Stiker Tunggakan Pajak, Baywalk Mall Pluit: Sekarang Sudah Lunas

Reporter:
Editor:

Zacharias Wuragil

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Bay Walk Mall Pluit dipasangi stiker belum bayar pajak karena menunggak Pajak Bumi Bangunan selama 2 bulan oleh tim Badan Pajak dan Retribusi Daerah DKI Jakarta, Kamis, 5 Desember 2019.TEMPO/ M Rosseno Aji

    Bay Walk Mall Pluit dipasangi stiker belum bayar pajak karena menunggak Pajak Bumi Bangunan selama 2 bulan oleh tim Badan Pajak dan Retribusi Daerah DKI Jakarta, Kamis, 5 Desember 2019.TEMPO/ M Rosseno Aji

    TEMPO.CO, Jakarta - Center Director Baywalk Mall Pluit Setiawan Susilo mengatakan saat ini manajemen telah melunasi kewajiban pajak terhadap pemerintah daerah. Ia pun mengatakan mall, termasuk gerai-gerai di dalamnya, beroperasi normal.

    “Sebenarnya masalah pajak ini sedang dalam proses administrasi kami dan sekarang sudah lunas,” ujar Setiawan lewat keterangan tertulis, Sabtu 7 Desember 2019.

    Tim dari Badan Pajak dan Retribusi Daerah DKI Jakarta dan KPK (Komisi Pemberantasan Korupsi) sebelumnya memasang stiker tanda belum bayar pajak di pusat belanja itu pada Kamis, 5 Desember 2019. Baywalk Mall Pluit disebut belum membayar pajak tahun ini senilai Rp 5,4 miliar.

    Stiker dipasang di pintu masuk mal. Stiker merah itu bertuliskan 'Objek Pajak Ini Belum Melunasi Kewajiban Pajak Daerah'.

    Setiawan mengaku kalau Baywalk Mall Pluit selalu patuh dan tertib dalam kewajiban pajak. “Kami sampaikan terima kasih atas kerja sama dan dukungan dari Pemprov DKI Jakarta selama ini,” katanya.

    Sebelumnya, menurut Wakil Ketua BPRD DKI Yuandi Bayak Miko, Baywalk Mall belum membayar Pajak Bumi Bangunan (PBB) sebesar Rp 5,4 miliar padahal sudah jatuh tempo per 16 September 2019. "Sekitar dua bulan terlambat membayar pajak," kata Yuandi di mal itu.

    Saat pemasangan stiker, petugas BPRD dan KPK berdebat dengan pengelola mal. Pengelola menolak pemasangan stiker pajak dengan dalih akan segera membayar pajak. Namun, stiker tetap dipasang pada hari itu.

    ROSSENO AJI


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Lika-Liku Calon Wakil Gubernur DKI Jakarta Pengganti Sandiaga Uno

    Kursi Wakil Gubernur DKI Jakarta kosong sejak Agustus 2018. Pada Januari 2020, Partai Keadilan Sejahtera dan Partai Gerindra mengajukan dua nama.