Waspada Banjir Tiba, Kota Bekasi Kebut Normalisasi Saluran

Reporter:
Editor:

Dwi Arjanto

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Jalan Pengasinan Raya, Mustika Jaya, Kota Bekasi, lumpuh akibat diterjangg banjir, Ahad, 28/ April 2019. Tempo/adi warsono

    Jalan Pengasinan Raya, Mustika Jaya, Kota Bekasi, lumpuh akibat diterjangg banjir, Ahad, 28/ April 2019. Tempo/adi warsono

    TEMPO.CO, Bekasia - Pemerintah Kota Bekasi, Jawa Barat menyisir sejumlah saluran sekunder di wilayah setempat mengantisipasi banjir. Sebab, musim hujan diperkirakan tak lama lagi akan intensif turun di wilayah setempat.

    "Sudah menjadi agenda rutin kami melalui tim pematusan melakukan normalisasi saluran," kata Kepala Bidang Sumber Daya Air, Kota Bekasi, Yudianto di Bekasi, Kamis, 10 Oktober 2019.

    Ia mengatakan, sejumlah aliran kali yang menjadi fokus normalisasi diantaranya Kali Blencong, Kali Pete, Kali Siluman, Kali Kapuk, Kali Bekasi (dilakukan BBWSCC), Kali Rawalumbu, Kali Narogong, Kali Jatiluhur, Kali Sasak Jarang dan sejumlah saluran di permukiman warga. "Tim pematusan dibagi menjadi tiga, dengan jumlah personil 32 orang," ujar Yudi.

    Ia mencontohkan, normalisasi dilakukan oleh tim 2 di Saluran Kalibaru crossing Tol Cikunir, Bekasi Selatan hari ini. Di sana petugas membersihkan tumpukan sampah setelah 10 sentimeter sepanjang 120 meter dengan lebar 3 meter. "Normalisasi setiap hari berdasarkan permintaan warga juga dari hasil penyisiran di lapangan," kata dia.

    Yudianto mengatakan, langkah tersebut dilakukan sebagai antisipasi menjelang musim hujan. Sehingga, ketika hujan mulai intensif, saluran-saluran yang ada terutama sekunder telah normal dari tumpukan sampah maupun sedimentasi lumpur. "Limbah hasil normalisasi dibuang ke TPA," ujar Yudianto.

    Yudianto menambahkan, pihaknya meminta masyarakat turut serta peduli terhadap lingkungan rumahnya. "Digalakkan lagi kerja bakti membersihkan sampah dan saluran di lingkungan masing-masing untuk mencegah terjadinya banjir," kata dia.

    Syahrul Saleh, pegiat lingkungan di Kota Bekasi mengajak masyarakat mulai gencar melakukan kerja bakti setiap akhir pekan buat antisipasi banjir. Ia juga meminta pembuang sampah sembarangan di lingkungan ditindak tegas. "Minimal sebulan sekali, kerja bakti harus digalakkan dan menjadi budaya seperti dulu," ujar dia.


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    UMP 2020 Naik 8,51 Persen, Upah Minimum DKI Jakarta Tertinggi

    Kementerian Ketenagakerjaan mengumumkan kenaikan UMP 2020 sebesar 8,51 persen. Provinsi DKI Jakarta memiliki upah minimum provinsi tertinggi.