Depkes Teliti Gas Pertamina

Reporter

Editor

Sabtu, 20 Maret 2004 14:17 WIB

TEMPO Interaktif, Bekasi: Pertamina Daerah Operasi Hulu Jawa Bagian Barat (DOH JBB) mendatangkan tim dari Departemen Kesehatan untuk meneliti ulang kandungan gas yang bocor di lokasi eksplorasi minyak dan gas di Struktur Pondok Tengah 01 (PD-01).Menurut pejabat Hubungan Masyarakat Pertamina JOH JBB, Sri Kustini kepada Tempo News Room pada Sabtu (20/3), saat ini tim dari Depkes yang dikoordinatori Ma'ruf tengah meneliti secara intensif kondisi lingkungan sekitar lokasi kebocoran.Kebocoran gas yang terjadi beberapa waktu lalu hingga hari keempat ini belum dapat ditangani seluruhnya oleh Pertamina. Gas warna kuning itu masih terus menyembur dari lubang pemboran yang kepala pipanya meledak.Dengan kondisi demikian, kemudian Pertamina mendatangkan tim khusus dari Depkes untuk melakukan penelitian terhadap udara di sekitar lokasi kebocoran, di Kampung Buni Baru, Desa Buni Bhakti juga beberapa kampung terdekat dengan lokasi. "Tim yang kita datangkan itu mengambil sampel udara untuk diteliti apakah berbahaya bagi manusia," katanya.Dikhawatirkan, kadar udara bercampur dengan gas dan sampel air di sekitar lokasi kebocoran itu mengandung virus yang membahahayakan kehidupan manusia dan hewan. "Diteliti apakah komponen H2F, CO2, SO2, mengandung unsur yang membahahayakan, tapi kami yakin itu tidak ada," kata Sri.Yang dimaksud dengan H2F adalah sulfur. "Sulfur ini pada kebocoran gas di Dieng beberapa tahun lalu bisa mematikan," kata Sri. Namun demikian pihak Pertamina belum bisa memberikan kesimpulan hasil penelitian Depkes. Sementara itu, dari hasil penelitian yang dilakukan oleh tim dari Elnusa sendiri disebutkan, dari komponen H2F, CO2, SO2 tidak ditemukan kadar yang membahayakan keselamatan jiwa manusia. "Ketiga komponen itu tidak ada racun atau virusnya, kadarnya nol persen," kata dia.Sedangkan mengenai volume gas yang terbuang cuma-cuma selama kebocoran, belum dapat dikalkulasi Pertamina. Begitu juga kerugian materi lainnya. "Kita masih konsentrasi untuk mematikan semburan gas, kita belum sampai ke jumlah kerugian," kata dia.Dari pengamatan, para petugas dari Tim Perlindungan Lingkungan, Kesehatan dan Keselamatan Kerja DOH JBB masih melakukan upaya untuk menghentikan semburan gas. Sebagian lagi masih menyemprotkan air keperalatan pemboran.Menurut Sri, saat ini, petugas sudah merampungkan mobilisasi penyelamatan alat yang digunakan untuk mengebor. "Sudah 85 persen selesai mengeluarkan alat-alat," tambah Sri.Setelah itu, petugas akan membersihkan tumpahan minyak di balong yang sudah disiapkan. Minyak itu, nantinya akan diangkut ke tempat yang aman.Hingga berita ini diturunkan, sedikitnya 300 warga yang berasal dari Kampung Buni Baru, Desa Buni Bhakti masih mengungsi di kantor Kepala Desa Buni Bhakti. Warga belum diizinkan pulang karena dikhawatirkan akan diserang gas lagi.Di tempat terpisah, Anggota DPRD Kabupaten Bekasi, Nirwan Fauzi menilai, Pertamina lalai untuk mengantisipasi terjadinya peristiwa kebocoran gas yang membuat ribuan warga terpaksa mengungsi. "Seharusnya bisa antisipasi sejak dini," kata dia.Siswanto - Tempo News Room

Berita terkait

BRIN Kembangkan Teknologi Biosensor Portabel Pendeteksi Virus Hingga Pencemaran Lingkungan

20 hari lalu

BRIN Kembangkan Teknologi Biosensor Portabel Pendeteksi Virus Hingga Pencemaran Lingkungan

Pusat Riset Elektronika BRIN mengembangkan beberapa produk biosensor untuk mendeteksi virus dan pencemaran lingkungan.

