Baliho Anti Quick Count di TV Akhirnya Dicopot, Ini Kata Warga

Reporter:
Editor:

Dwi Arjanto

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Baliho bernada menyerang hasil hitung cepat Pilpres 2019 terdapat di gapura pintu masuk Masjid Al Madinah, belakang Mall CBD, Ciledug, Kota Tangerang, yang viral di media sosial. Dok.Media Sosial Twitter

    Baliho bernada menyerang hasil hitung cepat Pilpres 2019 terdapat di gapura pintu masuk Masjid Al Madinah, belakang Mall CBD, Ciledug, Kota Tangerang, yang viral di media sosial. Dok.Media Sosial Twitter

    TEMPO.CO, Tangerang -Baliho besar berisi gambar calon presiden- calon wakil presiden Prabowo Subianto dan Sandiaga S. Uno yang berisi peringatan agar tidak percaya quick count di TV-TV yang terpampang di halaman kiri Masjid Al Madinah kawasan CBD Ciledug Kota Tangerang hanya berumur dua hari.

    Saat Tempo mengecek ke lokasi pada Ahad siang, 21 April 2019 baliho itu sudah tidak ada dari tempatnya. Hanya kerangka besi permanen, tempat pemasangan baliho yang masih tegak berdiri.

    Baca : Baliho Anti Quick Count Pilpres di TV, Bawaslu Janji Lobi Masjid

    Seorang warga yang juga relawan Prabowo-Sandi, Toni yang ditemui sedang duduk-duduk di tempat parkir mengatakan baliho itu sudah dicopot.

    "Tanya saja ke pengurus masjid, hari ini libur. Kan perlu istirahat,"kata Toni singkat.

    Toni, meski tahu siapa yang memasang baliho berisi tulisan,'Jangan percaya quick count di TV TV, real count Prabowo-Sandi Insyaallah dipastikan akan unggul dan menang' namun Toni bungkam.

    Menurutnya masyarakat umum sudah tahu hasil real count. "Semalam masih ada balihonya tapi tadi pagi sudah kosong,"katanya.

    Di seberang masjid ada posko polisi pantau pemilu hanya tak satu pun anggota yang Meu berbagi cerita ihwal baliho tersebut.

    Simak juga :
    Baliho Jangan Percaya Quick Count Pilpres 2019 Diturunkan

    Isu hasil quick count sempat jadi polemik seiring masing-masing kubu baik Paslon 02 dan Paslon 01 Jokowi-Makruf saling mengklaim kemenangan sementara di Pilpres 2019. Sementara Komisi Pemilihan Umum masih melakukan penghitungan manual.


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Anwar Usman dan 8 Hakim Sidang MK dalam Gugatan Kubu Prabowo

    Mahkamah Konstitusi telah menunjuk Anwar Usman beserta 8 orang hakim untuk menangani sengketa pemilihan presiden 2019.