Anies Jelaskan Uang Bambu Getah Getih Masuk Kantong Rakyat Kecil

Reporter:
Editor:

Dwi Arjanto

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Gubernur DKI Jakarta melihat kreasi Getah Getih di Bundaran HI, Jakarta. Bambu murah yang berasal dari desa ini berdiri tegak di tengah deretan gedung-gedung pencakar langit. Foto/facebook/Anies Baswedan

    Gubernur DKI Jakarta melihat kreasi Getah Getih di Bundaran HI, Jakarta. Bambu murah yang berasal dari desa ini berdiri tegak di tengah deretan gedung-gedung pencakar langit. Foto/facebook/Anies Baswedan

    TEMPO.CO, Jakarta -Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan menyebut dana yang dikeluarkan untuk membuat instalasi bambu Getah Getih akan menjadi pemasukan bagi rakyat kecil. Dia menuturkan, bambu yang dipakai sebagai kerangka Getah Getih dipasok dari pengrajin bambu asal Jawa Barat.

    "Uang itu diterima oleh rakyat kecil. Kalau saya memilih besi, maka itu impor dari Tiongkok mungkin besinya. Uangnya justru tidak ke rakyat kecil," kata Anies di Balai Kota, Jakarta Pusat, Jumat, 19 Juli 2019.

    Anies berujar dirinya sudah menggarisbawahi sedari awal bahwa usia bambu Getah Getih hanya bertahan sekitar enam bulan. Namun, dia bersyukur karya seni itu justru berdiri selama 11 bulan.

    Dia memastikan bambu yang digunakan untuk Getah Getih bukan produksi impor. Dengan demikian, uang pemerintah DKI bakal masuk ke kantong warga lokal. Bukan pengusaha internasional.

    "Jadi angka yang kemarin kita keluarkan diterimanya oleh rakyat kebanyakan. Di situlah sebetulnya nilai dari uang itu," ucap dia.

    Sebelumnya, fraksi Partai Hanura di DPRD DKI mempersoalkan dana daerah untuk seni instalasi Bambu Getah Getih di kawasan Bundaran Hotel Indonesia, Jakarta Pusat, yang baru saja dirobohkan.

    Petugas Suku Dinas Kehutanan Jakarta Pusat mengganti tanaman yang rusak terinjak warga saat perayaan HUT Jakarta ke-492 di sekitar instalasi bambu Getah Getih, Jakarta, Ahad, 23 Juni 2019. Instalasi bambu ini dibongkar pada Rabu malam, 17 Juli 2019. ANTARA/Dhemas Reviyanto

    Sekretaris Fraksi Hanura Veri Yonnevil menilai uang Rp 550 juta untuk membuat Getah Getih bisa dialokasikan untuk proyek pembangunan lainnya yang lebih bermanfaat bagi masyarakat Ibu Kota.

    Pemasangan seni instalasi Bambu Getah Getih, buatan seniman dari Bandung Joko Avianto, diresmikan oleh Gubernur Anies tahun lalu. Nama Getah Getih bermakna Merah Putih. Menurut Anies, Bambu Getah Getih dibangun dengan dana konsorsium sekitar sepuluh Badan Usaha Milik Daerah (BUMD) DKI yang totalnya sekitar Rp 550 juta.

    Pada Rabu malam lalu, 17 Juli 2019, petugas Dinas Kehutanan dan Pertamanan DKI membongkar instalasi Bambu Getah Getih yang diresmikan Gubernur Anies. Kepala Dinas Suzi Marsita beralasan bambu kerangka Getah Getih mulai rapuh, bahkan beberapa batang bambu sudah berjatuhan sehingga mesti dibongkar agar tidak roboh.


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Dampak Screen Time pada Anak dan Cara Mengontrol

    Sekitar 87 persen anak-anak berada di depan layar digital melebihi durasi screen time yang dianjurkan.