Jumat, 16 November 2018

Bus Lintas Sumatera Sepi Penumpang

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • TEMPO Interaktif, Jakarta:Sejumlah Perusahaan Otobus (PO) di Terminal Rawamangun yang melayani rute Jakarta-Sumatera, mengeluhkan sedikitnya penumpang yang mudik tahun ini. Pada hari puncak mudik, yaitu H-3, hanya 50 persen kursi yang baru dipesan penumpang. PO pun tidak berani menyiapkan banyak armada karena khawatir tidak mendapatkan penumpang.PO ANS yang melayani rute Jakarta?Padang, misalnya, tahun lalu pada H-8 bus yang diberangkatkan dengan kapasitas penumpang penuh sekitar 10 bus. Sedangkan tahun ini, pada H-8, pihak ANS hanya mampu memberangkatkan dua sampai tiga kendaraannya.Sedangkan pada saat puncaknya, yaitu H-5, H-4, H-3, dan H-2, tahun lalu ANS memberangkatkan 19 bus ke Padang dengan kapasitas penumpang penuh. ?Puncak mudik nanti kami hanya menyediakan lima bus karena sepi,? kata Gusti, karyawan PO ANS.Hal senada jga diungkapkan PO Sari Harum, yang melayani rute Jakarta?Palembang. Sejak H-10 sampai hari ini, PO ini setiap harinya hanya memberangkatkan satu bus ke Palembang. Itu pun dengan kapasitas tidak terisi penuh. ?Kita Lebaran tahun ini hanya sediakan tiga bus, karena pada H-3 tahun ini, yang diperkirakan merupakan puncak arus mudik, kursi yang dipesan penumpang baru mencapai 50 persen, yang lainnya belum terisi,? kata Ita (27), karyawan perusahaan ini.Sepinya penumpang dibenarkan Kepala Terminal Rawamangun, T. Sylvana Siregar. Menurutnya, kemarin saja hanya ada 1.045 penumpang yang berangkat ke Sumatera, sedangkan tahun lalu, menginjak H-10, biasanya penumpang sudah tiga kali lipat dari jumlah tersebut. ?Saya pikr penumang sekarang enggan untuk menggunaan jasa bus. Mereka lebih senang memilih pulang menggunakan pesawat. Selain harganya tidak jauh beda, waktunya pun tidak lama,? ujarnya.Sylvana menambahkan, sepinya penumpang ke Sumatera juga bisa disebabkjan keengganan orang untuk mudik. Di samping bisa mengeluarkan biaya lebih besar, sejak naiknya harga BBM, masyarakat juga lebih senang untuk menabungkan uangnya dibandingkan untuk menggunakan uang tersebut untuk mudik.anton aprianto

     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Tangis Baiq Nuril, Korban Pelecehan Yang Dipidana

    Kasus UU ITE yang menimpa Baiq Nuril, seorang guru SMAN 7 Mataram, Nusa Tenggara Barat, mengundang tanda tanya sejumlah pihak.