Sebanyak 80 Persen Sampah Tangerang Tak Terangkut

Reporter

Editor

Selasa, 10 November 2009 13:33 WIB

TEMPO Interaktif, Tangerang - Kabupaten Tangerang kewalahan mengatasi sampah yang ada di wilayah itu. Luasnya wilayah tidak diimbangi dengan jumlah tempat pembuangan sampah sementara serta terbatasnya fasilitas dan sumber daya manusia.

"Wilayah yang luas ditambah dengan terbatasnya armada pengangkut sampah membuat banyak sampah yang tidak terangkut dan belum terkelola," ujar Kepala Dinas Kebersihan Pertamanan dan Pemakaman Kabupaten Tangerang, Heri Heryanto, Selasa (10/11).

Dengan keterbatasan tersebut, Pemerintah Kabupaten Tangerang beralasan 80 persen dari sekitar 6.000 meter kubik sampah yang ada di Kabupaten Tangerang tidak terkelola. "Hanya 20 persennya yang terkelola. Selebihnya masih dibuang sembarangan atau dibakar oleh penduduk," kata Heri.

Heri mengatakan sampah yang terkelola selama ini adalah sampah pasar dan perumahan. Sampah itu diangkut dengan armada sampah yang ada sebelum dibuang di tempat pembuangan sampah akhir Jatiwaringin, Mauk.

Sampah tersebut dikelola dengan baik karena biasanya di perumahan, pasar, dan pusat perbelanjaan terdapat tempat pembuangan sementara. Berbeda dengan di kampung-kampung yang tidak terdapat tempat pembuangan sementara.

Heri memperkirakan jumlah sampah yang tidak terkelola itu sekitar 4.000 meter kubik lebih. “Mungkin dibakar atau dibuang sembarangan di kali,” ujar dia. Namun angka 20 persen sampah yang terkelola ini, menurut Heri, tergolong pencapaian tertinggi dalam pengelolaan sampah.

Heri tak menampik juga kondisi ini menimbulkan maraknya tempat pembuangan sampah di Kabupaten Tangerang. Munculnya tempat pembuangan sampah liar seiring dengan mengertinya masyarakat jika sampah punya nilai ekonomis yang tinggi. Sayangnya, sampah-sampah tersebut hanya yang diambil yang bisa diolah dan didaur ulang. Sisanya dibiarkan menumpuk dan berceceran.

JONIANSYAH

Berita terkait

Undip dan Brin Kembangkan Pendeteksi Logam Berat dalam Limbah Industri

26 Oktober 2023

Undip dan Brin Kembangkan Pendeteksi Logam Berat dalam Limbah Industri

BRIN dan Universitas Diponegoro (Undip) menjalin kolaborasi riset untuk pengembangan metode alternatif pendeteksi logam di limbah industri.

Baca Selengkapnya

Cerita Warga Bekasi Kena Penyakit Kulit karena Air PAM, Sempat Dikira Sebab Udara Kotor

19 September 2023

Cerita Warga Bekasi Kena Penyakit Kulit karena Air PAM, Sempat Dikira Sebab Udara Kotor

Menurut pelanggan Perumda Tirta Patriot itu, banyak warga Bekasi yang juga mengalami penyakit kulit karena air PAM, selain dirinya.

Baca Selengkapnya

Kali Bekasi Tercemar Limbah Industri Hitam dan Bau, Suplai Air PAM 40 Ribu Pelanggan Sudah 3 Hari Terhenti

15 September 2023

Kali Bekasi Tercemar Limbah Industri Hitam dan Bau, Suplai Air PAM 40 Ribu Pelanggan Sudah 3 Hari Terhenti

Akibat suplai air PAM terhenti 3 hari, warga Bekasi terpaksa beli air isi ulang dan tidak mandi untuk menghemat air.

Baca Selengkapnya

Kali Bekasi Tercemar Limbah Industri, Suplai Air PAM Warga Terganggu

11 Agustus 2023

Kali Bekasi Tercemar Limbah Industri, Suplai Air PAM Warga Terganggu

Perumda Tirta Patriot mengambil air Sungai Kalimalang sebagai penetral untuk dicampur dengan air baku Kali Bekasi.

Baca Selengkapnya

Mengenal Limbah B3, Begini Dampak Kerusakan Lingkungan Akibat Limbah Elektronik dan Industri

30 November 2022

Mengenal Limbah B3, Begini Dampak Kerusakan Lingkungan Akibat Limbah Elektronik dan Industri

Limbah B3 dibagi menjadi limbah elektronik dan fashion. Hal ini menjadi permasalahan utama yang akan menyerang kondisi manusia dan lingkungan dalam keseharian.

Baca Selengkapnya

Ratusan Ribu Ikan Bandeng Nelayan Semarang Mati, Diduga Tercemar Limbah Industri

6 Juli 2022

Ratusan Ribu Ikan Bandeng Nelayan Semarang Mati, Diduga Tercemar Limbah Industri

Warga menduga kematian ikan bandeng di keramba tersebut akibat limbah dari Kawasan Industri Lamicitra.

Baca Selengkapnya

Grup MIND ID Uji Coba Aplikasi Pengelola Limbah Tambang

31 Maret 2022

Grup MIND ID Uji Coba Aplikasi Pengelola Limbah Tambang

Aplikasi MASTERMINE diharapkan dapat menghasilkan nilai efisiensi 10-20 persen dari total biaya pengolahan air limbah tambang.

Baca Selengkapnya

Mahasiswa Universitas Brawijaya Riset Bulu Ayam Penyerap Limbah Industri Tekstil

29 Juli 2021

Mahasiswa Universitas Brawijaya Riset Bulu Ayam Penyerap Limbah Industri Tekstil

Pengelolaan limbah cair tekstil pascaproduksi ditujukan untuk menghilangkan atau mereduksi kadar bahan pencemar sehingga limbah cair industri memenuh

Baca Selengkapnya

KLHK Ungkap Penyebab 59 Persen Sungai di Indonesia Tercemar Berat

28 Juli 2021

KLHK Ungkap Penyebab 59 Persen Sungai di Indonesia Tercemar Berat

KLHK menuturkan 59 persen sungai di Indonesia masih dalam kondisi tercemar berat.

Baca Selengkapnya

Dua Anggota Ormas Nyaris Bentrok di Tambun Bekasi

2 Juni 2021

Dua Anggota Ormas Nyaris Bentrok di Tambun Bekasi

Diduga, kedua ormas itu berselisih soal pengelolaan limbah industri otomotif di sana.

Baca Selengkapnya