Lupa Kata Sandi? Klik di Sini

atau Masuk melalui

Belum Memiliki Akun Daftar di Sini


atau Daftar melalui

Sudah Memiliki Akun Masuk di Sini

Konfirmasi Email

Kami telah mengirimkan link aktivasi melalui email ke rudihamdani@gmail.com.

Klik link aktivasi dan dapatkan akses membaca 2 artikel gratis non Laput di koran dan Majalah Tempo

Jika Anda tidak menerima email,
Kirimkan Lagi Sekarang

Kasus Anggota Polda Metro Jaya Pesta Narkoba di Depok, Orang Tua Pernah Diingatkan Ditresnarkoba Godaannya Besar

image-gnews
Kondisi rumah polisi yang gelar pesta narkoba jenis sabu di Kelurahan Tugu, Kecamatan Cimanggis, Depok, Senin, 22 April 2024. TEMPO/Ricky Juliansyah
Kondisi rumah polisi yang gelar pesta narkoba jenis sabu di Kelurahan Tugu, Kecamatan Cimanggis, Depok, Senin, 22 April 2024. TEMPO/Ricky Juliansyah
Iklan

TEMPO.CO, Jakarta - Henhen Suhendra, anggota Satuan Pertahanan Sipil (Hansip) di RT 004 RW 01 Kelurahan Tugu, Cimanggis, Depok, menceritakan pertemuannya dengan 3 anggota Polres Depok, dua malam sebelum penggerebekan 5 polisi diduga pesta narkoba. Empat dari 5 polisi itu kedapatan mengonsumsi sabu di sebuah rumah di Kampung Palsigunung, Kelurahan Tugu, Kecamatan Cimanggis, Depok, Jawa Barat, Jumat malam, 19 April 2024

Pada malam itu, Henhen, 43, sedang duduk di pos jaga. Datang tiga pria mengendarai dua motor bebek dengan gelagat mencari alamat rumah. 

Melihat tiga pria tak dikenal, Henhen, anggota Satuan Pertahanan Sipil (Hansip) di RT 004 RW 01 Kelurahan Tugu, langsung bertanya mereka sedang mencari apa. Mereka menjawab sedang mencari orang di RT 007. Mereka juga memperkenalkan diri dari Polres Depok.

Henhen mengatakan, ketiga orang itu tak mengenakan seragam. Mereka menyebut tengah mencari satu nama di RT 007. "Saya lupa nama yang mereka sebut. Pokoknya mereka bilang lagi cari orang, nama siapa gitu," kata Henhen kepada Tempo, Rabu malam, 24 April 2024.

Karena Henhen tak mengenal nama orang yang dicari, mereka meminta diberi tahu rumah Ketua RT 007 di Kelurahan Tugu, Zaenal Arifin. Henhen menunjukkan rumah Zaenal, yang terletak sekitar seratus meter dari pos jaga. Ketiga pria itu lantas melaju dengan dua motor bebek mereka. "Saya baru tahu ada penangkapan saat dengar dari bocah-bocah," tutur Henhen.

Pesta narkoba ini terjadi di rumah dua anggota polisi di Kampung Palsigunung, RT 007 RW 01, Cimanggis, Depok. Malam itu polisi menangkap lima anggota polisi. Kelima anggota polisi ini, yakni Brigadir Satu FAR, Briptu FAG, Briptu IR, Brigadir DN, dan Brigadir DP. FAG, 30 tahun, dan FAR (26) adalah saudara kandung.

Kelima polisi ini digerebek anggota Unit Reserse Kriminal Polsek Sukmajaya Depok. Dari penggeledahan pada Jumat malam, pukul 23.00 WIB, polisi menemukan barang bukti 4 paket sabu di badan FAR. Polisi menemukan empat orang lainnya di dalam kamar. Mereka diduga sedang memakai sabu. Dugaan itu tambah kuat saat polisi menemukan alat hisap (Bong) di rumah itu.

