Lebaran Betawi, Anies Baswedan Singgung Rapat Ikada

Reporter:
Editor:

Jobpie Sugiharto

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan seusai menghadiri Lebaran Betawi ke-XII 2019 di Monumen Nasional, Jakarta Pusat, pada Minggu, 21 Juli 2019. Tempo/Imam Hamdi

    Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan seusai menghadiri Lebaran Betawi ke-XII 2019 di Monumen Nasional, Jakarta Pusat, pada Minggu, 21 Juli 2019. Tempo/Imam Hamdi

    TEMPO.CO, Jakarta - Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan menghadiri perayaan terakhir Lebaran Betawi ke-XII di kawasan Monumen Nasional, Jakarta Pusat, hari ini, Ahad, 21 Juli 2019. Sejumlah tokoh turut hadir di antaranya Ketua Umum Badan Musyawarah (Bamus) Betawi Jakarta Abraham Lunggana atau Lulung dan Wakil Ketua MPR Hidayat Nur Wahid.

    Acara yang digelar sejak Jumat kemarin itu menampilkan sejumlah kesenian hingga makanan khas Betawi. Ribuan orang tumpah dalam acara tersebut hari ini. Dalam pidatonya, Anies mengatakan penyelenggaraan Lebaran Betawi pertama kalinya diadakan di Monas. Dia lantas menyinggung kaitan Monas dengan masyarakat Betawi.

    "Lapangan ini tempat masyarakat Betawi berkumpul dan pertemuan itu dikenal dengan pertemuan Ikada," ujarnya.

    Rapat Raksasa Lapangan Ikada terjadi pada 19 September 1945. Saat itu, Presiden Sukarno memberi pidato singkat d hadapan ribuan rakyat di Lapangan Ikada dalam rangka memperingati satu bulan Proklamasi Kemerdekaan pada 17 Agustus 1945.

    Menurut Anies, sebelum diadakan Rapat Ikada kemerdekan RI hanya diketahui sebagian kelompok, yakni masyarakat elite saat itu. Namun, melalui Rapat Raksasa Ikada masyarakat Betawi berbondong-bondong datang ke lapangan Ikada atau sekarang disebut Monas untuk menunjukkan kepada dunia bahwa kemerdekaan bukan saja kemauan kelompok kecil di masyarakat.

    "Kemerdekaan adalah kemauan seluruh rakyat. Dan siapa itu?" tanya Anies, lalu dia menjawabnya sendiri, "Masyarakat Betawi yang melakukannya di tempat ini."

    Gubernur Anies menuturkan masyarakat Betawi mengirim pesan kepada seluruh rakyat Indonesia bahwa kemerdekaan bukan hanya dicita-citakan oleh kelompok kecil, melainkan seluruh rakyat. "Dan Alhamdulillah kita kembali menggunakan lapangan ini untuk merasakan tradisi Betawi," ujarnya dalam pidatonya di Lebaran Betawi 2019.

    IMAM HAMDI


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Hal Penting di Rengasdengklok Sebelum Proklamasi 17 Agustus 1945

    Satu hari sebelum teks Proklamasi dibacakan, ada peristiwa penting dalam sejarah Indonesia. Kejadian itu dikenal sebagai Peristiwa Rengasdengklok.