Desain Baru Sudirman-Thamrin, 451 Pohon Dipindah dan Ditebang

Reporter:
Editor:

Clara Maria Tjandra Dewi H.

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Aktivis yang tergabung dalam Koalisi Pejalan Kaki saat mengikuti aksi #AYOPELUKPOHON di kawasan Jalan Jenderal Sudirman, Jakarta, 22 September 2017. Aksi ini mengajak warga untuk peduli dengan udara yang bersih. TEMPO/Dhemas Reviyanto

    Aktivis yang tergabung dalam Koalisi Pejalan Kaki saat mengikuti aksi #AYOPELUKPOHON di kawasan Jalan Jenderal Sudirman, Jakarta, 22 September 2017. Aksi ini mengajak warga untuk peduli dengan udara yang bersih. TEMPO/Dhemas Reviyanto

    TEMPO.CO, Jakarta - Kepala Bidang Kehutanan Dinas Kehutanan Pertamanan dan Pemakaman DKI Jakarta, Jaja Suarja mengatakan 451 pohon akan dipindahkan dari kawasan Sudirman-Thamrin. Pemindahan ini merupakan bagian dari penataan trotoar dengan membongkar jalur hijau.

    “Rencananya pemindahannya ke RPTRA Kalijodo, ada ke Taman BMW, satu lagi kami cadangkan di ruang terbuka di Jalan Tipar Cakung," ujar Jaja saat dihubungi Tempo, Rabu, 7 Maret 2018.

    Hanya pohon yang dianggap masih layak yang akan dipindahkan. Nanti yang sudah tua dan batangnya sudah rapuh akan ditebang. "Target penataan Sudirman-Thamrin selesai bulan Juli," ucapnya.

    Baca: Trotoar Sudirman-Thamrin Dipastikan Belum Kelar Saat Asian Games

     
    Menurut Jaja, Pemprov DKI sudah minta PT Mitra Panca Persada, PT Keppel Land, dan PT Mass Rapid Transit (MRT) agar menggantinya dengan bibit pohon yang lain. Bibit baru itu akan ditanam di jalur Sudirman-Thamrin. Proses pergantian pohon itu bakal dilakukan bersamaan dengan penataan trotoar. “Diganti dengan mahoni, ada ketapang kencana, dan sawo kecik,” katanya.
     
    Pemindahan dan penebangan pohon ini adalah bagian dari proyek penataan trotoar di Jalan Sudirman-Thamrin yang disosialisasikan Senin, 6 Maret 2018. Seharusnya, proyek tersebut dimulai pada Desember lalu untuk mengejar tenggat sebelum perhelatan Asian Games XVIII pada Agustus mendatang.
     
    Wakil Gubernur DKI Jakarta Sandiaga Uno menyampaikan bahwa sebagian besar pohon yang terkena dampak pelebaran trotoar di Jalan Sudirman-Thamrin akan dipindahkan ke lokasi baru. Kalau yang sudah rapuh akan ditebang saja. "Pohon yang sudah rapuh membahayakan para pengguna jalan dan pejalan kaki,” ujar Sandiaga di Balai Kota, Rabu.

    Baca: Anies Baswedan Tata Sudirman-Thamrin, Biaya Rp 360 M dari Swasta
     

    Menurut Sandiaga Uno, penebangan pohon yang sudah rapuh merupakan masukan dari kepolisian. Cuaca ekstrem yang mungkin terjadi dikhawatirkan mengancam aktivitas warga yang melewati kawasan Sudirman-Thamrin. “Yang bisa dipindahkan akan dipindahkan, yang sudah tidak layak memang harus ditebang," tuturnya.

    Biaya penataan trotoar dan Jalan Sudirman-Titu berasal dari tiga perusahaan, yakni PT Mitra Panca Persada, PT Keppel Land, dan PT Mass Rapid Transit (MRT). Kepala Dinas Bina Marga DKI Jakarta Yusmada Faizal menjelaskan bahwa dana dari PT Mitra Panca Persada dan PT Keppel Land merupakan pembayaran kompensasi atas pelampauan koefisien lantai bangunan (KLB) yang telah dihitung mencapai kisaran Rp 360 miliar.

    “Itu dua, Kepland sama MPP, masing-masing Rp 180 miliar," kata Yusmada di Balai Kota DKI Jakarta pada Selasa, 6 Maret 2018. “Kalau MRT saya enggak tau, itu bagian dari proyek dia, bagian pengembalian kondisi," kata Yusmada.

    Proyek penataan trotoar dan jalan Sudirman-Thamrin diharapkan selesai sebelum Asian Games 2018. Selain memperlebar trotoar, Pemprov DKI juga akan menambah jalur khusus sepeda motor dan bus. 


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Aturan Skuter Listrik Pasca Insiden GrabWheels Belum Ada Rujukan

    Pemerintah Provinsi DKI berencana mengeluarkan aturan soal skuter listrik setelah insiden dua pengguna layanan GrabWheels tewas tertabrak.