Empat polisi yang ditangkap disebut sebagai anggota Direktorat Reserse Narkoba Polda Metro Jaya. Seorang lainnya anggota dari Satuan Reserse Narkoba Polres Metro Jakarta Timur. Setelah tes urine, polisi menyatakan empat orang positif narkoba, namun anggota Polres Jakarta Timur, DN, negatif.

Lili Ramli, Ketua RW 01 di Kelurahan Tugu, mengatakan proses penangkapan kelima orang senyap. Tak ada yang tahu adanya penggerebekan narkoba di rumah FAR dan FAG. "Saya baru tahu pas ditelepon sama teman saya. Dia polisi," tutur LIli.

Lili bercerita, kabar itu tiba di kupingnya setelah menerima telepon dari temannya, anggota polisi di Polres Depok, keesokan harinya. Polisi itu bertanya apakah dia tahu penggrebekan anggota polisi yang mengkonsumsi narkoba. Lili menjawab tidak tahu. Temannya langsung mengirim video penangkapan.

"Ini di rumah siapa?" tanya rekan Lili melalui WhatsApp.

Lili mengenal satu orang di video itu, FAG. Dia mengatakan peristiwa itu di rumah S, ayah FAR dan FAG. Tampak sekilas dalam video itu ibu FAG dan FAR.

Iklan
Scroll Untuk Melanjutkan

Setelah itu Lili menelepon Asep, hansip RT 007 untuk bertanya perihal kebenaran informasi penangkapan. "Saya baru tahu siang, setelah penangkapan malam," ujar Lili.

Lili mengaku mendapatkan beberapa pertanyaan dari warganya perihal penangkapan itu. Namun Lili tak tahu kronologinya. 

Menurut Lili, Ketua RT 007 Zaenal pun tidak tahu ada warganya ditangkap karena pesta narkoba. Zaenal baru tahu setelah Lili bercerita.

Ketika Tempo mendatangi rumah Zaenal untuk menanyakan informasi penanggkapan anggota polisi yang mengonsumsi narkoba tersebut, adiknya, Sarif, mengatakan kakaknya sakit stroke dan tak mampu berjalan lagi.

"Saya enggak mungkin bangunin kakak saya karena baru selesai terapi. Saya bawa terus di rumah sakit. Dia juga enggak tahu ada masalah itu," kata Sarif di depan teras rumah Zaenal, Rabu malam.

Sarif juga tak mengetahui perihal pesta narkoba dan penangkapan lima anggota polisi di sekitar rumahnya. Padahal rumah Sarif hanya berjarak sekitar 100 meter dari tempat penangkapan.

Di dekat rumah Sarif, ada sebuah gang jalan setapak menurun sekitar 50 meter. Terdapat belokan ke kanan sejauh 50 meter. Sekitar empat rumah di sisi kanan dari belokan itu, terdapat sebuah rumah berlantai dua. Rumah berwarna biru muda itu dipenuhi berbagai jenis bunga dalam pot di atas pagar.

Menurut Sarif, kedua polisi muda itu termasuk anak yang pendiam. Keduanya jarang bergaul dengan pemuda setempat. Keduanya punya seorang adik, yang juga anggota polisi. Setelah kabar penangkapan FAG dan FAR tersebar baru diketahui bahwa penggerebekan itu menyangkut penggunaan narkoba.

Lili tak menyangka peristiwa itu menimpa dua putra S, karena S dikenal warga sebagai orang yang kerap menolong dan ramah dengan tetangga. Dia juga suka menegur warga lain. Lili kerap saling sapa saat S berolahraga pagi atau pulang dari pasar. "Pak S itu sesepuh di sini. Orangnya baik," ucap Lili.

Lili bercerita S pernah diingatkan seorang anggota TNI, warga setempat, setelah tahu dua putranya bertugas di bagian Ditresnarkoba. "Pak, masuk ke situ (Ditresnarkoba) godaanya besar. Hati-hati anak-anak itu," ucap Lili, menirukan ucapan anggota TNI kepada S.

