Penghapusan Larangan Motor di Jalan Thamrin Timbulkan Pro Kontra

Reporter

Editor

Suseno

Petugas Dinas Pehubungan DKI Jakarta menurunkan rambu-rambu larangan melintas untuk kendaraan roda dua di kawasan Jalan MH Thamrin, Jakarta, 10 Januari 2018. ANTARA/Galih Pradipta

TEMPO.CO, Jakarta - Keputusan Mahkamah Agung (MA) yang mencabut aturan tentang larangan sepeda motor melewati Jalan Thamrin dan Jalan Medan Merdeka Barat, Jakarta Pusat, menimbulkan sikap pro dan kontra. "Saya setuju (keputusan MA),”kata pengendara sepeda motor bernama Hotlas Mora, di Jakarta, Kamis, 11 Januari 2018. “Selain tidak perlu pusing cari jalan alternatif, pengendara motor juga semakin cepat sampai tujuan."

Namun, Hotlas menilai keputusan MA itu tidak harus dilaksanakaan saat ini juga. Sebab saat ini Jakarta tengah menghadapi Asian Games 2018 yang membutuhkan banyak persiapan. Ditambah lagi dengan pembangunan proyek MRT. "Sebaiknya (larangan dicabut) setelah Asian Games 2018 atau setelah MRT itu selesai,” katanya.

Menurut Hotlas, pengerjaan proyek pembangunan di Jakarta dinilai bisa membahayakan pengendara sepda motor akibat jalan yang rusak atau banyak lubang. Selain itu, kecepatan mobil di Jalan Thamrin juga tidak sebanding dengan motor. “Jumlah mobil sekarang cukup banyak, sehingga akan semakin berbahaya, mengingat pengendara sepeda motor senang menyalip dengan tiba-tiba," ujar Hotlas.

Fikriah Nur Jannah, pengendara motor lain, berpendapat sama. Namun dia tidak berharap sepenuhnya peraturan larangan itu dihilangkan. "Setuju, tapi berharap ada sistem lain yang lebih baik, jadi bukan berharap sepenuhnya dihilangkan,” katanya. “Mungkin perlu adanya revisi terkait larangan kendaraan roda dua melewati jalan itu."

Sementara itu seorang pengendara mobil bernama Hary dengan dengan tegas menyatakan tidak setuju atas pembatalan aturan pembatasan sepeda motor. Alasannya, Jalan Thamrin dan Medan Merdeka Barat adalah jalur utama pusat kota. "Dengan diperbolehkannya sepeda motor melalui kawasan Thamrin secara otomatis akan membuat jalur padat sekali sehingga menimbulkan kemacetan yang luar biasa. Apalagi pengguna kendaraan baik itu roda empat atau roda dua pada umumnya masih kurang disiplin tentang aturan berlalu lintas," kata Hary.

Hary mengatakan, ke dua jalan tersebut adalah ikon bagi kota Jakarta dan banyak kantor kementerian serta kedutaan asing. "Jadi, bila jalan tersebut semrawut akan membuat negara kita di cap negara yang kondisi jalannya sangat kacau, tidak beradab dan tidak berperikemanusiaan, serta tidak nyaman untuk di singgahi atau menurunkan wisatawan," ujarnya.

Hal serupa juga diutarakan oleh seorang wanita bernama Epi. Dia tidak setuju dengan putusan itu karena menurut dia dibolehkannya sepeda motor melewati kawasan Thamrin hanya menambah semrawut.

"Sebenarnya tidak setuju karena akan terjadi kemacetan yang parah dan menjadi semrawut, mungkin akan rawan kecelakaan. Kecuali pengaturan lalu lintas lebih di tingkatkan mungkin bisa terhindar dari kemacetan." ujar Epi.

Sebelumnya Wakil Gubernur DKI Jakarta Sandiaga Uno mengatakan pemerintah Jakarta siap melaksanakan keputusan MA ihwal pembatalan Pergub tentang larangan sepeda motor di Jalan Thamrin dan Medan Merdeka Barat. Pejabat Dinas Perhubungan DKI telah bertemu dengan jajaran Polda Metro Jakarta untuk menyiapkan pelaksanaan keputusan MA itu. Salah satunya adalah dengan mencobot rambu-rambu larangan untuk kendaraan bermotor roda dua.


