Ojolali, Nama Grup WhatsApp Kapolsek Palmerah dan Ojek Online

Reporter:
Editor:

Clara Maria Tjandra Dewi H.

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Seorang pengemudi Nissan X-Trail putih diamuk sejumlah sopir ojek online di Underpass Senen, Jakarta Pusat, 28 Februari 2018. instagram.com

    Seorang pengemudi Nissan X-Trail putih diamuk sejumlah sopir ojek online di Underpass Senen, Jakarta Pusat, 28 Februari 2018. instagram.com

    TEMPO.CO, Jakarta - Kepala Kepolisian Sektor Palmerah Komisaris Aryono akan membentuk grup WhatsApp Ojolali atau ojek online antarlingkungan daerah Palmerah. Hal itu untuk mempermudah komunikasi antara pengemudi ojek online dengan pihak Polsek Palmerah. 

    "Biar gampang komunikasinya, makanya buat grup," ucapnya di Polsek Palmerah, Selasa, 6 Maret 2018. 

    Selama satu bulan terakhir, terjadi sedikitnya dua kali tindak pidana pengeroyokan yang dilakukan pengemudi ojek online atau terhadap warga di Jakarta. Untuk mencegah hal itu terjadi kembali, Aryono hari ini mengumpulkan sekitar 50 pengemudi ojek online untuk berikrar tak melakukan tindakan main hakim sendiri.

    Baca: Pengrusakan Ojek Online Vs Mobil Gara-gara Klakson 

    Aryono berharap pengemudi ojek online tersebut dapat membantu menjaga keamanan dan ketertiban lingkungan. Aryono menjelaskan, pihaknya juga akan memberikan hadiah bagi siapa pun pengemudi ojek online yang dapat menangkap pelaku pencurian sepeda motor di kawasan Palmerah.

    "Nanti akan ada hadiah buat yang berhasil menangkap pelaku curanmor. Hadiahnya apa, nanti kita lihat," ujar Aryono.

    Baca: Pengemudi Ojek Online Lakukan Pengeroyokan, Begini Tanggapan Grab

    Di sisi lain, salah satu pengemudi ojek online, Iyan, meminta Pemerintah Provinsi DKI membuat pangkalan bagi pengemudi ojek online di stasiun dan terminal."Jadi enggak di pinggir jalan serta ganggu lalu lintas dan pengguna jalan," ucap Iyan. 


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Aturan Skuter Listrik Pasca Insiden GrabWheels Belum Ada Rujukan

    Pemerintah Provinsi DKI berencana mengeluarkan aturan soal skuter listrik setelah insiden dua pengguna layanan GrabWheels tewas tertabrak.