Perkembangan Covid-19 di Jakarta: 104 Kasus Baru Ditemukan Hari Ini

Reporter:
Editor:

Clara Maria Tjandra Dewi H.

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Warga berjalan di depan videotron mengenai protokol kesehatan di kawasan Jalan Jenderal Sudirman, Jakarta, Senin, 13 September 2021. Pemerintah memutuskan untuk terus melanjutkan PPKM Level 2-4 di Jawa-Bali hingga 20 September 2021 untuk menekan penyebaran Covid-19. ANTARA/Dhemas Reviyanto

    Warga berjalan di depan videotron mengenai protokol kesehatan di kawasan Jalan Jenderal Sudirman, Jakarta, Senin, 13 September 2021. Pemerintah memutuskan untuk terus melanjutkan PPKM Level 2-4 di Jawa-Bali hingga 20 September 2021 untuk menekan penyebaran Covid-19. ANTARA/Dhemas Reviyanto

    TEMPO.CO, Jakarta - Kepala Bidang Pencegahan dan Pengendalian Penyakit Dinas Kesehatan DKI Jakarta Dwi Oktavia mengatakan ada penambahan 104 kasus Covid-19 baru hari ini. Angka itu didapat dari tes PCR yang dilakukan terhadap 13.943 spesimen. 

    Dinas Kesehatan DKI mencatat jumlah kasus aktif Covid-19 di Jakarta turun 62 kasus. “Sehingga jumlah kasus aktif sampai hari ini sebanyak 1.786 orang yang masih dirawat atau isolasi,” ujar dia dalam keterangan tertulisnya, Selasa, 28 September 2021. 

    Selama sepekan terakhir Dinas Kesehatan mencatat persentase hasil tes positif Covid-19 atau positivity rate di Ibu Kota sebesar 0,9 persen. Angka itu sudah berada di bawah standar yang ditetapkan oleh WHO, di mana positivity rate suatu daerah tak boleh lebih dari 5 persen. 

    Adapun sepanjang pandemi sudah ditemukan 857.439 kasus Covid-19. Dari jumlah itu, sebanyak 842.141 orang telah dinyatakan sembuh dengan tingkat kesembuhan 98,2 persen, sementara 13.512 orang lainnya meninggal dengan tingkat kematian 1,6 persen. 

    Baca juga: Update Corona Jakarta: 168 Kasus Covid-19 Baru, Positivity Rate 0,9 Persen


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Pro - Kontra Syarat Tes PCR Covid-19 untuk Penerbangan Jawa - Bali

    Syarat terbaru naik transportasi udara antara lain wajib menunjukkan hasil negatif tes PCR. Kebijakan ini dinilai menyulitkan tak hanya penumpang.