KCI Targetkan Angkut Penumpang KRL 343 Juta Tahun Ini, Detilnya?

Reporter:
Editor:

Dwi Arjanto

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Sejumlah penumpang menunggu rangkaian kereta paska kecelakaan KRL, di Stasiun Cilebut , Bogor, Jawa Barat, Senin, 11 Maret 2019. Kereta Listrik (KRL) jurusan Jakarta-Bogor pemberangkatan KRL dari Stasiun Bogor dapat dilayani mulai pukul 05.00 WIB dengan menggunakan satu jalur bergantian. ANTARA

    Sejumlah penumpang menunggu rangkaian kereta paska kecelakaan KRL, di Stasiun Cilebut , Bogor, Jawa Barat, Senin, 11 Maret 2019. Kereta Listrik (KRL) jurusan Jakarta-Bogor pemberangkatan KRL dari Stasiun Bogor dapat dilayani mulai pukul 05.00 WIB dengan menggunakan satu jalur bergantian. ANTARA

    TEMPO.CO, Jakarta -Direktur PT Kereta Commuter Indonesia disingkat KCI Wiwik Widayanti mengatakan jumlah penumpang yang menggunakan kereta commuter atau KRL (Kereta Rel Listrik) meningkat setiap tahunnya.

    Dia menyebut pada tahun ini, PT KCI menargetkan jumlah penumpang KRL yang dilayani sebanyak 343.540.736 orang.

    Pada tahun ini pula, PT KCI memiliki target melayani penumpang sebanyak 1,2 juta orang perhari. “Sejauh ini kami paling tinggi melayani 1,1 juta orang dalam sehari,” ujar Wiwik dalam forum diskusi di Dinas Perumahan Rakyat dan Kawasan Permukiman Provinsi DKI Jakarta, Tanah Abang, Jakarta Pusat, Senin, 12 Agustus 2019.

    Wiwik merincikan volume penumpang setiap tahunnya. Pada tahun lalu, sebanyak 336.348.316 orang dilayani oleh PT KCI.

    Sementara itu, pada tahun 2017 sebanyak 315.811.848 orang, 2016 sebanyak 280.586.407, 2015 sebanyak 257.527.772 orang, serta 2014 sebanyak 206.783.321 orang.

    Target KCI tak lepas dari imbauan Menteri Perhubungan Budi Karya Sumadi yang menargetkan 60 persen masyarakat di wilayah Jakarta, Bogor, Depok, Tangerang, dan Bekasi (Jabodetabek) menggunakan transportasi umum pada 2029.

    Budi optimistis target tersebut dapat terealisasi dengan meningkatkan kualitas sistem pelayanan transportasi. Termasuk konsep transit-oriented development (TOD) atau hunian yang terintegrasi dengan sistem transportasi.

    “Di Jakarta ini kami sudah mengembangkan banyak infrastruktur transportasi utama. Selain yang sudah ada KRL. Ada MRT, dua jalur LRT, dan untuk jalur khusus BRT yang ditinggikan sekarang sudah beroperasi,” kata Budi lagi.

     

    ADAM PRIREZA | KORAN TEMPO


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Menunggu Dobrakan Ahok di Pertamina

    Basuki Tjahaja Purnama akan menempati posisi strategis di Pertamina. Ahok diperkirakan akan menghadapi banyak masalah yang di BUMN itu.