'Pemahaman Polisi Soal Hak Asasi Masih Kurang'

Reporter

Editor

Bagja

Senin, 2 November 2015 20:15 WIB

Kombes Pol Susetio Cahyadi, Kapolres Jakarta Utara. TEMPO/Gunawan Wicaksono

TEMPO.CO, Jakarta - Kepala Kepolisian Resor Jakarta Utara Komisaris Besar Susetio Cahyadi mengatakan peluncuran program “Pengarusutamaan HAM dalam Pelayanan Publik” hari ini dilakukan untuk memperkuat pemahaman anggotanya mengenai hak asasi manusia.

Program ini menjadi yang pertama di kantor polisi di Indonesia. Susetio bahkan mengklaim yang pertama di Asia Tenggara. Dalam program ini, Polres Jakarta Utara menggandeng Komisi Nasional Hak Asasi Manusia. “Sehingga polisi betul-betul paham luar-dalam soal HAM," kata Susetio saat ditemui di Markas Polres Metro Jakarta Utara pada Senin, 1 November 2015.

Susetio melanjutkan tujuan program ini untuk menjadikan anggotanya lebih baik dalam menjalankan tugas sehari-hari. "Mereka sudah tahu semua tugasnya, tinggal pemahamannya saja yang perlu ditambah," ujarnya.

Metode yang digunakan oleh Kapolres Jakarta Utara untuk memberikan pemahaman HAM adalah dengan memberikan seminar dan pelatihan-pelatihan bekerja sama dengan Komnas HAM mengenai hal itu. "Dari mulai bulan ini sampai Desember, pelatihan terus," katanya.
Kapolda Metro Jaya: Polisi Melanggar HAM Itu Boleh

Selain itu, juga akan dibagikan buku saku yang dibawa oleh anggota kepolisian saat berdinas sehari-hari. Buku saku tersebut mengandung poin-poin tentang HAM. Buku saku itu akan menjadi pedoman para polisi di Jakarta Utara menjalankan tugasnya.

Sebab, kata Susetio, tugas polisi selalu menyerempet hak asasi karena bekerja di masyarakat. Selama ini, polisi acap kali kebingungan karena ada daerah abu-abu yang menyerempet hak asasi, meski diberi wewenang bertindak keras untuk perlindungan.

Ketika ditanyakan keefektifan buku saku itu saat memberikan pemahaman kepada anggotanya tentang HAM, Susetio menjawab jika ada anggotanya yang melanggar HAM, akan langsung ditindak. "Maka kita bisa sampaikan, loh kamu enggak baca bukumu?"

Komnas HAM: Polisi Paling Sering Dilaporkan Melanggar HAM

Di negara lain, kata Susetio, polisi juga tak diberi pendidikan soal hak asasi. Mereka hanya diberi pengetahuan tentang hal yang boleh dan tidak boleh dilakukan selama bertugas. “Jika dirunut, poin-poin itu sama dengan konvensi hak asasi manusia,” kata Sesutio seperti dimuat Koran Tempo edisi 2 November 2015.




DIKO OKTARA


Berita terkait

Pembunuhan di Kedai Anak Mami, Pelaku Tinggalkan Korban dalam Kondisi Pendarahan Saat Mengugurkan Janin

5 hari lalu

Pembunuhan di Kedai Anak Mami, Pelaku Tinggalkan Korban dalam Kondisi Pendarahan Saat Mengugurkan Janin

Seorang wanita menjadi korban pembunuhan. Jasadnya ditemukan di sebuah Kedai Anak Mami di Kelapa Gading. Hendak menggugurkan janin.

