Jakarta Siaga 1, Polisi Tangkap 2 Orang Mencurigakan di Matraman

Reporter:
Editor:

Clara Maria Tjandra Dewi H.

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Sejumlah anggota Polisi Berjaga didepan Gereja Santa Anna, Duren Sawit, Jakarta Timur, 14 Mei 2018. Tempo/Fakhri Hermansyah

    Sejumlah anggota Polisi Berjaga didepan Gereja Santa Anna, Duren Sawit, Jakarta Timur, 14 Mei 2018. Tempo/Fakhri Hermansyah

    TEMPO.CO, Jakarta - Dua orang mencurigakan ditangkap semalam oleh polisi di Matraman, Jakarta Timur, beberapa jam setelah Kepala Kepolisian Daerah Metro Jaya Inspektur Jenderal Idham Azis menetapkan Jakarta Siaga 1. Hal tersebut dibenarkan juru bicara Polda Metro Jaya, Komisaris Besar Argo Yuwono. "Ya, benar," ujar dia saat dikonfirmasi, Senin, 14 Mei 2018. Kedua orang tersebut berinisial SS, 37 tahun, dan SP, 24 tahun.

    Penangkapan tersebut bermula saat polisi tengah melaksanakan patroli di wilayah Jakarta Timur. Kala itu, enam anggota baru saja selesai makan di sebuah warung dekat Gereja Katolik St Yoseph, Matraman, Jakarta Timur. Saat sedang kembali menuju cadangan di Kepolisian Resor Jakarta Timur, mereka difoto dua orang pengemudi ojek online.

    Baca: Jakarta Siaga 1, Begini Artinya

    Salah satu anggota, yakni Bhayangkara Dua (Bharada) Detha merasa curiga dengan aktivitas kedua orang tersebut. Ia pun kemudian menghampiri dan menanyakan maksud serta tujuan. "Setelah dicek di galeri foto HP orang tersebut, ada lima foto polisi," ujar Argo.

    Lima foto tersebut adalah tiga foto Brimob dan dua foto anggota lalu lintas. Foto tersebut dikirimkan ke seseorang lainnya yang tidak diketahui keberadaannya.

    Walhasil, kedua orang itu dibawa ke Polres Metro Jakarta Timur untuk diperiksa lebih lanjut. Sejak Kapolda Metro Jaya menyatakan Jakarta Siaga 1, pengamanan di kantor polisi diperketat. "Ada percakapan yang mencurigakan, maka kami bawa ke polres untuk diselidiki," ucapnya.


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Resep Mudah Membuat Disinfektan Saat Wabah Virus Corona

    Ketika wabah virus corona merebak, cairan disinfektan kian diminati masyarakat. Bila kehabisan, ada cara alternatif membuat cairan anti kuman itu.