Pilihan Editor: Top 3 Hukum: Uang Judi Online Tembus Rp 327 Triliun, Syahrul Yasin Limpo dan Uang Hanan Supangkat yang Disita KPK

Iklan



Rekomendasi Artikel

Konten sponsor pada widget ini merupakan konten yang dibuat dan ditampilkan pihak ketiga, bukan redaksi Tempo. Tidak ada aktivitas jurnalistik dalam pembuatan konten ini.

 

Video Pilihan


Kakek 77 Tahun di Tangerang Jadi Kurir Narkoba, Mengaku Sudah 3 Kali Keluar-Masuk Penjara

15 jam lalu

Ilustrasi Sabu-sabu. Dok. TEMPO/Eko Siswono Toyudho
Kakek 77 Tahun di Tangerang Jadi Kurir Narkoba, Mengaku Sudah 3 Kali Keluar-Masuk Penjara

Kakek 77 tahun itu ditangkap anggota dari Direktorat Narkoba Polda Metro Jaya saat melakukan penggerebekan di sebuah kos-kosan.


Bank Jago Sebut 112 Rekening yang Diblokir Lalu Dibobol Pegawai Terindikasi Hasil Kejahatan

1 hari lalu

Ilustrasi Bank Jago/Bank Jago
Bank Jago Sebut 112 Rekening yang Diblokir Lalu Dibobol Pegawai Terindikasi Hasil Kejahatan

Polda Metro telah menangkap IA eks pegawai Bank Jago yang membobol 112 rekening yang terblokir. Pelaku berhasil memindahkan dana Rp 1,39 miliar.


Beredar Video Mobil Damkar Depok Tak Bisa Isi BBM di SPBU karena Saldo Kartu Habis

2 hari lalu

Ilustrasi kebakaran. Dok. TEMPO/Eko Siswono Toyudho
Beredar Video Mobil Damkar Depok Tak Bisa Isi BBM di SPBU karena Saldo Kartu Habis

Dalam video itu, petugas Damkar Depok mengeluh tak bisa mengisi BBM di SPBU karena saldo di kartu top up habis.


Data Pelamar Kerja Dipakai untuk Pinjaman Online, Polda Metro Jaya Imbau Jaga Data Pribadi

2 hari lalu

Kabid Humas Polda Metro Jaya Kombes Pol. Ade Ary Syam Indradi saat konferensi pers pengungkapan kasus home industry narkotika tablet PCC dan obat tanpa Ijin edar dari BPOM RI, di Polda Metro Jaya, Jakarta Pusat, Selasa, 21 Mei 2024. Seorang tersangka ditangkap dalam pembongkaran pabrik rumahan narkoba ini. Tersangka berinisial MH (43 tahun) yang perannya sebagai karyawan. Ia bertugas sebagai supir mobil APV, mengambil bahan baku dan mengirim tablet PCC maupun obat tanpa ijin edar dari BPOM RI. TEMPO/Martin Yogi Pardamean
Data Pelamar Kerja Dipakai untuk Pinjaman Online, Polda Metro Jaya Imbau Jaga Data Pribadi

Kabid Humas Polda Metro Jaya Kombes Ade Ary Syam Indradi mengimbaummasyarakat menjaga data pribadi agar tidak disalahgunakan untuk pinjaman online.