Baca Selengkapnya

Aktivis HAM Myanmar Dicalonkan Nobel Perdamaian 2024: Penghargaan Ini Tidak Sempurna

7 hari lalu

Aktivis HAM Myanmar Dicalonkan Nobel Perdamaian 2024: Penghargaan Ini Tidak Sempurna

Maung Zarni, aktivis hak asasi manusia dan pakar genosida asal Myanmar, dinominasikan Hadiah Nobel Perdamaian 2024, oleh penerima Nobel tahun 1976

Baca Selengkapnya

Israel Diduga Menghalang-halangi Investigasi Pelanggaran HAM dalam Serangan 7 Oktober

12 hari lalu

Israel Diduga Menghalang-halangi Investigasi Pelanggaran HAM dalam Serangan 7 Oktober

Komisi penyelidikan independen terhadap pelanggaran HAM di Israel dan Palestina menuding Israel menghalangi penyelidikan terhadap serangan 7 Oktober oleh Hamas.

Baca Selengkapnya

Ketua Kampung Bayam Dipenjara, Kuasa Hukum: Furqon Bukan Sekadar Ingin Bebas

15 hari lalu

Ketua Kampung Bayam Dipenjara, Kuasa Hukum: Furqon Bukan Sekadar Ingin Bebas

Muhammad Furqon, warga Kampung Bayam, Tanjung Priok, Jakarta Utara, berharap dirinya bisa dibebaskan dari tahanan.

Baca Selengkapnya

Penangguhan Penahanan Ditolak, Ketua Kelompok Tani Kampung Bayam Minta Kuasa Hukum Diganti yang Lebih Berani

16 hari lalu

Penangguhan Penahanan Ditolak, Ketua Kelompok Tani Kampung Bayam Minta Kuasa Hukum Diganti yang Lebih Berani

Akibat penolakan penangguhan itu, warga eks Kampung Bayam tersebut tidak bisa merayakan Idul Fitri 1445 Hijriah bersama keluarganya di rumah.

Baca Selengkapnya

Ketua Kelompok Tani Kampung Bayam Terpaksa Rayakan Idul Fitri di Tahanan Polres, Ini Kata Sang Istri

18 hari lalu

Ketua Kelompok Tani Kampung Bayam Terpaksa Rayakan Idul Fitri di Tahanan Polres, Ini Kata Sang Istri

Usai Salat Id, sejumlah penghuni Kampung Susun Bayam bersama Munjiah menjenguk Ketua Kelompok Tani Kampung Bayam itu di tahanan.

Baca Selengkapnya

Istri Ketua Kampung Bayam Cerita Suaminya Ditangkap Polisi, Seperti Penculikan

24 hari lalu

Istri Ketua Kampung Bayam Cerita Suaminya Ditangkap Polisi, Seperti Penculikan

Ketua Kampung Bayam, Furqon ditangkap. Warga menyebut penangkapan yang dilakukan Polres Jakarta Utara itu sebagai penculikan.

Baca Selengkapnya

MK Serukan Dukungan untuk Palestina di Forum Dunia

40 hari lalu

MK Serukan Dukungan untuk Palestina di Forum Dunia

MK RI menyerukan dukungan untuk Palestina dalam forum pertemuan Biro World Conference on Constitutional Justice atau WCCJ ke-21 di Venice, Italia.

Baca Selengkapnya

Anggota Komite HAM PBB Tanya soal Dugaan Intervensi Jokowi di Pilpres 2024: Apakah Sudah Diinvestigasi?

44 hari lalu

Anggota Komite HAM PBB Tanya soal Dugaan Intervensi Jokowi di Pilpres 2024: Apakah Sudah Diinvestigasi?

Anggota Komite HAM PBB Bacre Waly Ndiaye mempertanyakan dugaan intervensi Jokowi di Pilpres 2024 dalam sidang di Jenewa, Swiss.

Baca Selengkapnya

KontraS Kritik Respons Pemerintah Soal Pemilu dan HAM di ICCPR Jenewa

45 hari lalu

KontraS Kritik Respons Pemerintah Soal Pemilu dan HAM di ICCPR Jenewa

KontraS menyayangkan respons delegasi Indonesia terhadap berbagai kritik dan pertanyaan dari ICCPR.

Baca Selengkapnya