Festival Condet Dibanjiri Penjual Kerak Telor

Reporter:
Editor:

Clara Maria Tjandra Dewi H.

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Sejumlah masyarakat menimmati makanan kerak telor pada acara lebaran Betawi di Setu Babakan, Jakarta Selatan, 28 Juli 2018. Lebaran Betawi juga dihadiri Wakil Gubernur DKI Jakarta, Sandiaga Salahuddin Uno. Tempo/Fakhri Hermansyah

    Sejumlah masyarakat menimmati makanan kerak telor pada acara lebaran Betawi di Setu Babakan, Jakarta Selatan, 28 Juli 2018. Lebaran Betawi juga dihadiri Wakil Gubernur DKI Jakarta, Sandiaga Salahuddin Uno. Tempo/Fakhri Hermansyah

    TEMPO.CO, Jakarta - Penjual kerak telor mengeluhkan penurunan omzet berdagang di Pesta Rakyat Nusantara Festival Condet yang digelar selama dua hari, 28-29 Juli 2018.

    Baca: 40 Pedagang OK Oce Dapat Tempat di Festival Condet

    Andi, 47 tahun, penjual kerak telor mengatakan penurunan omzet berjualan tahun ini karena penjual makanan berbahan nasi ketan, telur dan serundeng itu semakin banyak di Festival Condet.

    "Tahun lalu cuma 50 orang, sekarang lebih dari 80 orang yang berjualan kerak telor," kata Andi di lokasi festival, Sabtu, 28 Juli 2018.

    Para pesilat memperagakan kebolehannya dalam Festival Condet di Condet, jakarta Timur, Sabtu, 28 Juli 2018. Tempo/Imam Hamdi

    Andi telah tiga tahun berjualan kerak telor di Festival Condet. Tahun lalu, Andi mengantongi sedikitnya Rp 1,5 juta per hari selama festival.

    "Kalau hari puncak biasanya lebih dari Rp 2 juta," ujarnya.

    Harga per porsi kerak telor yang dijual di festival seharga Rp 20 ribu untuk telur ayam dan telur bebek Rp Rp 25 ribu.

    Menurut dia, pendapatan tahun ini sulit untuk tembus sampai Rp 1,5 juta per hari karena persaingan para pedagang yang semakin banyak.

    Baca: Ada 'Kartel' Kerak Telor di PRJ Kemayoran

    Untuk dapat berjualan di Festival Condet, pedagang kerak telor diminta membayar Rp 500 ribu per lapak selama festival.

    Penyelenggara, kata dia, juga menyediakan wadah khusus untuk pedagang kerak telor.

    "Kami tidak dapat tenda, tapi disediakan pikulan untuk jualannya," ujarnya. "Kalau pakai tenda bayar Rp 2 juta."

    Ilustrasi pedagang kerak telor. TEMPO/Aditia Noviansyah

    Pedagang kerak telor lain, Agus, 49 tahun, juga mengeluhkan penurunan omzet karena semakin banyak penjual makanan khas betawi tersebut di perhelatan itu. Andi telah dua tahun berjualan kerak telor di Festival Condet.

    "Yang penting saya bisa balik modal dan untung sedikit alhamdulillah," kata Agus, pedagang asal Kemayoran itu. "Tahun lalu saya bisa kantongi Rp 3 juta per hari."

    Ketua Pelaksana Pesta Rakyat Nusantara Hafidz Setiawan mengatakan festival dimeriahkan dengan kehadiran 500 stan UMKM. Selama acara, Jalan Raya Condet ditutup mulai pukul 08.00 sampai 23.00 WIB. 

    Sosialisasi pesta dan penutupan jalan diklaim telah dilakukan melalui media sosial. Penyelenggara Festival Condet meminta pengguna jalan untuk menghindari sementara Jalan Raya Condet khususnya dari Gang Buluh sampai Gang Gardu. “Mohon pengertiannya karena acara ini satu kali setahun dan demi budaya kita sendiri,” kata Hafidz.


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Polemik Aturan Ketenagakerjaan Dalam RUU Cipta Kerja

    Perubahan aturan ketenagakerjaan menurut pemerintah harus dilakukan agar mengundang investasi.