Tim KPK Tinggalkan Rumah Tjitardjo  

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Dirjen Pajak Tjiptardjo beserta istri keluar rumah usai di verifikasi oleh KPK di kediamannya di Rempoa, Ciputat, Tangerang (6/4). TEMPO/Aditia Noviansyah

    Dirjen Pajak Tjiptardjo beserta istri keluar rumah usai di verifikasi oleh KPK di kediamannya di Rempoa, Ciputat, Tangerang (6/4). TEMPO/Aditia Noviansyah

    TEMPO Interaktif, Tangerang: Tim Direktorat Laporan Harta Kekayaan Penyelenggara Negara selesai melakukan klarifikasi terhadap laporan kekayaan Dirjen Pajak, M Tjiptardjo. Tim yang dipimpin oleh Cahya Hardianto Harefa itu keluar dari kediaman Tjiptardjo pada pukul 10.30. Kediaman Tjiptardjo itu berada di Jalan Taman Palem Indah No. M1 Komplek Perumahan Taman Rempoa Indah,Tanggerang Selatan.

    Cahya yang menemui wartawan mengatakankedatangan ini terkait dengan laporan kekayaan yang disampaikan oleh M Tjiptardjo pada Senin kemarin. "Kemarin sudah dilaporkan kepada kami, sekarang kami mengklarifikasi laporan itu," ujarnya.

    Cahya enggan menyebutkan berapa jumlah harta kekayaan yang dilaporkan oleh Tjiptardjo. "Nanti kami umumkan,sekarang masih diklarifikasi," ujarnya. Ia mengungkapkan, laporan terakhir harta kekayaan Tjiptardjo menyebutkan angka Rp 7 miliar. "Itu waktu menjabat sebagai Direktur Bidang Intelejen dan Penyidikan Pajak," ujarnya. Tim yang berjumlah empat orang tersebut menghabiskan waktu dua jam untuk mengklarifikasi sejumlah dokumen.

    M Tjiptardjo yang dihadang wartawan ketika hendak berangkat ke kantor memebenarkan bahwa kedatangan KPK ini hanya menanyakan sejumlah dokumen hartakekayaan yang dilaporkannya. "Yang saya lampirkan hanya fotokopinya saja, sekarang mereka mau melihat yang aslinya, ya saya berikan," ujarnya seraya memasuki mobil Camry Berplat no. B 1206 RFS.

    FEBRIYAN | GILANG MUSTIKA RAMDANI


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Perjalanan Pemakzulan Donald Trump Dari Ukraina Ke Kongres AS

    Dewan Perwakilan Rakyat Amerika Serikat mencetuskan penyelidikan untuk memakzulkan Presiden Donald Trump. Penyelidikan itu bermula dari Ukraina.