Anies Baswedan Janji Revitalisasi PDS HB Jassin

Selasa, 16 Mei 2017 | 21:07 WIB
Anies Baswedan Janji Revitalisasi PDS HB Jassin
Pasangan Anies Baswedan-Sandiaga Uno, memberikan kata sambutan seusai menerima surat penetapan calon Gubernur-Wakil Gubernur DKI Jakarta dalam rapat pleno, di Gedung Komisi Pemilihan Umum Daerah DKI Jakarta, 5 Mei 2017. Anies-Uno terpilih sebagai Gubernur dan Wakil Gubernur DKI Jakarta terpilih tahun 2017-2022 setelah mendapatkan kepastian dari Mahkamah Konstitusi bahwa tidak ada pengajuan keberatan terhadap hasil dan tahapan pelaksanaan Pilkada DKI Jakarta 2017. TEMPO/Imam Sukamto

TEMPO.CO, Jakarta - Gubernur DKI Jakarta terpilih Anies Baswedan berjanji akan merevitalisasi Pusat Dokumentasi Sastra HB Jassin di kawasan Taman Ismail Marzuki, Cikini, Jakarta Pusat.

Janji ini diucapkan Anies saat berkunjung ke PDS HB Jassin pada  Selasa 16 Mei 2017. "Ini suatu harta karun sastra yang luar biasa. Di tempat ini, kita menemukan karya-karya yang dirawat dengan baik, dan punya nilai historis dan pembelajaran yang luar biasa," kata Anies, selepas melihat koleksi di Pusat Dokumentasi Sastra HB Jassin.

Anies ingin menyampaikan apresiasi kepada Ajip Rosidi dan timnya, selaku pihak pengelola HB Jassin, karena sudah bekerja tanpa terekspose media. Padahal, tempat dokumentasi tersebut jauh dari kata terkelola dengan layak. Melihat kondisi tersebut, Anies turut prihatin, karena ini harta karun yang tersimpan di HB Jassin dalam pengelolaannya terbengkalai.



 



Baca: Ahok Stop Bantuan, Nasib Pusdok HB Jassin Memprihatinkan

"Ini bukan hanya masalah Pemda, ini juga bukan masalah warga Jakarta saja. Tapi, ini menyangkut aset nasional yang berada di Jakarta. Karena itu kita pilih ambil tanggung jawab, melakukan revitalisasi, kita ingin tempat ini jauh lebih baik," katanya.

Dia juga menghimbau bahwa bangsa ini harus memberi perhatian perihal sastra dan dokumentasi. Ia beserta Sandiaga berkomitmen untuk mengubah tata cara pengelolaan Pusat Dokumentasi Sastra HB Jassin, supaya tidak terbengkalai.

"Masalah ini harus menjadi fokus seluruh warga, terutama anak muda Jakarta untuk bisa ambil tanggung jawab lebih baik," kata Anies.

Dalam janji kerja Anies-Sandi, masalah perhatian terhadap pusat dokumentasi sastra, secara ekplisit memang menyangkut Pusat Dokumentasi Sastra HB Jassin tersebut, katanya.

"Itu termasuk dalam rencana kita. Jadi nanti kita akan bicara lebih jauh teknisnya. Ini bukan kejadian sekali dua kali, dari tahun 1980-an sudah susah untuk mendapat pendanaan," kata Anies.

Menurut Anies, ini adalah bagian tugas Tim Sinkronisasi untuk menerjemahkannya agar bisa dikelola dengan APBD. "Itu ada aturan hukumnya, ada perda, dan Mendagri, dan akan mencari pola yang tepat," katanya.

ANTARA|JH

Disclaimer : Komentar adalah tanggapan pribadi, tidak mewakili kebijakan editorial redaksi tempo.co. Redaksi berhak mengubah kata-kata yang berbau pelecehan, intimidasi, bertendensi suku, agama, ras, dan antar golongan