Update Corona Jakarta: 168 Kasus Covid-19 Baru, Positivity Rate 0,9 Persen

Reporter:
Editor:

Clara Maria Tjandra Dewi H.

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Tenaga medis tengah merawat pasien Covid-19 di RSUD Kramat Jati, Jakarta, Kamis, 26 Agustus 2021. Selama pandemi, sudah ditemukan 848.263 kasus Covid-19 di Jakarta, dengan 827.333 di antaranya sembuh, sementara 13.216 orang lainnya meninggal. TEMPO/M Taufan Rengganis

    Tenaga medis tengah merawat pasien Covid-19 di RSUD Kramat Jati, Jakarta, Kamis, 26 Agustus 2021. Selama pandemi, sudah ditemukan 848.263 kasus Covid-19 di Jakarta, dengan 827.333 di antaranya sembuh, sementara 13.216 orang lainnya meninggal. TEMPO/M Taufan Rengganis

    TEMPO.CO, Jakarta - Dinas Kesehatan DKI Jakarta menemukan 168 kasus Covid-19 baru pada hari ini. Kepala Bidang Pencegahan dan Pengendalian Penyakit Dinas Kesehatan DKI Jakarta Dwi Oktavia mengatakan angka itu didapat dari hasil tes PCR yang dilakukan terhadap 18.351 spesimen untuk mendiagnosis kasus baru.

    Setelah sebelumnya terus menurun, kini kasus aktif Covid-19 di Jakarta naik sebanyak 38 kasus. "Sehingga jumlah kasus aktif sampai hari ini sebanyak 2.010 orang yang masih dirawat isolasi," ujar Dwi dalam keterangan tertulisnya.

    Sementara itu, selama sepekan terakhir Dinas Kesehatan mencatat persentase hasil tes positif atau positivity rate di Ibu Kota sebesar 0,9 persen. Angka itu sudah jauh lebih rendah dari standar yang ditetapkan oleh WHO, di mana positivity rate suatu daerah tak boleh lebih dari 5 persen.

    Adapun selama pandemi telah ditemukan 857.232 kasus Covid-19 di Jakarta. Dari jumlah itu, sebanyak 841.719 orang telah dinyatakan sembuh dengan tingkat kesembuhan 98,2 persen, sementara 13.503 orang meninggal dengan tingkat kematian 1,6 persen. 

    Baca juga: 181 Kasus Covid-19 Baru Ditemukan di Jakarta Hari Ini


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Pro - Kontra Syarat Tes PCR Covid-19 untuk Penerbangan Jawa - Bali

    Syarat terbaru naik transportasi udara antara lain wajib menunjukkan hasil negatif tes PCR. Kebijakan ini dinilai menyulitkan tak hanya penumpang.