Baca Selengkapnya

Pertamina Paparkan Strategi Pertumbuhan Ganda di Forum CERAWeek

34 hari lalu

Pertamina Paparkan Strategi Pertumbuhan Ganda di Forum CERAWeek

PT Pertamina (Persero) melangkah maju dengan strategi pertumbuhan ganda untuk mempertahankan kebutuhan energi nasional.

Baca Selengkapnya

Deretan Timses atau Penyokong Prabowo-Gibran yang Jadi Komisaris Hingga Promosi

38 hari lalu

Deretan Timses atau Penyokong Prabowo-Gibran yang Jadi Komisaris Hingga Promosi

Pengamat politik Adi Prayitno, menilai bagi-bagi jabatan komisaris BUMN ke para pendukung Prabowo-Gibran adalah balas budi politik dan alamiah.

Baca Selengkapnya

Limbah Tambak Udang Cemari Taman Nasional Karimunjawa, KLHK Tetapkan 4 Tersangka

38 hari lalu

Limbah Tambak Udang Cemari Taman Nasional Karimunjawa, KLHK Tetapkan 4 Tersangka

Gakkum KLHK menetapkan empat tersangka pencemaran lingkungan di Taman Nasional Karimunjawa. Kejahatan terkait limbah ilegal dari tambak udang.

Baca Selengkapnya

PT Pertamina Hadirkan UMKM Unggulan di Inacraft 2024

27 Februari 2024

PT Pertamina Hadirkan UMKM Unggulan di Inacraft 2024

PT Pertamina (Persero) akan menjadi salah satu yang terdepan dalam menghadirkan 29 Usaha Mikro, Kecil dan Menengah (UMKM) unggulan di pameran produk kerajinan Inacraft 2024.

Baca Selengkapnya

Perdana di Kawasan Timur Indonesia, Operasi Tumor Otak Berbasis Pemindaian Tiga Dimensi

1 Februari 2024

Perdana di Kawasan Timur Indonesia, Operasi Tumor Otak Berbasis Pemindaian Tiga Dimensi

Rumah Sakit Otak dan Jantung Pertamina di Makassar menjadi pionir operasi tumor otak berbasis pemindaian tiga dimensi di Indonesia Timur.

Baca Selengkapnya

Pencemaran Lingkungan di Area Tambang Minyak, Guru Besar ITS Rekomendasikan Ini

14 Januari 2024

Pencemaran Lingkungan di Area Tambang Minyak, Guru Besar ITS Rekomendasikan Ini

Peningkatan aktivitas industri pertambangan menimbulkan risiko terjadinya pencemaran lingkungan.

Baca Selengkapnya

Sagu Disebut Bisa Jadi Bahan Pembalut dan Popok Ramah Lingkungan

12 November 2023

Sagu Disebut Bisa Jadi Bahan Pembalut dan Popok Ramah Lingkungan

Sampah pembalut dan popok dikenal kerap menjadi masalah. Sagu disebut-sebut bisa membuat dua benda itu ramah lingkungan

Baca Selengkapnya

Diduga Mencemari Lingkungan, PT GSA Dilaporkan ke Ombudsman

10 Oktober 2023

Diduga Mencemari Lingkungan, PT GSA Dilaporkan ke Ombudsman

Pabrik pengolahan jagung PT Global Solid Agrindo (PT GSA) dilaporkan warga ke Ombudsman karena diduga mencemari lingkungan.

Baca Selengkapnya

5 Lowongan Kerja BUMN Oktober 2023

7 Oktober 2023

5 Lowongan Kerja BUMN Oktober 2023

5 lowongan kerja perusahaan BUMN ini dapat dikirim selama Oktober 2023.

Baca Selengkapnya