Pilkada DKI Jakarta, Status Mantan Narapidana Bisa Mengganjalnya? Ini Kata UU Pilkada

51 hari lalu

Jika Ahok Berminat Maju di Pilkada DKI Jakarta, Status Mantan Narapidana Bisa Mengganjalnya? Ini Kata UU Pilkada

Pengamat politik Adi Prayitno sebut nama Ahok dan Anies Baswedan masih kuat di Jakarta. Bagaimana dengan Ridwan Kamil?

Baca Selengkapnya

69 Tahun Deddy Mizwar, Perjalanan Karir Jenderal Nagabonar dari Aktor hingga Politisi

51 hari lalu

69 Tahun Deddy Mizwar, Perjalanan Karir Jenderal Nagabonar dari Aktor hingga Politisi

Menjadi politisi sambil tetap aktif dalam dunia film. Begini perjalanan Deddy Mizwar menapaki dua bidang yang berbeda tersebut.

Baca Selengkapnya

Pengamat soal Tokoh yang Cocok Maju Pilkada DKI 2024: Anies dan Ahok Masih Kuat

55 hari lalu

Pengamat soal Tokoh yang Cocok Maju Pilkada DKI 2024: Anies dan Ahok Masih Kuat

Pengamat politik mengatakan Anies Baswedan dan Basuki Tjahaja Purnama alias Ahok masih memiliki suara kuat di Jakarta.

Baca Selengkapnya

Di TPS Ahok, Ganjar-Mahfud Unggul dengan 113 Suara

14 Februari 2024

Di TPS Ahok, Ganjar-Mahfud Unggul dengan 113 Suara

Paslon Ganjar-Mahfud memimpin suara di TPS tempat Ahok menyalurkannhak suara.

Baca Selengkapnya