Sampah di Pintu Air Manggarai, Anies: Bukan Milik Warga Jakarta

Reporter:
Editor:

Ninis Chairunnisa

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Petugas mengangkut sampah yang menumpuk di Pintu Air Manggarai, Jakarta, Rabu, 24 April 2019. Petugas mengerahkan dua alat berat untuk mengangkut tumpukan sampah kiriman tersebut. TEMPO/Melgi Anggia

    Petugas mengangkut sampah yang menumpuk di Pintu Air Manggarai, Jakarta, Rabu, 24 April 2019. Petugas mengerahkan dua alat berat untuk mengangkut tumpukan sampah kiriman tersebut. TEMPO/Melgi Anggia

    TEMPO.CO, Jakarta - Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan mengatakan sampah yang menggunung di pintu air Manggarai, Jakarta Pusat, bukan milik Jakarta. Menurut dia, timbunan sampah itu hanyut terbawa limpasan air dari hulu.

    "Jakarta menampung sampah luar biasa banyaknya. Itu bukan sampah warga kita. Itu sampah yang masuk dari aliran sungai Ciliwung, sekarang sedang dibersihkan," kata Anies di Gedung BPRD, Jakarta Pusat, Jumat, 26 April 2019.

    Baca: Sampah Kiriman Penuhi Pintu Air Manggarai

    Sampah kiriman itu, menurut Anies, terus berdatangan seiring dengan limpasan air dari Bogor. Saat ini, ia mengatakan petugas dari Dinas Lingkungan Hidup DKI Jakarta sedang bekerja tanpa henti mengeruk sampah yang tersangkut di pintu air.

    "Mereka sudah kerja nonstop sejak tadi malam. Semuanya ngerukin sampah karena sampah itu luar biasa dan macam-macam sekali," kata Anies.

    Sejak Rabu, 24 April 2019, petugas tanpa henti mengangkut sampah kiriman yang menumpuk di pintu air Manggarai. Hujan deras di Bogor mengakibatkan sampah-sampah tersebut terbawa sampai Jakarta.

    Baca: Banjir Jakarta, Anies Kerahkan Anak Buah Siaga di Pinggir Sungai

    Dari pantauan Tempo, petugas mengerahkan dua alat berat untuk mengangkut tumpukan sampah kiriman tersebut. Tumpukan sampah itu didominasi dengan ranting-ranting pohon, styrofoam dan plastik bekas kemasan.

    Usai dikeruk, sampah lalu diangkut petugas menggunakan mobil truk menuju Tempat Pembuangan Akhir Bantargebang. Belum diketahui berapa jumlah sampah yang diangkut setiap harinya.


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Proyek Infrastruktur, 17 Kepala Daerah Ditangkap dalam 2 Tahun

    Sejak berdiri pada 2002 hingga sekarang, Komisi Pemberantasan Korupsi telah menangkap 121 kepala daerah terkait kasus proyek infrastruktur.