Rekan Ditahan, Ratusan Nelayan Dadap dan Kamal Gelar Aksi Protes

Rabu, 20 November 2019 13:06 WIB

Anak-anak nelayan melakukan aksi unjuk rasa di Dadap, Kabupaten Tangerang, Banten, 27 APril 2016. Dalam aksinya mereka menolak untuk digusur terkait proyek reklamasi. TEMPO/Marifka Wahyu Hidayat.

TEMPO.CO, Tangerang - Ratusan nelayan dari Kampung Dadap, Kosambi, Kabupaten Tangerang dan Kamal Muara, Jakarta Utara menggelar aksi protes terhadap penangkapan dan penahanan dua nelayan Dadap oleh Polda Metro Jaya.

"Aksi protes ini kami gelar hari ini di dua lokasi, Muara Dadap dan Polda Metro Jaya," ujar Koordinator aksi Sujak Supriyadi, Rabu, 20 November 2019.

Sujak mengatakan aksi akan dikuti oleh ratusan masyarakat nelayan Dadap dan Kamal untuk menuntut agar rekan mereka Muhammad Alwi dan Ade yang kini ditetapkan sebagai tersangka dan ditahan di Polda Metro Jaya dibebaskan. "Salah satu tuntutan kami pak Alwi dan pak Ade dibebaskan tanpa syarat," kata dia.

Sujak yang merupakan Koordinator Front Perjuangan Rakyat dan Pimpinan Serikat Buruh Indonesia mengaku mendampingi dan mengadvokasi para nelayan yang dianggap telah dikriminalisasi itu. "Ini skema kriminalisasi agar ketua, pelopor masyarakat yang aktif mengkampanyekan lingkungan dan laut menjadi tersangka," ujarnya.

Sebab, kata Sujak, sejak 2017 lalu sudah ada empat nelayan yang ditetapkan sebagai tersangka atas laporan PT Kukuh Mandiri Lestari, anak perusahaan Agung Sedayu.

Advertising
Advertising

Sujak menilai banyak kejanggalan dalam penahanan kedua rekan mereka itu. Menurut dia, Alwi dan Ade dituduh melakukan perusakan kapal milik PT Kukuh pada aksi 2017. "Pasal 335 KUHP dengan ancaman satu tahun, kenapa ada penahanan, kalau ancaman hukuman diatas lima tahunkan baru ada penahanan," kata dia.

Menurut Sujak, ada unsur tendensius dan kriminalisasi nelayan dalam kasus ini. "Polisi tercoreng namanya karena menangani laporan PT Kukuh ancaman satu tahun kok ditahan. Aneh sekali," ujarnya.

Penangkapan Alwi dan Ade, kata Sujak, adalah dampak dari gejolak yang terjadi di kampung nelayan Dadap dan Kosambi sejak proyek reklamasi bergulir pada 2015 lalu. Menurut dia, luapan emosi masyarakat nelayan terbakar karena saat itu kapal kapal reklamasi menghancurkan bagan-bagan nelayan yang terpasang di laut. "Para nelayan lapor ke polisi tapi tidak ada tindaklanjut," kata dia.

Hingga 2017, aksi nelayan kembali dilakukan yang berujung pada pengrusakan kapal milik PT Kukuh. "Karena pada aksi 2017 lalu perusahaan mengerahkan militer dan senjata api. Kemarahan masyarakat tersulut dan terjadi pengrusakan kapal," kata Sujak.

Alwi dan Ade, kata Sujak, memang saat itu sebagai pimpinan aksi. "Tapi saat pengrusakan terjadi Alwi dan Ade tidak ada di kapal, ini bisa dibuktikan lewat foto ataupun video," ujarnya.

Pada 13 November 2019 lalu, Alwi dan Ade memenuhi panggilan sebagai saksi di Polda Metro Jaya atas laporan PT Kukuh. "Tapi mereka langsung ditetapkan sebagai tersangka dan ditahan," kata Sujak.

Berita terkait

Berkas Kasus Firli Bahuri Mandek di Polda Metro, Penyidik Tak Kunjung Penuhi Permintaan Jaksa Penuntut Umum

1 hari lalu

Berkas Kasus Firli Bahuri Mandek di Polda Metro, Penyidik Tak Kunjung Penuhi Permintaan Jaksa Penuntut Umum

Kejaksaan Tinggi DKI Jakarta merasa tak ada kedala menangani kasus dugaan pemerasan oleh eks Ketua KPK Firli Bahuri.