 






Perlebar Jalur Pedestrian di Rasuna Said Seperti di Thamrin, DKI Mau Cabut Tiang-tiang Monorel

55 hari lalu

Perlebar Jalur Pedestrian di Rasuna Said Seperti di Thamrin, DKI Mau Cabut Tiang-tiang Monorel

Dinas Bina Marga DKI akan memperlebar jalur pedestrian di Jalan Rasuna Said seperti di Jalan Thamrin. Akan angkat tiang-tiang monorel.


Koalisi Warga Usulkan Jalan Thamrin-Sudirman Jadi Kawasan Zona Rendah Emisi

16 September 2022

Koalisi Warga Usulkan Jalan Thamrin-Sudirman Jadi Kawasan Zona Rendah Emisi

Koalisi masyarakat sipil menilai Jalan Thamrin-Sudirman sudah bisa menjadi zona rendah emisi karena ada transportasi massal.


Kirab Merah Putih Berjalan Lancar, Jalan Thamrin Dibuka Kembali

28 Agustus 2022

Kirab Merah Putih Berjalan Lancar, Jalan Thamrin Dibuka Kembali

Kirab Merah Putih yang dilepas Presiden Jokowi berjalan lancar dan disaksikan ribuan masyarakat. Berakhir pukul 10 tadi.


DKI Jakarta Rajin Tata Trotoar, Kejar Mimpi Anies Baswedan yang Bilang Tak Ingin Basa-basi

13 Juli 2022

DKI Jakarta Rajin Tata Trotoar, Kejar Mimpi Anies Baswedan yang Bilang Tak Ingin Basa-basi

DKI Jakarta menata sejumlah trotoar di Jakarta dengan mengusung konsep ramah terhadap seluruh kalangan masyarakat atau pengguna jalan.


Hari Ini Uji Coba Rekayasa Lalu Lintas di Bundaran HI Mulai Berlaku

4 Juli 2022

Hari Ini Uji Coba Rekayasa Lalu Lintas di Bundaran HI Mulai Berlaku

Para pengendara dari Jalan Sudirman tak bisa lagi memutar di Bundaran HI untuk menuju Jalan Imam Bonjol.


Begini Seharusnya Posisi Tubuh Saat Mengendarai Sepeda Motor

24 Mei 2022

Begini Seharusnya Posisi Tubuh Saat Mengendarai Sepeda Motor

Sekilas sepele, tapi mengendarai sepeda motor harus dengan posisi duduk dan tubuh yang seharusnya demi kenyamanan dan keamanan pengendara.


Mulai Besok, Sistem Satu Arah Diberlakukan di Simpang Thamrin - Kebon Sirih

4 Februari 2022

Mulai Besok, Sistem Satu Arah Diberlakukan di Simpang Thamrin - Kebon Sirih

Sistem satu arah ini diberlakukan imbas proyek MRT Jakarta yang mulai mengerjakan Stasiun Thamrin.


Peringati Hari Pahlawan, Anies Baswedan Ziarah ke Makam Husni Thamrin

10 November 2021

Peringati Hari Pahlawan, Anies Baswedan Ziarah ke Makam Husni Thamrin

Anies Baswedan mengatakan akan membuat tradisi baru setiap tanggal 10 November ada kegiatan ziarah untuk memperingati Hari Pahlawan.


Makan dan Nonton Chef Berlaga di Sari Delicatessen Hotel Sari Pacific Jakarta

7 November 2021

Makan dan Nonton Chef Berlaga di Sari Delicatessen Hotel Sari Pacific Jakarta

Pengunjung Toko Sari Delicatessen di Hotel Sari Pacific Jakarta kini dapat menikmati makanan dan minuman di dalam dan luar ruangan.


Titik Ganjil Genap Jakarta Menjadi 13, Ini Daftarnya dari Polda Metro Jaya

25 Oktober 2021

Titik Ganjil Genap Jakarta Menjadi 13, Ini Daftarnya dari Polda Metro Jaya

Sebelumnya ganjil genap Jakarta hanya berlaku di tiga ruas jalan, yaitu Jalan Sudirman, Jalan Thamrin, dan Jalan Rasuna Said (Kuningan).