BMKG Perkirakan Hujan Masih Bayangi Jakarta

Reporter:
Editor:

Aditya Budiman

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Warga beraktivitas saat Car Free Day di Bundaran HI, Jakarta, Ahad, 5 Januari 2020. Sejumlah warga tetap melakukan aktivitas olahraga saat Car Free Day meskipun dengan keadaan hujan. TEMPO/Muhammad Hidayat

    Warga beraktivitas saat Car Free Day di Bundaran HI, Jakarta, Ahad, 5 Januari 2020. Sejumlah warga tetap melakukan aktivitas olahraga saat Car Free Day meskipun dengan keadaan hujan. TEMPO/Muhammad Hidayat

    TEMPO.CO, Jakarta - Badan Meteorologi, Klimatologi dan Geofisika atau BMKG memperkirakan hujan masih terjadi di wilayah DKI Jakarta pada Jumat pagi, 21 Februari 2020. BMKG menghimbau bagi masyarakat yang ingin beraktivitas sebaiknya menyediakan payung sebelum bepergian.

    Hujan diramal terjadi di Jakarta Barat, Jakarta Pusat, dan Jakarta Utara. Sedangkan hujan ringan diperkirakan terjadi di Kepulauan Seribu. Untuk wilayah Jakarta Timur dan Jakarta Selatan pagi hari diperkirakan berawan namun pada siang hari diprediksi terjadi hujan lokal.

    Sedangkan wilayah lainnya, yakni Jakarta Barat, Jakarta Pusat, Jakarta Utara dan Kepulauan Seribu diperkirakan berawan pada Jumat siang. Pada malam hari cuaca di enam wilayah DKI Jakarta diperkirakan berawan, tapi cuaca berubah pada dini hari.

    Hujan ringan diprediksi terjadi di Jakarta Barat dan Jakarta Pusat pada Sabtu dini hari. Sedangkan di Jakarta Timur, Jakarta Selatan, dan Jakarta Utara, Kepulauan Seribu mengalami hujan lokal.

    Secara khusus BMKG mengeluarkan peringatan dini menjelang Sabtu dini hari. "Waspada potensi hujan disertai kilat atau petir dan angin kencang dengan durasi singkat di wilayah Jakarta Utara, Jakarta Barat, Jakarta Selatan, dan Jakarta Timur pada menjelang dini hari," tulis BMKG.

    Adapun suhu udara yang mempengaruhi cuaca wilayah DKI Jakarta berkisar antara 24 hingga 33 derajat Celcius dengan kelembapan udara 70-95 persen.


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Wabah Virus Corona Datang, 13.430 Narapidana Melenggang

    Menteri Hukum dan HAM Yasonna Laoly memutuskan pembebasan sejumlah narapidana dan anak demi mengurangi penyebaran virus corona di penjara