Belum Setahun Beroperasi, Satgas Narkoba Bareskrim Polri Sebut Telah Tangkap 38.194 Tersangka

2 hari lalu

Konferensi pers Penanggulangan Penyalahgunaan dan Peredaran Gelap Narkoba (P3GN) di Bareskrim Polri, Jakarta Selatan, Selasa, 9 Juli 2024. Satgas P3GN, mulai 21 September 2023 hingga 9 Juli 2024, telah berhasil menangkap 38.194 tersangka kasus narkoba serta menyita barang bukti sabu sebanyak 4,4 ton, 2,6 juta butir ekstasi, 2,1 ton ganja, 11,4 kg kokain, 1,28 ton tembakau gorila, 32,2 kg ketamine, 86 gram heroin dan 16,7 juta butir obat keras.  TEMPO/Martin Yogi Pardamean
Belum Setahun Beroperasi, Satgas Narkoba Bareskrim Polri Sebut Telah Tangkap 38.194 Tersangka

Satgas di bawah naungan Bareskrim Polri itu menyatakan telah menyita berbagai jenis narkoba yang dibungkus dengan kemasan teh Cina hingga kopi.


Kasus Korupsi UPN Veteran Jakarta Bakal Disidangkan, Kejari Depok Utus 6 JPU

3 hari lalu

Kejaksaan Negeri Depok. TEMPO/ADE RIDWAN
Kasus Korupsi UPN Veteran Jakarta Bakal Disidangkan, Kejari Depok Utus 6 JPU

Kejari Depok akan menghadirkan sejumlah saksi di persidangan, termasuk mantan Rektor UPN Veteran Jakarta Prof Erna Hernawati.


Depok Tutup Sementara TPA Cipayung, Sampah Longsor Tepat di Titik Pembuangan

3 hari lalu

Armada pengangkut sampah antre menunggu giliran bongkar muat di TPA Cipayung, Kota Depok, Selasa, 9 Juli 2024. TEMPO/Ricky Juliansyah
Depok Tutup Sementara TPA Cipayung, Sampah Longsor Tepat di Titik Pembuangan

Warga Depok diimbau kurangi timbulan sampah dari sumbernya, kemudian melakukan pemilahan organik dan anorganik sebelum sampai ke TPA Cipayung.


Berkas Pemerasan Ria Ricis Sudah Dilimpahkan ke Kejaksaan Tinggi DKI Jakarta

3 hari lalu

Artis Ria Ricis usai diperiksa karena laporannya ke Polda Metro Jaya mengenai ancaman pemerasan yang dia terima. Dia ditemui di Polda Metro Jaya, Jakarta, pada Senin, 10 Juni 2024. Tempo/Cicilia Ocha
Berkas Pemerasan Ria Ricis Sudah Dilimpahkan ke Kejaksaan Tinggi DKI Jakarta

Eks satpam memeras dan mengancam akan menyebarkan foto dan video Ria Ricis karena sakit hati dan faktor ekonomi.


TPA Cipayung Depok Longsor, Truk Sampah Antre Sampai 8 Jam

3 hari lalu

Armada pengangkut sampah antre menunggu giliran bongkar muat di TPA Cipayung, Kota Depok, Selasa, 9 Juli 2024. TEMPO/Ricky Juliansyah
TPA Cipayung Depok Longsor, Truk Sampah Antre Sampai 8 Jam

Longsor terkini di TPA Cipayung Depok terjadi pada Senin malam berbarengan dengan hujan deras. Dampaknya pun berulang.


Sejumlah Kasus Penyiksaan oleh Anggota Polri, dari Kematian Dul Kosim hingga I Wayan Suparta Disekap dan Dianiaya 3 Hari

4 hari lalu

Suasana penemuan mayat Dul Kosim, korban penganiayaan berujung maut oleh polisi yang dibuang ke jurang di wilayah Desa Sumur Bandung, Kecamatan Cipatat, Kabupaten Bandung Barat, pada 24 Juli 2023. Sumber: Istimewa
Sejumlah Kasus Penyiksaan oleh Anggota Polri, dari Kematian Dul Kosim hingga I Wayan Suparta Disekap dan Dianiaya 3 Hari

I Wayan Suparta, warga Klungkung, Bali, mengaku menjadi korban penculikan, penyiksaan, dan perampasan oleh anggota Polres Klungkung, selama 3 hari.