Baca Selengkapnya

Lima Polisi Pesta Narkoba, Kompolnas: Tak Layak Dipercaya Jadi Anggota Polri

1 hari lalu

Lima Polisi Pesta Narkoba, Kompolnas: Tak Layak Dipercaya Jadi Anggota Polri

Kompolnas minta Polda Metro Jaya melakukan pemeriksaan secara transparan dan profesional terhadap lima polisi diduga pesta narkoba

Baca Selengkapnya

Seleb TikTok Galih Loss Tampak Gundul Setelah Jadi Tahanan, Adakah Aturan Menggunduli Tahanan?

1 hari lalu

Seleb TikTok Galih Loss Tampak Gundul Setelah Jadi Tahanan, Adakah Aturan Menggunduli Tahanan?

Setelah ditangkap karena kasus penistaan agama, seleb TikTok Galih Loss tampak tampil gundul. Bagaimana aturan menggunduli tahanan?

Baca Selengkapnya

IM57 Nilai Tak Ada Lagi Alasan Penyidik Polda Metro Jaya Tidak Menahan Firli Bahuri

2 hari lalu

IM57 Nilai Tak Ada Lagi Alasan Penyidik Polda Metro Jaya Tidak Menahan Firli Bahuri

Sebaiknya, kata IM57, persidangan SYL dan Firli Bahuri itu berjalan bersamaan sehingga masalah pemerasan ini bisa saling terkonfirmasi.

Baca Selengkapnya

Setelah Laporkan Kapolres Tangsel ke Divisi Propam Polri, Pengusaha ini ke LPSK Bawa Bukti Penembakan Kantornya

2 hari lalu

Setelah Laporkan Kapolres Tangsel ke Divisi Propam Polri, Pengusaha ini ke LPSK Bawa Bukti Penembakan Kantornya

Budi meminta perlindungan LPSK. Lawan pengusaha importir mesin itu diduga dibekingi jenderal.

Baca Selengkapnya

Polda Metro Jaya Dalami Dugaan Pembunuhan dalam Kasus Penemuan Mayat dalam Koper di Bekasi

2 hari lalu

Polda Metro Jaya Dalami Dugaan Pembunuhan dalam Kasus Penemuan Mayat dalam Koper di Bekasi

Polda Metro Jaya mendalami dugaan pembunuhan dalam kasus penemuan mayat dalam koper yang ditemukan di Bekasi.

Baca Selengkapnya

Puluhan Miliaran Digelapkan Mafia Tanah Bekas ART, Nirina Zubir Ungkap Pernah Mau Dicicil Rp 2 Juta per Bulan

2 hari lalu

Puluhan Miliaran Digelapkan Mafia Tanah Bekas ART, Nirina Zubir Ungkap Pernah Mau Dicicil Rp 2 Juta per Bulan

Bekas asisten Cut Indria Marzuki, Riri Khasmita, sempat berkelit telah menggelapkan surat berharga dan harta sebanyak miliaran rupiah dari ibunda Nirina Zubir.

Baca Selengkapnya

Galih Loss Mengaku Buat Konten yang Diduga Menistakan Agama untuk Menghibur

2 hari lalu

Galih Loss Mengaku Buat Konten yang Diduga Menistakan Agama untuk Menghibur

Niat itu kini berujung penahanan Galih Loss di Rumah Tahanan (Rutan) Polda Metro Jaya.

Baca Selengkapnya

Cerita Warga Depok Sering Lihat Pria Tak Dikenal Kunjungi Rumah Polisi Pesta Narkoba

3 hari lalu

Cerita Warga Depok Sering Lihat Pria Tak Dikenal Kunjungi Rumah Polisi Pesta Narkoba

Cerita penangkapan lima anggota polisi pesta narkoba mulai terendus warga Kampung Palsigunung, Depok, Jawa Barat.

Baca Selengkapnya

Jadi Tersangka Penistaan Agama, Galih Loss Minta Maaf ke Umat Muslim

3 hari lalu

Jadi Tersangka Penistaan Agama, Galih Loss Minta Maaf ke Umat Muslim

Konten kreator TikTok Galih Loss meminta maaf atas konten video tebak-tebakannya dengan seorang anak kecil yang dianggap menistakan agama.

Baca Selengkapnya