Jakarta Siaga 1, Instruksi Anies Baswedan Soal Ancaman Teroris

Reporter:
Editor:

Clara Maria Tjandra Dewi H.

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Polisi berjaga disekitar gereja Santa Anna di Duren Sawit, Jakarta Timur 14 mei 2018. Polisi berjaga dari jam 08.00 WIB karena ada info ada paket bom dari ransel yang dilempar ke dalam gereja. TEMPO/Fakhri Hermansyah

    Polisi berjaga disekitar gereja Santa Anna di Duren Sawit, Jakarta Timur 14 mei 2018. Polisi berjaga dari jam 08.00 WIB karena ada info ada paket bom dari ransel yang dilempar ke dalam gereja. TEMPO/Fakhri Hermansyah

    TEMPO.CO, Jakarta - Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan mengimbau masyarakat ibu kota melapor bila menjumpai hal mencurigakan setelah Polda Metro Jaya menetapkan Jakarta Siaga 1 akibat ancaman teroris.  Imbauan ini muncul menyusul terjadinya serangkaian aksi teror di berbagai tempat di Indonesia.

    Anies mengatakan, warga dapat melapor setidaknya kepada ketua Rukun Tetangga atau Rukun Warga setempat. "Minimal laporkan kepada Ketua RT, RW, supaya bisa langsung diteruskan kepada aparat," kata Anies di Balai Kota DKI Jakarta, Senin, 14 Mei 2018.

    Aksi teror terus terjadi sejak meletusnya kerusuhan oleh tahanan dan narapidana terorisme di Rumah Tahanan Salemba Cabang Mako Brimob Kelapa Dua, Depok, Jawa Barat pada Selasa hingga Kamis pekan lalu. Sejak Kamis hingga Sabtu, Mako Brimob masih mengalami ancaman dari terduga teroris. Pada periode yang sama, kepolisian juga menangkap dan menembak tewas terduga teroris di beberapa daerah, di antaranya di Cianjur dan Sukabumi.

    Baca: Polisi Bantah Isu Teroris Ledakkan Bom di Duren Sawit

    Ahad, 13 Mei kemarin, terjadi empat kali ledakan bom bunuh diri di tiga gereja di Surabaya dan sebuah rusunawa Di Sidoarjo, Jawa Timur. Pagi ini sekitar pukul 08.50 WIB, kembali terjadi serangan bom bunuh diri di Markas Kepolisian Resor Kota Besar (Mapolrestabes) Surabaya.

    Kepolisian Daerah Metro Jaya telah menyatakan kondisi siaga I di Jakarta dan sekitarnya. Anies pun memerintahkan seluruh jajarannya untuk waspada. Kendati begitu, Anies meminta masyarakat tidak menunjukkan ketidaktenangan secara berlebihan. Kata dia, aparat pengamanan telah bersiaga memastikan situasi aman.

    Anies Baswedan melanjutkan, aparat kepolisian, Komando Daerah Militer (Kodam), Satuan Polisi Pamong Praja, dan seluruh aparatur pemerintah di DKI saat ini dalam kondisi siaga setelah kondisi Jakarta Siaga 1 akibat ancaman teroris. "Lebih dari 36 ribu sedang bertugas di lapangan. Memastikan semua objek vital di Jakarta dalam posisi aman dan bisa merespons cepat semua laporan dari masyarakat," ujarnya.


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Intoleransi di Bantul dan DIY Yogyakarta dalam 2014 hingga 2019

    Hasil liputan Tempo di DIY Yogyakarta, serangan terhadap keberagaman paling banyak terjadi di Bantul sepanjang 2014 sampai 2019.