Perketat Keamanan, PT MRT Jakarta Tangkap Pembawa Senjata Api

Reporter:
Editor:

Fransisco Rosarians Enga Geken

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Petugas MRT Bundaran HI mengecek isi tas penumpang sebelum masuk ke area stasiun, Kamis, 14 November 2019. TEMPO/Lani Diana

    Petugas MRT Bundaran HI mengecek isi tas penumpang sebelum masuk ke area stasiun, Kamis, 14 November 2019. TEMPO/Lani Diana

    TEMPO.CO, Jakarta

    Direktur Operasional dan Pemeliharaan PT MRT Jakarta, Muhammad Effendi mengatakan, petugas keamanan di stasiun kereta Mass Rapid Transit atau Moda Raya Terpadu (MRT) melaporkan sejumlah calon penumpang yang diduga membawa barang berbahaya kepada polisi. Salah satu dari calon penumpang, menurut dia, ditemukan membawa senjata api saat pemeriksaan bawaan di mesin X-ray.

    “Langsung ditangkap polisi. Prosesnya sudah berlangsung di Polda Metro Jaya. Kami selalu prioritaskan keamanan penumpang dan petugas di lapangan,” kata Effendi kepada TEMPO di Depo MRT Lebak Bulus, Jumat lalu.

    Selain senjata api, menurut Effendi, petugas keamanan stasiun MRT juga menyerahkan sejumlah calon penumpang yang membawa senjata tajam. Bahkan, dia mengklaim, di antara calon penumpang tersebut ada yang membawa sebuah rangkaian mencurigakan. “Kami zero accident. Demi kepercayaan masyarakat,” ujar dia.

    Effendi mengatakan, seluruh pelaporan tersebut terjadi saat PT MRT Jakarta menerapkan peningkatan keamanan saat pelantikan Presiden Joko Widodo dan Wakil Presiden Ma’ruf Amin, 20 Oktober lalu. Perusahaan Daerah DKI Jakarta ini juga kembali menerapkan pemeriksaan ganda usai peristiwa dugaan serangan bom bunuh diri di Markas Kepolisian Kota Besar (Mapoltabes) Medan, awal pekan lalu.

    Selain itu, Effendi juga mengklaim, PT MRT Jakarta tak pernah mendapat laporan atau keluhan penumpang tentang keamanan di stasiun dan kereta sejak beroperasi, Maret 2019. Satu-satunya peristiwa, menurut dia, adalah percobaan pencurian telepon genggam seorang wanita paruh baya saat awal operasional Kereta MRT.

    “Kasus ditutup karena korban tak berniat melaporkan pelaku ke polisi,” kata Effendi.

    Berdasarkan pantauan TEMPO, PT MRT memang memasang sejumlah mesin pemeriksaan tas atau bawaan calon penumpang di muka stasiun utama. Menjelang gate peron, sejumlah petugas juga memasang jalur antrian agar penumpang menjalani pemeriksaan barang dengan metal detektor dan manual.  

    Proses pemeriksaan ini menuai respon beragam dari masyarakat. Akan tetapi, sebagian besar penumpang menerima kebijakan baru PT MRT tersebut. Mereka tak khawatir perjalanannya terhambat atau telat dengan pemberlakuan kebijakan baru tersebut. “Keretanya juga tak pernah telat. Kalau ketinggalan kereta, bisa nunggu 5 menit, kereta berikutnya datang,” kata Michael Wijaya, karyawan di bilangan Sudirman.

    Selain pemeriksaan ganda dan pemasangan kamera pengawas, PT MRT juga menggelar pelatihan karyawannya dengan sejumlah lembaga keamanan yaitu Detasemen Khusus (Densus) Antiteror 88 Kepolisian RI dan Komando Pasukan Khusus (Koppasus) TNI.  


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Aturan Baru E - Commerce yang Tertuang dalam PP PMSE

    Pemerintah resmi menerbitkan regulasi tentang e-commerce yang tertuang dalam PP PMSE. Apa yang penting dalam aturan baru tersebut?