Korban Kecelakaan GrabWheels: Ibu Pelaku Anggota DPD RI

Reporter:
Editor:

Febriyan

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Kendaraan Toyota Camry yang digunakan tersangka DH saat menabrak lima pengguna GrabWheels di kawasan Senayan, Ahad 10 November 2019.

    Kendaraan Toyota Camry yang digunakan tersangka DH saat menabrak lima pengguna GrabWheels di kawasan Senayan, Ahad 10 November 2019.

    TEMPO.CO, Jakarta - Fajar Wicaksono, korban selamat dalam peristiwa GrabWheels ditabrak mobil di kawasan Senayan, menyebut nama anggota DPD RI Emma Yohanna sebagai ibu pelaku penabrakan itu. Dia menyatakan Emma sempat menemui dia dan kawan-kawannya di RS Mintoharjo, Jakarta Pusat usai isiden pada Ahad dinihari, 10 November 2019.

    Ajay, sapaan Fajar, mengatakan bahwa Emma saat itu langsung menyatakan akan bertanggung jawab atas kejadian tersebut.

    "Bu Emma ini janji bakal lakukan yang terbaik untuk para korban. Bilang mau tanggung jawab lah dia," ujar Ajay saat dihubungi Tempo, Kamis, 14 November 2019.

    Emma adalah seorang pengusaha dan anggota DPD RI dari daerah Sumatera Barat. Dia menjabat sebagai DPD RI sejak periode 2009-2014. Dia merupakan istri dari Ketua Dewan Pimpinan Wilayah Partai Persatuan Pembangunan (DPW PPP) Sumatera Barat Hariadi.

    DH sendiri adalah Dhanni Hariyona, putra pasangan tersebut. Dhanni juga merupakan seorang pengusaha. Dia menjabat sebagai Wakil Ketua Umum Badan Pengurus Daerah Himpunan Pengusaha Muda Indonesia (Hipmi) Sumatera Barat.

    Lulusan Swiss German University jurusan Management Hotel and Tourism tersebut bahkan sempat disebut harian Haluan sebagai salah satu pengusaha muda yang akan maju dalam Pemilihan Kepala Daerah Bukittinggi 2020 mendatang.

    Ajay mengatakan dirinya juga sempat bertemu dengan Emma saat pemakaman Ammar Nawwar dan Wisnu, dua rekannya yang tewas dalam peristiwa tersebut. Namun, Ajay mengatakan tak ada komunikasi lebih lanjut dengan Emma usai insiden itu.

    Tempo telah mencoba mengontak Yohanna melalui dua nomor teleponnya. Namun kedua nomor tersebut tak dapat dihubungi. 

    Adapun tersangka Dhanni saat ini sudah dipulangkan oleh polisi. Kepala Subdit Gakkum Ditlantas Polda Metro Jaya Komisaris Fahri Siregar mengatakan alasan pihaknya tak menahan DH karena penyidik yakin tersangka tidak akan melarikan diri dari kasus yang menjeratnya dan menghilangkan barang bukti.

    Dia ditetapkan sebagai tersangka setelah terbukti lalai dan berkendara dalam pengaruh minuman keras. Polisi menyebut insiden itu bukan kasus tabrak lari. Sebab dari pengakuan tersangka ke penyidik, DH sempat turun dan membantu para korban. Sehingga polisi hanya menjerat DH dengan tuduhan mengendarai kendaraan dalam pengaruh alkohol dengan hukuman penjara enam tahun.

    Namun menurut Ajay, DH berbohong sebab ia tak berhenti untuk menolong korban. Sehingga, ia meminta polisi menjerat DH dengan pasal tabrak lari hingga menyebabkan kematian yang potensi hukumannya 12 tahun penjara.


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Tips Menghadapi Bisa Ular dengan Menggunakan SABU

    Untuk mengatasi bisa ular, dokter Tri Maharani memaparkan bahwa bisa ular adalah protein yang hanya bisa ditawar dengan SABU polivalen.